Rabu, 28 Juni 2017 | 05.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>AR Guru SMK Penyebar Ajakan Rush Money Ditangkap Polisi

AR Guru SMK Penyebar Ajakan Rush Money Ditangkap Polisi

Sabtu, 26 November 2016 - 14:38 WIB

IMG-18698

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar dalam konfrerensi pers penangkapan penyebar ajakan rush money (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Polisi menangkap seorang guru SMK di Pluit, Jakarta Utara, berinisial AR alias Abu Uwais berusia 31 tahun. Tersangka ditangkap oleh Subdit Cybercrime Bareskrim setelah pulang mengajar di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (25/11) kemarin. Penelusuran identitas pelaku dilakukan melalui pemeriksaan digital sejumlah akun sosial media.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan penangkapan penyebar ajakan untuk melakukan penarikan dana besar besaran dari perbankan atau rush meney melalui media sosial. Ajakan itu dianggap provokatif dan tidak mendidik.

Kendati telah ditangkap, penyidik tidak melakukan penahanan. Terlebih guru AR juga telah membuat surat pernyataan penyesalan atas konten yang dibuatnya.

“Status tersangka, wajib lapor kepada penyidik,” tandas Boy.

AR kata Boy dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE, ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara itu tetap harus menjalani proses hukum. Saat ini dirinya dikenakan wajib lapor kepada penyidik Subdit Cyber Crime Bareskrim Polri.

“Dia kan seorang guru, dan anaknya masih kecil juga jadi atas pertimbangan itu tidak ditahan hanya dikenakan wajib lapor. Tapi proses penyidikan tetap jalan,” kata Boy di Mabes Polri, Sabtu (26/11).

Selain itu, AR juga membuat surat pernyataan meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan yang ditandatanganinya langsung dan diberi meterai 6000.

Dalam surat itu, AR mengakui akun Abu Uwais adalah akun Facebook-nya. AR juga membenarkan memposting tulisan Rush Money.

Postingan pertama pada 22 November pukul 09.36 WIB, dengan caption : Aksi Rush Money, mulai berjalan.. Ayo ambil uang kita dari bank komunis.

Kemudian postingan kedua pada 24 November pukul 11.45 WIB, dengan caption : Rush Money.. Persiapan tgl 212.. Kita modal sendiri bukan dr pengembang.

AR mengakui bahwa kedua postingan tersebut adalah informasi yang tidak benar. AR juga meminta maaf kepada Netizen dan masyarakat yang dirugikan akibat ulahnya.

“Saya menyadari bahwa postingan saya dapat menimbulkan rusaknya kerukunan antar suku ras dan agama khususnya Indonesia. Saya tidak akan memposting suatu postingan yang berdampak negatif,” tulis AR dalam surat pernyataannya di Mabes Polri.

AR juga berjanji tidak akan mengulangi dan bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu dalam poin terakhir di surat pernyataannya juga berjanji akan menghapus postingan ajakan rush money dalam aksi 212.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...