Rabu, 18 Januari 2017 | 00.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Reporter : Fadilah | Selasa, 29 November 2016 - 16:06 WIB

IMG-18747

Menkeu, Sri Mulyani. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati hadir dalam acara Risk & Governance Summit (RGS), Selasa (29/11/2016) yang digelar di Djakarta Theater, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Bertindak sebagai pembicara, wanita yang akrab disapa Ani itu membagikan kisah tentang salah satu tantangan yang kerap dihadapinya sebagaimana pejabat.

Kata Ani saat dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepatnya pada tahun 2008, dirinya pernah ditawari amplop berisikan uang untuk memuluskan suatu rencana oleh seorang Gubernur. Tak tanggung-tanggung uang tersebut dalam bentuk pecahan Dollar Amerika Serikat.

“Rezim beberapa kepala daerah, kalau tidak sowan ke Kementerian Keuangan, uang tidak akan datang tepat waktu,” bebernya.

Masih kata Ani, Gubernur itu datang bertemu Sri Mulyani untuk meminta Dana Bagi Hasil (DBH) migas bisa ditransfer tepat waktu. Saat itu, pencairan DBH ke Pemda kerap terlambat. Karena harga minyak yang sedang rendah.

“Gubernur datang ke saya dan bilang, ‘Bu DBH daerah saya tolong dikirim dong. Lalu dia pergi (Gubernur) dia tinggalkan amplop isinya dolar. Saya katakan ke gubernur, Pak saya anggap ini keteledoran pertama saya, kalau tidak (diambil kembali amplopnya), saya akan sampaikan ini ke KPK,” ujarnya.

Tidak hanya saat menjabat sebagai Menkeu, saat menjabat sebagai Direktur World Bank pun dia pernah mengalami hal yang serupa. Namun pemberian barang atau uang itu biasanya dilakukan oleh presiden dari suatu negara

“Kadang kayak di Afrika kita bangun jembatan, bendungan, listrik, jalan, karena dia negara miskin sekali, senang kita bantu bangun. Presidennya datang ke kami memberikan hadiah,” katanya.

Bahkan bukan hanya hadiah, tetapi juga sebuah penghargaan. Hanya saja, siapa pun pegawai di World Bank tidak boleh menerima apapun itu.

“Walaupun secara diplomasi ini memalukan ketika kami menolak. Kalau pun terpaksa kami menerima, kami beli hadiahnya dengan uang sendiri, dan di-disclosedan diserahkan ke Bank Dunia,” ucap dia.

Dari beberapa contoh tersebut lanjut Ani, pemberian hadiah, baik sebagai ungkapan terima kasih maupun sogokan banyak terjadi meski di organisasi selevel World Bank sekalipun. Maka, integritas dan etika yang paling utama dalam mengemban jabatan.

“Karena banyak procurement (pengadaan) di World Bank sendiri banyak yang dikasihkan ke teman-temannya sendiri. Itulah kenapa dalam banyak keputusan, orang di World Bank sebut saya tetap integritas. Kita ini manusia biasa, maka institusi harus menjaga dan menguatkan kita,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...