Kamis, 19 Januari 2017 | 09.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>HMI Minta Pihak Terkait Hentikan Upaya Penggembosan Aksi Bela Islam III

HMI Minta Pihak Terkait Hentikan Upaya Penggembosan Aksi Bela Islam III

Sabtu, 26 November 2016 - 19:13 WIB

IMG-18703

Mulyadi P Tamsir bersama beberapa Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meminta pihak terkait menghentikan upaya penggembosan terhadap rencana aksi Bela Islam III pada 2 Desember mendatang.

Pasalnya aksi lanjutan dari 4 November tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang menuntut keadilan dalam kasus dugaan penistaan Alquran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Terkait apakah HMI kembali akan ikut aksi 212 atau tidak, PB HMI mengaku masih terus melakukan konsolidasi untuk mengambil keputusan apakah akan ikut turun dalam aksi Bela Islam III pada 2 Desember mendatang atau tidak.

“Karena saat ini kami masih membutuhkan langkah-langkah kajian dan pertimbangan isu terkini menjelang aksi tersebut. Jadi, kami bisa memutuskan, apakah akan kembali turun atau tidak, keputusannya pekan depan,” kata Sekjen PB HMI, Amijaya dalam keterangan persnya di Kantor PB HMI, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11) sore tadi.

Sementara itu Ketua PB HMI Mulyadi P Tamsir menambahkan, jika nanti keputusan akhir kembali turun aksi pada 2 Desember maka jumlah massa yang akan diturunkan dipastikan akan lebih besar dari aksi 4 November lalu.

“Yang pasti jumlahnya lebih banyak, kalau kemarin sekitar 1.500, bisa diatas itu, “ kata Mulyadi. Mulyadi juga meminta agar Pemerintah tidak menghalang-halangi dan menggembosi rencana aksi bela Islam III.

“Dengan melontrakan isu makar adalah upaya untuk menggembosi rencana aksi bela Islam III, termasuk ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang minta HMI tidak turun, “ tegasnya.

Mulyadi juga meminta kepolisian tidak tergesa-gesa menyimpulkan adanya isu makar dalam aksi bela Islam III.

“Kalaupun benar ada pihak-pihak yang memanfaatkan aksi tersebut untuk melakukan makar terhadap pemerintahan, maka HMI tidak ikut terlibat dalam upaya makar karena pihaknya komitmen menjaga NKRI dan menjunjung tinggi nilai luhur agama Islam,” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...