Selasa, 28 Maret 2017 | 03.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>AR Guru SMK Penyebar Ajakan Rush Money Ditangkap Polisi

AR Guru SMK Penyebar Ajakan Rush Money Ditangkap Polisi

Sabtu, 26 November 2016 - 14:38 WIB

IMG-18698

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar dalam konfrerensi pers penangkapan penyebar ajakan rush money (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Polisi menangkap seorang guru SMK di Pluit, Jakarta Utara, berinisial AR alias Abu Uwais berusia 31 tahun. Tersangka ditangkap oleh Subdit Cybercrime Bareskrim setelah pulang mengajar di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (25/11) kemarin. Penelusuran identitas pelaku dilakukan melalui pemeriksaan digital sejumlah akun sosial media.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan penangkapan penyebar ajakan untuk melakukan penarikan dana besar besaran dari perbankan atau rush meney melalui media sosial. Ajakan itu dianggap provokatif dan tidak mendidik.

Kendati telah ditangkap, penyidik tidak melakukan penahanan. Terlebih guru AR juga telah membuat surat pernyataan penyesalan atas konten yang dibuatnya.

“Status tersangka, wajib lapor kepada penyidik,” tandas Boy.

AR kata Boy dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE, ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara itu tetap harus menjalani proses hukum. Saat ini dirinya dikenakan wajib lapor kepada penyidik Subdit Cyber Crime Bareskrim Polri.

“Dia kan seorang guru, dan anaknya masih kecil juga jadi atas pertimbangan itu tidak ditahan hanya dikenakan wajib lapor. Tapi proses penyidikan tetap jalan,” kata Boy di Mabes Polri, Sabtu (26/11).

Selain itu, AR juga membuat surat pernyataan meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan yang ditandatanganinya langsung dan diberi meterai 6000.

Dalam surat itu, AR mengakui akun Abu Uwais adalah akun Facebook-nya. AR juga membenarkan memposting tulisan Rush Money.

Postingan pertama pada 22 November pukul 09.36 WIB, dengan caption : Aksi Rush Money, mulai berjalan.. Ayo ambil uang kita dari bank komunis.

Kemudian postingan kedua pada 24 November pukul 11.45 WIB, dengan caption : Rush Money.. Persiapan tgl 212.. Kita modal sendiri bukan dr pengembang.

AR mengakui bahwa kedua postingan tersebut adalah informasi yang tidak benar. AR juga meminta maaf kepada Netizen dan masyarakat yang dirugikan akibat ulahnya.

“Saya menyadari bahwa postingan saya dapat menimbulkan rusaknya kerukunan antar suku ras dan agama khususnya Indonesia. Saya tidak akan memposting suatu postingan yang berdampak negatif,” tulis AR dalam surat pernyataannya di Mabes Polri.

AR juga berjanji tidak akan mengulangi dan bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu dalam poin terakhir di surat pernyataannya juga berjanji akan menghapus postingan ajakan rush money dalam aksi 212.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...