Rabu, 17 Januari 2018 | 21.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Waskita Karya Kebut Pembangunan Jalan Tol Brexit Selama 10 Bulan

Waskita Karya Kebut Pembangunan Jalan Tol Brexit Selama 10 Bulan

Reporter : Fadilah | Jumat, 25 November 2016 - 16:33 WIB

IMG-18685

Tol Brebes Timur. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi yang menggarap pembangunan tol Brebes Timur (Brexit) hingga Semarang. Ruas tol ini memiliki jarak sepanjang 150 kilometer (km) dan belum kelar dikerjakan.

Direktur Utama (Dirut) PT Waskita Karya (Persero) Tbk M Choliq mengaku mendapatkan isntruksi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk segera merampungkan pengerjaan tol tersebut. Adapun target yang ditetapkan yakni hingga sebelum musim mudik 2017.

Dia menjelaskan jarak antara Brebes timur ke Semarang mencapai 150 Kilo Meter (KM). Padahal periode lebaran ke lebaran kira-kira hanya 11 bulan kalender masehi.

Proses pengeringan jalan tol sampai bisa dipakai, itu 28 hari. Sehingga efektifnya, kira-kira 10,5 bulan Waskita harus menyelesaikan 150 km jalan tol.

“Ini suatu tugas yang amat berat, karena belum ada di dalam sejarah Indonesia, ini harus bisa membuat jalan 150 km dalam tempo 10 bulan,” tuturnya di Jakarta, Jumat, (25/11/2016).

Kendati demikian ia mengaku akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target tersebut, caranya yakni dengan mengebut pekerjaan jalan tol yang belum kelar itu. Sebab dia, tak ingin insiden yang terjadi di pintu exit tol Brebes Timur pada lebaran tahun ini terulang kembali di kemudian hari.

“Pada waktu lebaran, terjadi kemacetan luar biasa di Brexit. Jangan sampai ini terulang di 2017,” ucapnya.

Choliq menambahkan evaluasi terakhir yang dilakukan, target proyek jalan tol sepanjang 150 km tersebut dipangkas sepanjang 37 km, menjadi kira-kira 113 km.

Sampai dengan Oktober 2016, nilai kontrak baru WSKT mencapai Rp 61 triliun. Choliq optimistis target nilai kontrak baru Rp 66 triliun tahun ini bakal terlampaui, bahkan menembus Rp 70 triliun.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...