Jumat, 20 Oktober 2017 | 15.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Reporter : Fadilah | Selasa, 29 November 2016 - 16:06 WIB

IMG-18747

Menkeu, Sri Mulyani. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati hadir dalam acara Risk & Governance Summit (RGS), Selasa (29/11/2016) yang digelar di Djakarta Theater, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Bertindak sebagai pembicara, wanita yang akrab disapa Ani itu membagikan kisah tentang salah satu tantangan yang kerap dihadapinya sebagaimana pejabat.

Kata Ani saat dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepatnya pada tahun 2008, dirinya pernah ditawari amplop berisikan uang untuk memuluskan suatu rencana oleh seorang Gubernur. Tak tanggung-tanggung uang tersebut dalam bentuk pecahan Dollar Amerika Serikat.

“Rezim beberapa kepala daerah, kalau tidak sowan ke Kementerian Keuangan, uang tidak akan datang tepat waktu,” bebernya.

Masih kata Ani, Gubernur itu datang bertemu Sri Mulyani untuk meminta Dana Bagi Hasil (DBH) migas bisa ditransfer tepat waktu. Saat itu, pencairan DBH ke Pemda kerap terlambat. Karena harga minyak yang sedang rendah.

“Gubernur datang ke saya dan bilang, ‘Bu DBH daerah saya tolong dikirim dong. Lalu dia pergi (Gubernur) dia tinggalkan amplop isinya dolar. Saya katakan ke gubernur, Pak saya anggap ini keteledoran pertama saya, kalau tidak (diambil kembali amplopnya), saya akan sampaikan ini ke KPK,” ujarnya.

Tidak hanya saat menjabat sebagai Menkeu, saat menjabat sebagai Direktur World Bank pun dia pernah mengalami hal yang serupa. Namun pemberian barang atau uang itu biasanya dilakukan oleh presiden dari suatu negara

“Kadang kayak di Afrika kita bangun jembatan, bendungan, listrik, jalan, karena dia negara miskin sekali, senang kita bantu bangun. Presidennya datang ke kami memberikan hadiah,” katanya.

Bahkan bukan hanya hadiah, tetapi juga sebuah penghargaan. Hanya saja, siapa pun pegawai di World Bank tidak boleh menerima apapun itu.

“Walaupun secara diplomasi ini memalukan ketika kami menolak. Kalau pun terpaksa kami menerima, kami beli hadiahnya dengan uang sendiri, dan di-disclosedan diserahkan ke Bank Dunia,” ucap dia.

Dari beberapa contoh tersebut lanjut Ani, pemberian hadiah, baik sebagai ungkapan terima kasih maupun sogokan banyak terjadi meski di organisasi selevel World Bank sekalipun. Maka, integritas dan etika yang paling utama dalam mengemban jabatan.

“Karena banyak procurement (pengadaan) di World Bank sendiri banyak yang dikasihkan ke teman-temannya sendiri. Itulah kenapa dalam banyak keputusan, orang di World Bank sebut saya tetap integritas. Kita ini manusia biasa, maka institusi harus menjaga dan menguatkan kita,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:44 WIB

Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti polemik reklamasi yang saat ini masih bergulir. Dia mengaku heran dengan pencabutan moratorium persis ...
Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:35 WIB

Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati

Maskapai nasional Garuda Indonesia siap mengembangkan potensi Bandara Kertajati di Majalengak, Jawa Barat. Pengembangan tersebut tertuang dalam penandatangan kerjasama yang ...
Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya

Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ulang sikap Gerindra menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang ...
Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:28 WIB

Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen

Dalam kunjungannya dihari ketiga, Kamis (19/10) ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura. Keduanya ...
Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:19 WIB

Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah

Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah Jokowi dalam mendorong  perbaikan iklim investasi dan  ekonomi Indonesia dinilai masih jauh dari ...
Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:54 WIB

Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong

Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri sidang kasus dugaan korupsi e-KTP sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias ...