Minggu, 23 April 2017 | 20.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>HMI Minta Pihak Terkait Hentikan Upaya Penggembosan Aksi Bela Islam III

HMI Minta Pihak Terkait Hentikan Upaya Penggembosan Aksi Bela Islam III

Sabtu, 26 November 2016 - 19:13 WIB

IMG-18703

Mulyadi P Tamsir bersama beberapa Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meminta pihak terkait menghentikan upaya penggembosan terhadap rencana aksi Bela Islam III pada 2 Desember mendatang.

Pasalnya aksi lanjutan dari 4 November tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang menuntut keadilan dalam kasus dugaan penistaan Alquran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Terkait apakah HMI kembali akan ikut aksi 212 atau tidak, PB HMI mengaku masih terus melakukan konsolidasi untuk mengambil keputusan apakah akan ikut turun dalam aksi Bela Islam III pada 2 Desember mendatang atau tidak.

“Karena saat ini kami masih membutuhkan langkah-langkah kajian dan pertimbangan isu terkini menjelang aksi tersebut. Jadi, kami bisa memutuskan, apakah akan kembali turun atau tidak, keputusannya pekan depan,” kata Sekjen PB HMI, Amijaya dalam keterangan persnya di Kantor PB HMI, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11) sore tadi.

Sementara itu Ketua PB HMI Mulyadi P Tamsir menambahkan, jika nanti keputusan akhir kembali turun aksi pada 2 Desember maka jumlah massa yang akan diturunkan dipastikan akan lebih besar dari aksi 4 November lalu.

“Yang pasti jumlahnya lebih banyak, kalau kemarin sekitar 1.500, bisa diatas itu, “ kata Mulyadi. Mulyadi juga meminta agar Pemerintah tidak menghalang-halangi dan menggembosi rencana aksi bela Islam III.

“Dengan melontrakan isu makar adalah upaya untuk menggembosi rencana aksi bela Islam III, termasuk ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang minta HMI tidak turun, “ tegasnya.

Mulyadi juga meminta kepolisian tidak tergesa-gesa menyimpulkan adanya isu makar dalam aksi bela Islam III.

“Kalaupun benar ada pihak-pihak yang memanfaatkan aksi tersebut untuk melakukan makar terhadap pemerintahan, maka HMI tidak ikut terlibat dalam upaya makar karena pihaknya komitmen menjaga NKRI dan menjunjung tinggi nilai luhur agama Islam,” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...