Kamis, 25 Mei 2017 | 02.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Halaqoh Ulama Rakyat, Muhaimin: Rakyat yang Salah atau Konstitusinya

Halaqoh Ulama Rakyat, Muhaimin: Rakyat yang Salah atau Konstitusinya

Senin, 28 November 2016 - 18:14 WIB

IMG-18730

Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan tujuan dari digelarnya Halaqah Ulama Rakyat dengan mengangkat tema Tabayyun Konstitusi merupakan bagian dari upaya untuk mengevaluasi perjalanan negara ini.

Dijelaskannya, evaluasi terkait rakyat yang salah seperti terindikasi permainan uang dalam banyak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sehingga memunculkan program-program bukan pro-rakyat tetapi bahkan memicu kemunculan perilaku-perilaku korupsi.

Sedangkan evaluasi atas kesalahan konstitusi maka solusinya adalah meluruskan kembali konstitusi yang sesuai kebutuhan negara bangsa, seperti yang telah dirumuskan para founding father yang tertuang dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jika rakyat yang salah, maka rakyat harus di didik agar tidak mudah memperjualbelikan hak politik di pemilu. Tapi, jika konstitusi yang salah, konstitusinya harus diubah, “ kata Muhaimin di Hotel Best Western, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Muhaimin berharap kegiatan Halaqah Ulama Rakyat yang berlansgung Senin (28/11) sampai besok mampu melahirkan rekomendasi.

Ditambahkan Cak Imin panggilan Muhaimim, dalam Halaqoh Ulama Rakyat yang menghadirkan 250 ulama berbagai disiplin Ilmu ini akan membahas lima agenda, yakni pertama menimbang kembali relevansi Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN); kedua, pandangan ulama terhadap RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Ketiga, mengkaji RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol), RUU Narkotika & Psikotropika dalam Perspektif Al-Mafsadah al-Ammah; keempat RUU Perubahan tentang Pemberantasan Tindal Pidana Terorisme dalam Perspektif Ancaman NKRI; dan terakhir, membahas urgensi RUU Pendidikan Madrasah & Pondok Pesantren.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:06 WIB

Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci

Aparat kepolisian memastikan bom bunuh diri di Halte Busway Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) yang menewaskan 2 pelaku dan ...
Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:01 WIB

Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas

Dua pelaku bom bunuh diri di Halte Busway Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) dinyatakan tewas sedangkan 3 ...
Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:11 WIB

Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri

Aparat Kepolisian saat ini masih melakukan proses olah TKP di depan Halte Bus Way, Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, lokasi ...
Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat
Nasional - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:07 WIB

Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat

Dinas Sosial Kota Bekasi, mengungkapkan wilayahnya menjadi sasaran pengiriman gelandangan dan pengemis (gepeng) dari tiga wilayah provinsi di Indonesia menjelang ...
Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 23:28 WIB

Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri

Aroma pascaledakan dugaan bom bunuh diri di Halte Busway Trans Jakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur tercium jelas, Rabu (24/5) malam. ...
Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 22:58 WIB

Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu

Sekitar pukul 21.30 WIB terdengar ledakan keras di Halte Busway Kampung Melayu, Rabu (24/5). Informasi yang dikumpulkan, tiga petugas kepolisian ...