Kamis, 19 Januari 2017 | 09.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dugaan Korupsi di Kemenhan, Oknum Kolonel Jadi Tersangka

Dugaan Korupsi di Kemenhan, Oknum Kolonel Jadi Tersangka

Kamis, 1 Desember 2016 - 14:09 WIB

IMG-18792

Ilustrasi korupsi

Jakarta, kini.co.id – Korupsi dapat terjadi di lembaga manapun di pemerintahan termasuk Kementerian Pertahanan. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo, menyebutkan, ada aliran dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yang ditujukan kepada salah seorang pejabat di Kementerian Pertahanan.

“Nanti Pak Menteri kalau bisa bantu, kami juga memonitor kasusnya Pak Teddy, misalkan. Di sana juga ada mungkin kolonel yang perlu dinaikkan saya pikir. Kalau tidak salah ada Rp 24 miliar (uang) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya beberapa waktu lalu.

Saat ini, oknum kolonel yang diduga menerima aliran dana sebesar Rp24 miliar sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Oknum kolonel berinisial IR ini juga dikabarkan telah dinonaktifkan dari jabatannya di Kemenhan.

“Yang bersangkutan berinisial IR. Info dari penyidik sudah menjadi tersangka,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Hadi Tjahjanto, Kamis (1/12/2016).

Kasus yang menjerat IR, awalnya ditangani Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dan telah dilimpahkan Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU).

“Setelah ditemukan mealui pemeriksaan oleh APIP, proses hukumnya dikembalikan ke satuan asal seperti Brigjen Teddy,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Djundan Eko Bintoro mengatakan, Kolonel IR merupakan pengganti Brigjen Teddy Hernayadi, sebagai Kepala Bidang Pelaksanaan dan Pembiayaan Kemenhan.

“Dalam kasus ini, IR diduga menggunakan uang negara ke rekening pribadinya. Namun, untuk lebih jelas terkait kasusnya, silakan hubungi POM yang menanganinya,” ujarnya.

Sedangkan Teddy Hernayadi sebelumnya dihukum seumur hidup oleh Mahkamah Militer Tinggi II, karena dinilai terbukti melakukan korupsi dalam pembayaran alat utama sistem pertahanan di Kemenhan sejak 2010 hingga 2014.

Akibat perbuatannya, negara dirugikan 12 juta dollar Amerika Serikat.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...