Senin, 24 April 2017 | 12.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Reporter : Fadilah | Selasa, 29 November 2016 - 16:06 WIB

IMG-18747

Menkeu, Sri Mulyani. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati hadir dalam acara Risk & Governance Summit (RGS), Selasa (29/11/2016) yang digelar di Djakarta Theater, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Bertindak sebagai pembicara, wanita yang akrab disapa Ani itu membagikan kisah tentang salah satu tantangan yang kerap dihadapinya sebagaimana pejabat.

Kata Ani saat dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepatnya pada tahun 2008, dirinya pernah ditawari amplop berisikan uang untuk memuluskan suatu rencana oleh seorang Gubernur. Tak tanggung-tanggung uang tersebut dalam bentuk pecahan Dollar Amerika Serikat.

“Rezim beberapa kepala daerah, kalau tidak sowan ke Kementerian Keuangan, uang tidak akan datang tepat waktu,” bebernya.

Masih kata Ani, Gubernur itu datang bertemu Sri Mulyani untuk meminta Dana Bagi Hasil (DBH) migas bisa ditransfer tepat waktu. Saat itu, pencairan DBH ke Pemda kerap terlambat. Karena harga minyak yang sedang rendah.

“Gubernur datang ke saya dan bilang, ‘Bu DBH daerah saya tolong dikirim dong. Lalu dia pergi (Gubernur) dia tinggalkan amplop isinya dolar. Saya katakan ke gubernur, Pak saya anggap ini keteledoran pertama saya, kalau tidak (diambil kembali amplopnya), saya akan sampaikan ini ke KPK,” ujarnya.

Tidak hanya saat menjabat sebagai Menkeu, saat menjabat sebagai Direktur World Bank pun dia pernah mengalami hal yang serupa. Namun pemberian barang atau uang itu biasanya dilakukan oleh presiden dari suatu negara

“Kadang kayak di Afrika kita bangun jembatan, bendungan, listrik, jalan, karena dia negara miskin sekali, senang kita bantu bangun. Presidennya datang ke kami memberikan hadiah,” katanya.

Bahkan bukan hanya hadiah, tetapi juga sebuah penghargaan. Hanya saja, siapa pun pegawai di World Bank tidak boleh menerima apapun itu.

“Walaupun secara diplomasi ini memalukan ketika kami menolak. Kalau pun terpaksa kami menerima, kami beli hadiahnya dengan uang sendiri, dan di-disclosedan diserahkan ke Bank Dunia,” ucap dia.

Dari beberapa contoh tersebut lanjut Ani, pemberian hadiah, baik sebagai ungkapan terima kasih maupun sogokan banyak terjadi meski di organisasi selevel World Bank sekalipun. Maka, integritas dan etika yang paling utama dalam mengemban jabatan.

“Karena banyak procurement (pengadaan) di World Bank sendiri banyak yang dikasihkan ke teman-temannya sendiri. Itulah kenapa dalam banyak keputusan, orang di World Bank sebut saya tetap integritas. Kita ini manusia biasa, maka institusi harus menjaga dan menguatkan kita,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...