Selasa, 12 Desember 2017 | 11.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Curhat Menkeu: Jadi Menteri Harus Punya Integritas Saat Disodori Amplop Berisi Dollar

Reporter : Fadilah | Selasa, 29 November 2016 - 16:06 WIB

IMG-18747

Menkeu, Sri Mulyani. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati hadir dalam acara Risk & Governance Summit (RGS), Selasa (29/11/2016) yang digelar di Djakarta Theater, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Bertindak sebagai pembicara, wanita yang akrab disapa Ani itu membagikan kisah tentang salah satu tantangan yang kerap dihadapinya sebagaimana pejabat.

Kata Ani saat dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepatnya pada tahun 2008, dirinya pernah ditawari amplop berisikan uang untuk memuluskan suatu rencana oleh seorang Gubernur. Tak tanggung-tanggung uang tersebut dalam bentuk pecahan Dollar Amerika Serikat.

“Rezim beberapa kepala daerah, kalau tidak sowan ke Kementerian Keuangan, uang tidak akan datang tepat waktu,” bebernya.

Masih kata Ani, Gubernur itu datang bertemu Sri Mulyani untuk meminta Dana Bagi Hasil (DBH) migas bisa ditransfer tepat waktu. Saat itu, pencairan DBH ke Pemda kerap terlambat. Karena harga minyak yang sedang rendah.

“Gubernur datang ke saya dan bilang, ‘Bu DBH daerah saya tolong dikirim dong. Lalu dia pergi (Gubernur) dia tinggalkan amplop isinya dolar. Saya katakan ke gubernur, Pak saya anggap ini keteledoran pertama saya, kalau tidak (diambil kembali amplopnya), saya akan sampaikan ini ke KPK,” ujarnya.

Tidak hanya saat menjabat sebagai Menkeu, saat menjabat sebagai Direktur World Bank pun dia pernah mengalami hal yang serupa. Namun pemberian barang atau uang itu biasanya dilakukan oleh presiden dari suatu negara

“Kadang kayak di Afrika kita bangun jembatan, bendungan, listrik, jalan, karena dia negara miskin sekali, senang kita bantu bangun. Presidennya datang ke kami memberikan hadiah,” katanya.

Bahkan bukan hanya hadiah, tetapi juga sebuah penghargaan. Hanya saja, siapa pun pegawai di World Bank tidak boleh menerima apapun itu.

“Walaupun secara diplomasi ini memalukan ketika kami menolak. Kalau pun terpaksa kami menerima, kami beli hadiahnya dengan uang sendiri, dan di-disclosedan diserahkan ke Bank Dunia,” ucap dia.

Dari beberapa contoh tersebut lanjut Ani, pemberian hadiah, baik sebagai ungkapan terima kasih maupun sogokan banyak terjadi meski di organisasi selevel World Bank sekalipun. Maka, integritas dan etika yang paling utama dalam mengemban jabatan.

“Karena banyak procurement (pengadaan) di World Bank sendiri banyak yang dikasihkan ke teman-temannya sendiri. Itulah kenapa dalam banyak keputusan, orang di World Bank sebut saya tetap integritas. Kita ini manusia biasa, maka institusi harus menjaga dan menguatkan kita,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...
Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:30 WIB

Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo

Politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin mengaku tak masalah jika dirinya batal menjadi ketua DPR.Rapat Badan Musyawarah (Bamus) hari ini menyerahkan ...