Jumat, 21 Juli 2017 | 15.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Target Proyek Listrik 35.000 MW Dipangkas

Target Proyek Listrik 35.000 MW Dipangkas

Reporter : Fadilah | Jumat, 25 November 2016 - 11:29 WIB

IMG-18671

Proyek Listrik. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Proyek listrik 35.000 megawatt (MW) tinggal kenangan. Pasalnya, pemerintah merevisi proyek kelistrikan dari 35.000 MW menjadi hanya 19.000 MW hingga tahun 2019.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE)‎ Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, pengurangan target ini sudah berdasarkan pertimbangan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dimana, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada kisaran 5%.

“Ini tergantung asumsi bahwa 35.000 MW disusun dan dianggap sebagai kebutuhan pada pertumbuhan ekonomi 7% ke atas. Sekarang 4,8% sampai 5,1% dan kebutuhannya tidak seperti itu,” ujarnya dalam acara media Gathering, di Kantor Ditjen EBTKE, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Kata Rida, target minimum 19.000 MW ini, sudah masuk margin 30%. Dimana 7.000 diantaranya Fast Track Program (FTP) 1 dan 2.

Rida menambahkan target 19.000 MW ini telah mampu untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level di atas 5%. Untuk itu, kebutuhan listrik pun diyakini akan tetap tercukupi.

“Itu sudah cukup kawal ekonomi 5,1%,” pungkasnya.

Dari sekitar 19.000 MW, jatah swasta sebanyak 11.400 MW dan PLN 8.300 MW. Akibat berubahnya asumsi ekonomi, kebutuhan pembangkit listrik juga harus disesuaikan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut
Hukum - Jumat, 21 Juli 2017 - 14:53 WIB

Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut

Meski Kapolda Metro Jaya diganti, Mabes Polri memastikan penyidikan kasus Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tetap berjalan.Kepala ...
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...