Rabu, 24 Januari 2018 | 06.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Halaqoh Ulama Rakyat, Muhaimin: Rakyat yang Salah atau Konstitusinya

Halaqoh Ulama Rakyat, Muhaimin: Rakyat yang Salah atau Konstitusinya

Senin, 28 November 2016 - 18:14 WIB

IMG-18730

Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan tujuan dari digelarnya Halaqah Ulama Rakyat dengan mengangkat tema Tabayyun Konstitusi merupakan bagian dari upaya untuk mengevaluasi perjalanan negara ini.

Dijelaskannya, evaluasi terkait rakyat yang salah seperti terindikasi permainan uang dalam banyak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sehingga memunculkan program-program bukan pro-rakyat tetapi bahkan memicu kemunculan perilaku-perilaku korupsi.

Sedangkan evaluasi atas kesalahan konstitusi maka solusinya adalah meluruskan kembali konstitusi yang sesuai kebutuhan negara bangsa, seperti yang telah dirumuskan para founding father yang tertuang dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jika rakyat yang salah, maka rakyat harus di didik agar tidak mudah memperjualbelikan hak politik di pemilu. Tapi, jika konstitusi yang salah, konstitusinya harus diubah, “ kata Muhaimin di Hotel Best Western, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (28/11).

Muhaimin berharap kegiatan Halaqah Ulama Rakyat yang berlansgung Senin (28/11) sampai besok mampu melahirkan rekomendasi.

Ditambahkan Cak Imin panggilan Muhaimim, dalam Halaqoh Ulama Rakyat yang menghadirkan 250 ulama berbagai disiplin Ilmu ini akan membahas lima agenda, yakni pertama menimbang kembali relevansi Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN); kedua, pandangan ulama terhadap RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Ketiga, mengkaji RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol), RUU Narkotika & Psikotropika dalam Perspektif Al-Mafsadah al-Ammah; keempat RUU Perubahan tentang Pemberantasan Tindal Pidana Terorisme dalam Perspektif Ancaman NKRI; dan terakhir, membahas urgensi RUU Pendidikan Madrasah & Pondok Pesantren.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...