Senin, 19 Februari 2018 | 10.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Adhie Massardi: Tuduhan Makar kepada Aktivis Tidak Tepat, Ini 100 Persen Politik

Adhie Massardi: Tuduhan Makar kepada Aktivis Tidak Tepat, Ini 100 Persen Politik

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 3 Desember 2016 - 15:17 WIB

IMG-18856

Koordinator Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), Adhie Massardi (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Koordinator Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), Adhie Massardi menyatakan penetapan status tersangka terhadap beberapa aktivis dan tokoh yang hendak mendesak DPR melakukan sidang istimewa bukan merupakan suatu bentuk makar.

“Itu adalah bentuk mengutarakan pendapat, apalagi sebelumnya massa gagal menemui anggota DPR. Kalau polisi berdalih menyelamatkan kekuasaan itu salah, karena menyelamatkan kekuasaan adalah milik rakyat,” kata Adhie dalam sebuah diskusi ‘Dikejar Makar’, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12).

Dikatakannya gerakan-gerakan yang dituduh makar tersebu tidak lain karena dipicu oleh kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, dimana mereka hanya ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya.

“Mengkritisi bukanlah makar. Makar adalah perebutan kekuasaan sacara inkonstitusional dengan melibatkan kekuatan massa,” tegasnya.

Lanjutnya, mencegah makar itu bukan kewenangan polisi. Polisi hanya berwenang menjaga presiden, bukan kekuasannya.

Mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid ini menilia pasal-pasal yang termaktub dalam KUHP terkait gerakan makar sudah tidak relevan di era demokrasi. Kecuali memang upaya penggulingan itu sudah terjadi.

“Polisi jangan menyentuh ke soal itu, makar itu soal politik. Agak riskan kalau kita masuk ke makar, karana ini murni 100 persen politik,” tukasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 10:26 WIB

Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini

Sidang perkara korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar.Agendanya adalah pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut ...
Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres
Politik - Senin, 19 Februari 2018 - 10:05 WIB

Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyayangkan insiden pencegahan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ...
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...