Kamis, 23 Februari 2017 | 05.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Diprediksi Tumbuh 5 Persen, Perekonomian Indonesia Cukup Lentur di 2016

Diprediksi Tumbuh 5 Persen, Perekonomian Indonesia Cukup Lentur di 2016

Reporter : Sindi Violinda | Rabu, 30 November 2016 - 08:44 WIB

IMG-18754

Gubernur BI, Agus Marto. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Bank Indonesia (BI) melihat ekonomi nasional masih cukup lentur menyesuaikan dan merespon berlanjutnya resiko ekonomi global.

Meskipun di tengah perekonomian global yang melemah, ekonomi Indonesia sampai triwulan III-2016 masih 5,02% (yoy) dan meningkat dibandingkan capaian 2015.

Bahkan BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 akan berada di sekitar 5% dan lebih rendah dibandingkan dengan 5,2% hingga 5,6% perkiraan awal Bank Indonesia dipenghujung tahun 2015.

Gubernur Bank Indonesia, Agus. D.W. Martowardojo dalam keterangan tertulisnya yang diterima KiniNews, Selasa (29/11/2016) mengatakan, angka tersebut tetap mengesankan dibandingkan dengan capaian Negara lain yang masih perlu berusaha keras mendorong pertumbuhan ekonominya.

Menurutnya, kelenturan ekonomi Indonesia masih banyak dipengaruhi permintaan domestik.

Sampai triwulan III-2016, permintaan domestik masih dalam tren meningkat sehingga tidak meminimalkan dampak menurunnya kinerja sektor eksternal.

“Bahkan konsumsi rumah tangga non makanan sudah dalam tren meningkat sejak 2011. Sejalan dengan itu, peran kredit rupiah sebagai sumber pembiayaan domestik juga dalam tren meningkat,” terangnya.

Sementara secara regional, kata Agus, ada beberapa provinsi yang sudah bertumbuh di atas 6 persen, seperti di wilayah Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara.

“Kondisi ini dipengaruhi dampak positif transisi perekonomian di wilayah tersebut,” ucapnya.

Namun, Agus mengatakan beberapa provinsi di Sumatera, Kalimantan dan Papua masihtumbuh di bawah 4% sehingga perlu terus mendapat perhatian.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat
Hukum - Rabu, 22 Februari 2017 - 22:29 WIB

Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar membantah ada keterlibatan hakim lain dalam kasus yang menjeratnya.Menurutnya, kasus penerimaan suap atas Undang-undang ...
Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur
Ekonomi - Rabu, 22 Februari 2017 - 19:07 WIB

Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur

Maskapai Penerbangan Lion Air akan membuka dua rute baru dari Solo ke Kuala Lumpur, Malaysia dengan frekuensi terbang sebanyak satu ...
Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 17:40 WIB

Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi meminta aparatur keamanan segera mengambil sikap atas aksi intimidasi Fredy Tahuney alias Iwan ...
Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 16:28 WIB

Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengklaim tak pernah melakukan kriminalisasi para ulama. Berbeda dengan tuduhan pimpinan Front ...
Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR
Politik - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:52 WIB

Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo yang tidak menggubris status hukum Ahok sebagai tersangka penistaan agama menuai komentar dari ...
Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada
Peristiwa - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:10 WIB

Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada

Gunung-gunung api di Indonesia hingga saat ini masih menggeliat. Bahkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini ada ...