Jumat, 18 Agustus 2017 | 21.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Reporter : Fadilah | Selasa, 29 November 2016 - 16:06 WIB

IMG-18747

Menkeu, Sri Mulyani. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati hadir dalam acara Risk & Governance Summit (RGS), Selasa (29/11/2016) yang digelar di Djakarta Theater, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Bertindak sebagai pembicara, wanita yang akrab disapa Ani itu membagikan kisah tentang salah satu tantangan yang kerap dihadapinya sebagaimana pejabat.

Kata Ani saat dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepatnya pada tahun 2008, dirinya pernah ditawari amplop berisikan uang untuk memuluskan suatu rencana oleh seorang Gubernur. Tak tanggung-tanggung uang tersebut dalam bentuk pecahan Dollar Amerika Serikat.

“Rezim beberapa kepala daerah, kalau tidak sowan ke Kementerian Keuangan, uang tidak akan datang tepat waktu,” bebernya.

Masih kata Ani, Gubernur itu datang bertemu Sri Mulyani untuk meminta Dana Bagi Hasil (DBH) migas bisa ditransfer tepat waktu. Saat itu, pencairan DBH ke Pemda kerap terlambat. Karena harga minyak yang sedang rendah.

“Gubernur datang ke saya dan bilang, ‘Bu DBH daerah saya tolong dikirim dong. Lalu dia pergi (Gubernur) dia tinggalkan amplop isinya dolar. Saya katakan ke gubernur, Pak saya anggap ini keteledoran pertama saya, kalau tidak (diambil kembali amplopnya), saya akan sampaikan ini ke KPK,” ujarnya.

Tidak hanya saat menjabat sebagai Menkeu, saat menjabat sebagai Direktur World Bank pun dia pernah mengalami hal yang serupa. Namun pemberian barang atau uang itu biasanya dilakukan oleh presiden dari suatu negara

“Kadang kayak di Afrika kita bangun jembatan, bendungan, listrik, jalan, karena dia negara miskin sekali, senang kita bantu bangun. Presidennya datang ke kami memberikan hadiah,” katanya.

Bahkan bukan hanya hadiah, tetapi juga sebuah penghargaan. Hanya saja, siapa pun pegawai di World Bank tidak boleh menerima apapun itu.

“Walaupun secara diplomasi ini memalukan ketika kami menolak. Kalau pun terpaksa kami menerima, kami beli hadiahnya dengan uang sendiri, dan di-disclosedan diserahkan ke Bank Dunia,” ucap dia.

Dari beberapa contoh tersebut lanjut Ani, pemberian hadiah, baik sebagai ungkapan terima kasih maupun sogokan banyak terjadi meski di organisasi selevel World Bank sekalipun. Maka, integritas dan etika yang paling utama dalam mengemban jabatan.

“Karena banyak procurement (pengadaan) di World Bank sendiri banyak yang dikasihkan ke teman-temannya sendiri. Itulah kenapa dalam banyak keputusan, orang di World Bank sebut saya tetap integritas. Kita ini manusia biasa, maka institusi harus menjaga dan menguatkan kita,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...
Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:58 WIB

Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya

Kebijakan fiskal Indonesia yang ingin membangun ekonomi tumbuh berkeadilan, namun hal tersebut tanpa dibarengi dengan kemampuan peneriman pajak yang dapat ...
Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:05 WIB

Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa

Terpidana kasus terorisme pelatihan militer Pegunungan Jalin Jantho, Aceh, Oman Rachman alias Abu Sulaiman Aman Abdurrahman kembali menjalani pemeriksaan di ...
Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:49 WIB

Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kedatangan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke peringatan HUT RI di Istana Kepresidenan memberikan ...
Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:16 WIB

Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak bangsa Indonesia menjadikan momen peringatan Hari Konstitusi untuk senantiasa mengingat dan meneruskan visi para pendiri ...