Selasa, 26 September 2017 | 01.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dugaan Korupsi di Kemenhan, Oknum Kolonel Jadi Tersangka

Dugaan Korupsi di Kemenhan, Oknum Kolonel Jadi Tersangka

Kamis, 1 Desember 2016 - 14:09 WIB

IMG-18792

Ilustrasi korupsi

Jakarta, kini.co.id – Korupsi dapat terjadi di lembaga manapun di pemerintahan termasuk Kementerian Pertahanan. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo, menyebutkan, ada aliran dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yang ditujukan kepada salah seorang pejabat di Kementerian Pertahanan.

“Nanti Pak Menteri kalau bisa bantu, kami juga memonitor kasusnya Pak Teddy, misalkan. Di sana juga ada mungkin kolonel yang perlu dinaikkan saya pikir. Kalau tidak salah ada Rp 24 miliar (uang) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya beberapa waktu lalu.

Saat ini, oknum kolonel yang diduga menerima aliran dana sebesar Rp24 miliar sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Oknum kolonel berinisial IR ini juga dikabarkan telah dinonaktifkan dari jabatannya di Kemenhan.

“Yang bersangkutan berinisial IR. Info dari penyidik sudah menjadi tersangka,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Hadi Tjahjanto, Kamis (1/12/2016).

Kasus yang menjerat IR, awalnya ditangani Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dan telah dilimpahkan Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU).

“Setelah ditemukan mealui pemeriksaan oleh APIP, proses hukumnya dikembalikan ke satuan asal seperti Brigjen Teddy,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Djundan Eko Bintoro mengatakan, Kolonel IR merupakan pengganti Brigjen Teddy Hernayadi, sebagai Kepala Bidang Pelaksanaan dan Pembiayaan Kemenhan.

“Dalam kasus ini, IR diduga menggunakan uang negara ke rekening pribadinya. Namun, untuk lebih jelas terkait kasusnya, silakan hubungi POM yang menanganinya,” ujarnya.

Sedangkan Teddy Hernayadi sebelumnya dihukum seumur hidup oleh Mahkamah Militer Tinggi II, karena dinilai terbukti melakukan korupsi dalam pembayaran alat utama sistem pertahanan di Kemenhan sejak 2010 hingga 2014.

Akibat perbuatannya, negara dirugikan 12 juta dollar Amerika Serikat.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 01:37 WIB

Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII

Setelah dicetuskan pada Milad Front Pembela Islam (FPI) ke-19 di Stadion Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (19/8) ...
Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 00:34 WIB

Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi

Ditlantas Polda Metro Jaya mengamankan satu mobil truk pikap yang mencurigakan di Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (25/9) malam. ...
Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik
Pendidikan - Selasa, 26 September 2017 - 00:06 WIB

Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung berpesan setelah selesai menimba ilmu di perguruan tinggi, keinginan para mahasiswa dan orang tua ...
Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad
Peristiwa - Senin, 25 September 2017 - 23:31 WIB

Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Mabes Polri menyatakan bahwa pembelian senjata untuk mempersenjatai anggota Polri adalah dari PT Pindan dengan jumlah pesanan sebanyak 5.000 pucuk ...
Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 23:16 WIB

Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat

CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito memberikan pandangannya terkait pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemerintah ...
IKM perlu manfaatkan platform digital
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 22:31 WIB

IKM perlu manfaatkan platform digital

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital karena dari jumlah penduduk sebesar 250 juta lebih jiwa, sekitar 93,4 juta ...