Senin, 20 November 2017 | 22.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Indonesia Siap Salip Amerika Menjadi Produsen Panas Bumi

Indonesia Siap Salip Amerika Menjadi Produsen Panas Bumi

Reporter : Fadilah | Jumat, 25 November 2016 - 14:26 WIB

IMG-18678

Jakarta, kini.co.id – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) mendorong pemanfaatan energi panas bumi. Pemanfaatan ini akan dilakukan secara bertahap.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak, mengatakan untuk tahap pertama, di tahun 2017 nanti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) akan ditambah kapsitasnya sebesar 255 Megawatt (MW).

“Tahun 2017 ada 255 Megawat (MW) tambahan kapasitas,” tuturnya usai acara diskusi media di, Kantor Ditjen EBTKE, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, (25/11/2016).

Tambahan ini nantinya membuat kapasitas tenaga panas bumi Indonesia menjadi 1.908,5 MW atau naik 26,09% dari posisi saat ini 1.513,5 MW.

Dengan kapasitas tersebut, Indonesia akan menyalip Filipina sebagai negara penghasil panas bumi terbesar kedua di dunia.

“Sekarang, Filipina hampir habis sumber panas buminya. Sedangkan, Indonesia masih banyak. Tahun depan, kalau tambahannya tepat bisa mengalahkan Filipina,” katanya.

Bahkan lanjut dia, jika pengembangan terus dilakukan hingga tahun 2021, Indonesia mampu untuk menyalip Amerika Serikat (AS) sebagai negara dengan pemanfaatan energi panas bumi yang terbesar di dunia.

“Tahun 2021 kita susul Amerika Serikat,” ucapnya penuh semangat.

Makanya dia berharap, proyek-proyek yang dijadwalkan beroperasi tahun depan dapat segera berjalan sesuai rencana.

Adapun, beberapa proyek itu, diantaranya PLTP Dieng dengan kapasitas 10 MW, PLTP Sarula unit 2 dengan kapasitas 110 MW, PLTP Ulubelu unit 4 berkapasitas 55 MW, PLTP Lahendong skala kecil 5 MW, dan PLTP Lumut Balai unit 1 berkapasitas 55 MW.

Sebagai imformasi, KESDM mencatat bahwa hingga saat ini realisasi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) telah mencapai 92% dari target 1.657,5 MW, tercatat realisasi pemanfaatan PLT Panas Bumi sebesar 1.513,5 MW.

Adapun tambahan Comercial On Date (COD) sepanjang tahun 2016 adalah sebesar 4 PLTP pada tahun 2016. Keempat PLTP tersebut di antaranya adalah PLTP Ulubelu unit 3 dengan kapasitas 55 MW, PLTP Lahendong Unit 5 dengan kapasitas 20 MW, PLTP Sarulla dengan kapasitas 110 MW dan PLTP Lahendong unit 6 sebesar 20 MW.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...