Selasa, 28 Maret 2017 | 01.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Target Proyek Listrik 35.000 MW Dipangkas

Target Proyek Listrik 35.000 MW Dipangkas

Reporter : Fadilah | Jumat, 25 November 2016 - 11:29 WIB

IMG-18671

Proyek Listrik. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Proyek listrik 35.000 megawatt (MW) tinggal kenangan. Pasalnya, pemerintah merevisi proyek kelistrikan dari 35.000 MW menjadi hanya 19.000 MW hingga tahun 2019.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE)‎ Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, pengurangan target ini sudah berdasarkan pertimbangan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dimana, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada kisaran 5%.

“Ini tergantung asumsi bahwa 35.000 MW disusun dan dianggap sebagai kebutuhan pada pertumbuhan ekonomi 7% ke atas. Sekarang 4,8% sampai 5,1% dan kebutuhannya tidak seperti itu,” ujarnya dalam acara media Gathering, di Kantor Ditjen EBTKE, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Kata Rida, target minimum 19.000 MW ini, sudah masuk margin 30%. Dimana 7.000 diantaranya Fast Track Program (FTP) 1 dan 2.

Rida menambahkan target 19.000 MW ini telah mampu untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level di atas 5%. Untuk itu, kebutuhan listrik pun diyakini akan tetap tercukupi.

“Itu sudah cukup kawal ekonomi 5,1%,” pungkasnya.

Dari sekitar 19.000 MW, jatah swasta sebanyak 11.400 MW dan PLN 8.300 MW. Akibat berubahnya asumsi ekonomi, kebutuhan pembangkit listrik juga harus disesuaikan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...