Kamis, 26 April 2018 | 14.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>AR Guru SMK Penyebar Ajakan Rush Money Ditangkap Polisi

AR Guru SMK Penyebar Ajakan Rush Money Ditangkap Polisi

Sabtu, 26 November 2016 - 14:38 WIB

IMG-18698

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar dalam konfrerensi pers penangkapan penyebar ajakan rush money (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Polisi menangkap seorang guru SMK di Pluit, Jakarta Utara, berinisial AR alias Abu Uwais berusia 31 tahun. Tersangka ditangkap oleh Subdit Cybercrime Bareskrim setelah pulang mengajar di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (25/11) kemarin. Penelusuran identitas pelaku dilakukan melalui pemeriksaan digital sejumlah akun sosial media.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan penangkapan penyebar ajakan untuk melakukan penarikan dana besar besaran dari perbankan atau rush meney melalui media sosial. Ajakan itu dianggap provokatif dan tidak mendidik.

Kendati telah ditangkap, penyidik tidak melakukan penahanan. Terlebih guru AR juga telah membuat surat pernyataan penyesalan atas konten yang dibuatnya.

“Status tersangka, wajib lapor kepada penyidik,” tandas Boy.

AR kata Boy dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE, ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara itu tetap harus menjalani proses hukum. Saat ini dirinya dikenakan wajib lapor kepada penyidik Subdit Cyber Crime Bareskrim Polri.

“Dia kan seorang guru, dan anaknya masih kecil juga jadi atas pertimbangan itu tidak ditahan hanya dikenakan wajib lapor. Tapi proses penyidikan tetap jalan,” kata Boy di Mabes Polri, Sabtu (26/11).

Selain itu, AR juga membuat surat pernyataan meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan yang ditandatanganinya langsung dan diberi meterai 6000.

Dalam surat itu, AR mengakui akun Abu Uwais adalah akun Facebook-nya. AR juga membenarkan memposting tulisan Rush Money.

Postingan pertama pada 22 November pukul 09.36 WIB, dengan caption : Aksi Rush Money, mulai berjalan.. Ayo ambil uang kita dari bank komunis.

Kemudian postingan kedua pada 24 November pukul 11.45 WIB, dengan caption : Rush Money.. Persiapan tgl 212.. Kita modal sendiri bukan dr pengembang.

AR mengakui bahwa kedua postingan tersebut adalah informasi yang tidak benar. AR juga meminta maaf kepada Netizen dan masyarakat yang dirugikan akibat ulahnya.

“Saya menyadari bahwa postingan saya dapat menimbulkan rusaknya kerukunan antar suku ras dan agama khususnya Indonesia. Saya tidak akan memposting suatu postingan yang berdampak negatif,” tulis AR dalam surat pernyataannya di Mabes Polri.

AR juga berjanji tidak akan mengulangi dan bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu dalam poin terakhir di surat pernyataannya juga berjanji akan menghapus postingan ajakan rush money dalam aksi 212.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...