Senin, 27 Maret 2017 | 09.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Menhub Minta Indonesia Contek Denmark dalam Mengembangkan Sektor Logistik

Menhub Minta Indonesia Contek Denmark dalam Mengembangkan Sektor Logistik

Reporter : Fadilah | Senin, 28 November 2016 - 15:30 WIB

IMG-18722

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi imbau jajaran sapu bersih pungli. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi meminta masyarakat Indonesia untuk menyontek Denmark dalam hal memajukan sektor logistik.

Menurutnya Denmark mampu memajukan sektor logistiknya dengan berfokus pada industri transportasinya. Bahkan negara kecil seperti Denmark bisa menjadi pemain dunia di sektor logistik.

Budi menjelaskan, Market Capital perusahaan asal Denmark, Maersk Line per Mei 2016 tercatat US$ 30,7 miliar. Padahal, Denmark merupakan negara yang lautnya tidak begitu luas.

“Kita selalu melihat Maersk Line Denmark selalu menjadi pemain dunia di sektor logistik, Berapa penduduk dan luas wilayah Denmark itu? Mungkin tidak ada 1/10 (dari Indonesia). Bahkan kalau tidak salah penduduk Denmark tidak sampai 20 juta .Dari size negara yang tidak besar bisa menjadi pemain dunia sementara kita (Indonesia) yang besar malah dipermainkan dunia,” ucapnya saat memberikan paparan dalam workshop bertema ‘Perlunya Peradilan Maritim (Maritim Court) sebagai Upaya Penyelesaian Perbuatan Melawan Hukum di Bidang Kemaritiman Indonesia’, di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin, (28/11/2016).

Namun untuk seperti Denmark, dia menilai perlu adanya peningkatan kualitas hukum di Indonesia. Sebab, human error yang terjadi akibat lemahnya standar keamanan dan pelayanan dalam pelayaran dalam negeri.

Peningkatan kualitas bisa dengan membangun sebuah lembaga yang mengatur permasalahan-permasalahan di laut, misalnya pengadilan maritim.

Saat ini, sistem penegakan hukum di laut Indonesia hanya diatur oleh Mahkamah Pelayaran. Sayangnya, mahkamah tersebut tidak bersifat yudikatif dan hanya memberikan sanksi administrasi terhadap pelanggaran di bidang pelayaran.

Padahal, masih terdapat celah kerugian yang menimbulkan pembayaran klaim, asuransi, pencemaran lingkungan yang perlu diselesaikan oleh pengadilan maritim.

Dengan adanya lembaga hukum baru seperti pengadilan maritim, dia berharap kerugian yang menimbulkan pembayaran klaim, asuransi dan pencemaran lingkungan dapat diselesaikan oleh pengadilan maritim.

“Kondisinya saat ini Indonesia belum memiliki pengadilan maritim seperti negara yang ada di continental. Jadi, jangan malu-malu kita harus berubah membuat suatu yang lebih dari ini,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Wah, Ini Rupanya Alasan Ridho Rhoma Konsumsi Sabu
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 21:58 WIB

Wah, Ini Rupanya Alasan Ridho Rhoma Konsumsi Sabu

Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Roycke Harry Langie menyebutkan alasan pedangdut Ridho Rhoma mengkonsumsi narkoba jenis sabu. "Itu kan ...
Iwan Bule Datangi Lokasi Pembangunan Gereja Santa Clara
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 20:45 WIB

Iwan Bule Datangi Lokasi Pembangunan Gereja Santa Clara

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan, menyambangi pembangunan Gereja Katolik Santa Clara yang berada di Jalan Lingkar Utara, Kelurahan ...
Pemuda 24 Tahun Tabrak Polisi Hingga Tewas
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:27 WIB

Pemuda 24 Tahun Tabrak Polisi Hingga Tewas

Pengemudi mobil Honda CRV bernomor polisi H 168 DL, Nicolas Dicky Lopaz menabrak seorang petugas kepolisian Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, ...
BNN : Bupati Saja bisa Terlibat Narkoba
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:16 WIB

BNN : Bupati Saja bisa Terlibat Narkoba

Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Ricky Yanuarfi menyebutkan penangkapan artis karena narkoba bukan hal aneh. ...
Ojek Pangkalan dan Online Jalin Silaturahmi
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:01 WIB

Ojek Pangkalan dan Online Jalin Silaturahmi

Kepolisian Resort Metro Bekasi Kota bersama Pemkot Kota Bekasi mengundang perwakilan pengemudi ojek pangkalan dan pengemudi ojek 'online'. Mereka dikumpulkan ...
Awas, Lelaki Lebih Mudah Bunuh Diri
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 18:47 WIB

Awas, Lelaki Lebih Mudah Bunuh Diri

Pengamat psikologi sosial dan budaya Universitas Indonesia Endang Mariani Rahayu menyebutkan stres adalah alasan yang membuat seseorang nekat mengakhiri hidup ...