Jumat, 21 Juli 2017 | 15.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kasus Ahmad Dhani, Eggy Sudjana: Kenapa Presiden Tak Dipanggil?

Kasus Ahmad Dhani, Eggy Sudjana: Kenapa Presiden Tak Dipanggil?

Kamis, 24 November 2016 - 14:52 WIB

IMG-18661

Eggy Sudjana. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pemanggilan delapan saksi atas kasus dugaan penghinaan presiden oleh musisi Ahmad Dhani dinilai janggal. Salahsatu pengacara kondang yang juga dipanggil polisi terkait hal ini mengatakan seharusnya yang pertama dipanggil polisi adalah Presiden Jokowi, yang dalam kasus ini telah dihina.

“Contohnya, waktu Presiden SBY yang merasa terhina pada Zaenal Ma’Arif dia datang sendiri melapor ke polisi,” kata Eggy Sudjana, Kamis (24/11/2016).

Menurutnya, seharusnya Presiden dulu yang dipanggil polisi kemudian saksi-saksi lain jika ini memang benar perkara penghinaan terhadap penguasa.

“Saya juga pertanyakan, kenapa tak ada pemanggilan terhadap Presiden juga? Mustinya Presiden dahulu gituh loh. Saya lihat presiden saja tak pernah komen soal itu. Soal aduan dari orang lain pun, nah nanti saya mau bersaksi atas perkaranya siapa, kan gituh,” tuturnya.

Selain itu, Eggy juga membandingkan kasus penistaan agama yang menjerat Ahok dengan Lia Eden.

“Justru kita merasa heran yang soal Ahok. Tak sesuai dgn yg lalu-lalu. Permadi ditahan, Lia Eden ditahan, Arswendo ditahan, tapi kok Ahok tidak. Kok ada diskriminatif,” ujarnya.

Eddy mengatakan dalam pasal 27 UUD 1945 setiap warga negara persamaan di mata pemerintahan dan hukum tanpa kecuali semua sama. Sehingga Ahok juga seharusnya diperlakukan sama oleh hukum.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut
Hukum - Jumat, 21 Juli 2017 - 14:53 WIB

Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut

Meski Kapolda Metro Jaya diganti, Mabes Polri memastikan penyidikan kasus Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tetap berjalan.Kepala ...
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...