Senin, 20 November 2017 | 22.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Menhan: Tak Ada Indikasi Makar di 2 Desember

Menhan: Tak Ada Indikasi Makar di 2 Desember

Reporter : Dian | Selasa, 29 November 2016 - 14:38 WIB

IMG-18744

Menhan di upacara HUT ke-45 Korpri. (KiniNews/Dian)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, mengapresiasi aksi damai 2 Desember 2016 dengan cara melakukan aksi ibadah.

Adapun aksi damai yakni dengan kegiatan keagamaan yakni dzikir, tausyiah, shalat Jumat berjamaah dan doa bersama di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas).

Menurut Ryamizard, aksi damai tersebut memiliki pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih mendekatkan diri kepada sang khalik.

“Bukan demo, itu kan Dzikir.  Tujuannya zikir itu kan memuji Tuhan, harus pikiran suci, mulutnya suci, kalau itu semua, bagus. Makin banyak, makin bagus, kan diterima oleh Tuhan,” ujar Ryamizard usai acara hari ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-45 di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Tak hanya itu,  ia berharap aksi 2 Desember berlangsung dengan damai.  

Pasalnya aksi damai yang bungkus dengan kegiatan keagamaan yang memberikan pesan damai 

“Saya berharap apa yang kita lakukan itu berjalaan baik. Namanya berzikir itu memuji tuhan, menyenangkan hati Tuhan, kalau menyenangkan Tuhan maka Tuhan memberikan segalanya. Tetapi kalau Tuhan marah, akibatnya luar biasa,” ujarnya.

“Zikir itu kan menyenangkan hati tuhan. Dengan mulut, pemikiran, hati jernih, kalau kita minta pasti diberikan, kalau pura-pura Tuhan lebih tahu,” katanya.

Tidak ada indikasi upaya makar dalam menanggapi demonstrasi pada 2 Desember 2016 mendatang. 

Hal ini menyusul pernyataan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian yang menyebut adanya upaya makar berdasarkan informasi Intelijen. 

“Itu beberapa hari lalu beliau (Tito)   sudah sampaikan, kita punya data intelegen, data intelegen pertahanan cukup valid. Nggak ada indikasi,”ujar Ryamizard usai menghadiri peringatan HUT Korpri yang 45 tahun di Lapangan Silang Monas,  Jakarta,  Selasa (29/11/2016).

Menurut Ryamizard boleh saja pernyataan dari Kapolri, yang menyebut  indikasi tersebut untuk mencegah adanya hal yang tidak diinginkan.

“Pak Kapolri mungkin ada indikasi, ini kan indikasi, indikasi itu boleh-boleh aja. Tapi dengan itu kita bersiap menjaga kemungkinan yang tidak tidak, itu harapan kita,”katanya. 

Oleh karena itu, dia berharap demonstrasi 2 Desember 2016 bisa berjalan dengan damai dan bangsa Indonesia tidak menjadi bahan  ejekan negara lain. 

“Kita sudah sepakat kok. Jadi jangan sampai  bangsa ini jadi cemoohan orang, kok ribut mulu sih. Kita tunjukkan kita damai, percuma aja tulisan damai itu indah tapi kita juga enggak benar,”ungkapnya. 

Demonstrasi 2 Desember 2016 menuntut Gubernur DKI Jakarta (Non aktif) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera ditahan atas kasus dugaan penistaan agama. Aksi damai tersebut digagas oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia. 

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...