Rabu, 24 Januari 2018 | 06.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Siap Diperiksa, Buni Yani Akan Ajukan Saksi Pidana

Siap Diperiksa, Buni Yani Akan Ajukan Saksi Pidana

Reporter : Dian | Rabu, 23 November 2016 - 13:15 WIB

IMG-18633

Buni Yani. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengaku klienya itu siap menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor terkait postingan rekaman video Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama alias Ahok.

Aldwin menerangkan, dalam pemeriksaan kali ini pihaknya tak hanya menyiapkan barang bukti, tetapi juga akan mengajukan saksi ahli pidana, ahli IT, dan ahli bahasa guna untuk memberikan pembelaan.

“Ada persiapan khusus. Mulai dari barang bukti yang menyangkut pak Buni tidak layak di proses hukum. Tapi enggak itu saja, kami juga akan ajukan saksi pidana, IT, bahasa untuk pembelaan,” ujarnya.

Selain itu, Aldwin membeberkan barang bukti yang akan diserahkan kepada pihak kepolisian yakni screenshoot postingan sejumlah akun media sosial yang menunjukan Buni Yani bukanlah sebagai orang pertama kali mengunggah video Ahok tersebut.

“Semuanya kami persiapkan dengan baik. Barang bukti nanti berupa screenshoot postingan medsos kalau pak Buni bukan yang pertama yang memposting itu” ujarnya.

Sebelumnya, Jumat (07/10/2016) Komunitas Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) melaporkan Buni Yani ke Polda Metro Jaya atas dugaan memprovokasi masyarakat karena memposting potongan video asli pidato Ahok di kepulauan Seribu.

Ketua Kotak Adja Muannas Alaidid mengatakan, Buni Yani terancam di jerat pasal 28 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) tentang penyebaran Informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Tak terima dilaporkan atas hal tersebut, Buni Yani juga melaporkan balik Kotak Adja ke Polda Metro Jaya karena mencemarkan nama baik atas dirinya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...