Kamis, 19 Januari 2017 | 09.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pemerintah “Kalut” Jelang Aksi Bela Islam III, Situs Imam Besar FPI Diblokir Menkominfo

Pemerintah “Kalut” Jelang Aksi Bela Islam III, Situs Imam Besar FPI Diblokir Menkominfo

Reporter : Zainal Bakri | Minggu, 27 November 2016 - 17:39 WIB

IMG-18712

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab (KiniNews/Yudi Permana)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah diduga kalut menyikapi rencana Aksi Bela Islam III Super Damai yang digelar GNPF-MUI pada 2 Desember mendatang, dimana salah satu leadernya adalah Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Salah satu bentuk kekalutan pemerintah ini adalah dengan melakukan pemblokiran situs pribadi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, www.habibrizieq.com sehingga tidak bisa diakses oleh publik.

Kepala Biro Humas Kemenkiminfo, Noor Iza mengatakan alasan pemblokiran karena pemerintah melihat bahwa ada beberapa konten dalam situs tersebut yang bermuatan negatif, misalnya provokasi dan SARA.

“Kalau alasan, barang kali jadi konsen selama ini adalah hal yang terkait apabila di situ ada provokasi, ujaran kebencian ataupun SARA, yang memang sangat berpotensi kepada keresahan di masyarakat,” kata Noor, Minggu (27/11).

Ia menyebutkan pemblokiran situs pribadi milik Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Polri, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

“Ini kolaborasi lembaga, ada Kominfo, ada Polri, ada BNPT, ada BIN. Jadi kolaborasi lembaga, yang memang Kominfo yang diminta untuk action dalam penanganannya atau pemblokirannya,” ungkapnya.

Noor mengklaim, pemblokiran ini dilakukan tanpa pandang bulu. Klaim dia, bukan lantaran situs tersebut milik Habib Rizieq, melainkan murni lantaran kontennya yang mengadung hal negatif.

“Mungkin yang terpenting ini dilihat dari isinya (kontennya). Masalah situs itu namanya apa, pemiliknya siapa, pengelolanya siapa, tidak ada kaitannya. Jadi, ini semata-mata dilihat dari isi kontennya,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...