Selasa, 24 Januari 2017 | 06.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>AR Guru SMK Penyebar Ajakan Rush Money Ditangkap Polisi

AR Guru SMK Penyebar Ajakan Rush Money Ditangkap Polisi

Sabtu, 26 November 2016 - 14:38 WIB

IMG-18698

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar dalam konfrerensi pers penangkapan penyebar ajakan rush money (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Polisi menangkap seorang guru SMK di Pluit, Jakarta Utara, berinisial AR alias Abu Uwais berusia 31 tahun. Tersangka ditangkap oleh Subdit Cybercrime Bareskrim setelah pulang mengajar di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (25/11) kemarin. Penelusuran identitas pelaku dilakukan melalui pemeriksaan digital sejumlah akun sosial media.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan penangkapan penyebar ajakan untuk melakukan penarikan dana besar besaran dari perbankan atau rush meney melalui media sosial. Ajakan itu dianggap provokatif dan tidak mendidik.

Kendati telah ditangkap, penyidik tidak melakukan penahanan. Terlebih guru AR juga telah membuat surat pernyataan penyesalan atas konten yang dibuatnya.

“Status tersangka, wajib lapor kepada penyidik,” tandas Boy.

AR kata Boy dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE, ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara itu tetap harus menjalani proses hukum. Saat ini dirinya dikenakan wajib lapor kepada penyidik Subdit Cyber Crime Bareskrim Polri.

“Dia kan seorang guru, dan anaknya masih kecil juga jadi atas pertimbangan itu tidak ditahan hanya dikenakan wajib lapor. Tapi proses penyidikan tetap jalan,” kata Boy di Mabes Polri, Sabtu (26/11).

Selain itu, AR juga membuat surat pernyataan meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan yang ditandatanganinya langsung dan diberi meterai 6000.

Dalam surat itu, AR mengakui akun Abu Uwais adalah akun Facebook-nya. AR juga membenarkan memposting tulisan Rush Money.

Postingan pertama pada 22 November pukul 09.36 WIB, dengan caption : Aksi Rush Money, mulai berjalan.. Ayo ambil uang kita dari bank komunis.

Kemudian postingan kedua pada 24 November pukul 11.45 WIB, dengan caption : Rush Money.. Persiapan tgl 212.. Kita modal sendiri bukan dr pengembang.

AR mengakui bahwa kedua postingan tersebut adalah informasi yang tidak benar. AR juga meminta maaf kepada Netizen dan masyarakat yang dirugikan akibat ulahnya.

“Saya menyadari bahwa postingan saya dapat menimbulkan rusaknya kerukunan antar suku ras dan agama khususnya Indonesia. Saya tidak akan memposting suatu postingan yang berdampak negatif,” tulis AR dalam surat pernyataannya di Mabes Polri.

AR juga berjanji tidak akan mengulangi dan bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu dalam poin terakhir di surat pernyataannya juga berjanji akan menghapus postingan ajakan rush money dalam aksi 212.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan
Nasional - Selasa, 24 Januari 2017 - 00:08 WIB

Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan

Tujuh belas orang WNI yang diduga bergabung dengan ISIS dan di deportasi Pemerintah Turki ke Indonesia saat ini masih menjalani ...
Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 22:07 WIB

Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mempertanyakan simbol Palu-Arit yang terdapat pada uang pecahan baru Bank Indonesia. ...
Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 17:24 WIB

Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK); Febri Diansyah mengatakan penyidik bisa saja kembali memanggil istri mantan Direktur PT Garuda ...
Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:59 WIB

Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun

Wakil Direktur MAK, Virgo Sulianto Gohardi mengatakan modus jual beli jabatan seringkali dilakukan pada moment menjelang atau setelah Pilkada."Tujuannya adalah ...
Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:57 WIB

Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Virgo Sulianto Gohardi menduga sekitar 90% dari proses pengisian 21.000 jabatan kepala dinas di ...
Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan
Peristiwa - Senin, 23 Januari 2017 - 14:24 WIB

Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan

Dukungan terhadap imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengalir dari berbagai kalangan, termasuk selebritis.Pelawak Kiwil misalnya, yang ...