Selasa, 28 Maret 2017 | 01.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Halaqoh Ulama Rakyat, Muhaimin: Rakyat yang Salah atau Konstitusinya

Halaqoh Ulama Rakyat, Muhaimin: Rakyat yang Salah atau Konstitusinya

Senin, 28 November 2016 - 18:14 WIB

IMG-18730

Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan tujuan dari digelarnya Halaqah Ulama Rakyat dengan mengangkat tema Tabayyun Konstitusi merupakan bagian dari upaya untuk mengevaluasi perjalanan negara ini.

Dijelaskannya, evaluasi terkait rakyat yang salah seperti terindikasi permainan uang dalam banyak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sehingga memunculkan program-program bukan pro-rakyat tetapi bahkan memicu kemunculan perilaku-perilaku korupsi.

Sedangkan evaluasi atas kesalahan konstitusi maka solusinya adalah meluruskan kembali konstitusi yang sesuai kebutuhan negara bangsa, seperti yang telah dirumuskan para founding father yang tertuang dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jika rakyat yang salah, maka rakyat harus di didik agar tidak mudah memperjualbelikan hak politik di pemilu. Tapi, jika konstitusi yang salah, konstitusinya harus diubah, “ kata Muhaimin di Hotel Best Western, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Muhaimin berharap kegiatan Halaqah Ulama Rakyat yang berlansgung Senin (28/11) sampai besok mampu melahirkan rekomendasi.

Ditambahkan Cak Imin panggilan Muhaimim, dalam Halaqoh Ulama Rakyat yang menghadirkan 250 ulama berbagai disiplin Ilmu ini akan membahas lima agenda, yakni pertama menimbang kembali relevansi Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN); kedua, pandangan ulama terhadap RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Ketiga, mengkaji RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol), RUU Narkotika & Psikotropika dalam Perspektif Al-Mafsadah al-Ammah; keempat RUU Perubahan tentang Pemberantasan Tindal Pidana Terorisme dalam Perspektif Ancaman NKRI; dan terakhir, membahas urgensi RUU Pendidikan Madrasah & Pondok Pesantren.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...