Senin, 24 April 2017 | 12.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Siap Diperiksa, Buni Yani Akan Ajukan Saksi Pidana

Siap Diperiksa, Buni Yani Akan Ajukan Saksi Pidana

Reporter : Dian | Rabu, 23 November 2016 - 13:15 WIB

IMG-18633

Buni Yani. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengaku klienya itu siap menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor terkait postingan rekaman video Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama alias Ahok.

Aldwin menerangkan, dalam pemeriksaan kali ini pihaknya tak hanya menyiapkan barang bukti, tetapi juga akan mengajukan saksi ahli pidana, ahli IT, dan ahli bahasa guna untuk memberikan pembelaan.

“Ada persiapan khusus. Mulai dari barang bukti yang menyangkut pak Buni tidak layak di proses hukum. Tapi enggak itu saja, kami juga akan ajukan saksi pidana, IT, bahasa untuk pembelaan,” ujarnya.

Selain itu, Aldwin membeberkan barang bukti yang akan diserahkan kepada pihak kepolisian yakni screenshoot postingan sejumlah akun media sosial yang menunjukan Buni Yani bukanlah sebagai orang pertama kali mengunggah video Ahok tersebut.

“Semuanya kami persiapkan dengan baik. Barang bukti nanti berupa screenshoot postingan medsos kalau pak Buni bukan yang pertama yang memposting itu” ujarnya.

Sebelumnya, Jumat (07/10/2016) Komunitas Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) melaporkan Buni Yani ke Polda Metro Jaya atas dugaan memprovokasi masyarakat karena memposting potongan video asli pidato Ahok di kepulauan Seribu.

Ketua Kotak Adja Muannas Alaidid mengatakan, Buni Yani terancam di jerat pasal 28 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) tentang penyebaran Informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Tak terima dilaporkan atas hal tersebut, Buni Yani juga melaporkan balik Kotak Adja ke Polda Metro Jaya karena mencemarkan nama baik atas dirinya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...