Kamis, 22 Februari 2018 | 15.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pemerintah “Kalut” Jelang Aksi Bela Islam III, Situs Imam Besar FPI Diblokir Menkominfo

Pemerintah “Kalut” Jelang Aksi Bela Islam III, Situs Imam Besar FPI Diblokir Menkominfo

Reporter : Zainal Bakri | Minggu, 27 November 2016 - 17:39 WIB

IMG-18712

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab (KiniNews/Yudi Permana)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah diduga kalut menyikapi rencana Aksi Bela Islam III Super Damai yang digelar GNPF-MUI pada 2 Desember mendatang, dimana salah satu leadernya adalah Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Salah satu bentuk kekalutan pemerintah ini adalah dengan melakukan pemblokiran situs pribadi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, www.habibrizieq.com sehingga tidak bisa diakses oleh publik.

Kepala Biro Humas Kemenkiminfo, Noor Iza mengatakan alasan pemblokiran karena pemerintah melihat bahwa ada beberapa konten dalam situs tersebut yang bermuatan negatif, misalnya provokasi dan SARA.

“Kalau alasan, barang kali jadi konsen selama ini adalah hal yang terkait apabila di situ ada provokasi, ujaran kebencian ataupun SARA, yang memang sangat berpotensi kepada keresahan di masyarakat,” kata Noor, Minggu (27/11).

Ia menyebutkan pemblokiran situs pribadi milik Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Polri, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

“Ini kolaborasi lembaga, ada Kominfo, ada Polri, ada BNPT, ada BIN. Jadi kolaborasi lembaga, yang memang Kominfo yang diminta untuk action dalam penanganannya atau pemblokirannya,” ungkapnya.

Noor mengklaim, pemblokiran ini dilakukan tanpa pandang bulu. Klaim dia, bukan lantaran situs tersebut milik Habib Rizieq, melainkan murni lantaran kontennya yang mengadung hal negatif.

“Mungkin yang terpenting ini dilihat dari isinya (kontennya). Masalah situs itu namanya apa, pemiliknya siapa, pengelolanya siapa, tidak ada kaitannya. Jadi, ini semata-mata dilihat dari isi kontennya,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...
Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:35 WIB

Beredar Surat Pencopotan Ketua Fraksi dan Sekretaris Hanura di Parlemen

Beredar surat keputusan Partai Hanura tentang perombakan komposisi Pimpinan Fraksi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Surat keputusan tersebut bernomor SKEP/566/DPP-Hanura/II/2018 ...
Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:20 WIB

Pulang, Novel Baswedan Disambut Salam dan Peluk

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, ...
Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:11 WIB

Penyidik Novel Baswedan Ucapkan Terimakasih untuk Presiden dan Wapres

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku berterimakasih kepada Presiden; Joko Widodo, Wapres; Jusuf Kalla dan seluruh masyarakat ...
Novel Baswedan tiba di gedung KPK
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:46 WIB

Novel Baswedan tiba di gedung KPK

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akhirnya tiba di gedung lembaga antirasuah Jakarta sekitar pukul 12.45 Wib.Sebelum menuju gedung KPK, Novel ...