Minggu, 20 Agustus 2017 | 13.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Adhie Massardi: Tuduhan Makar kepada Aktivis Tidak Tepat, Ini 100 Persen Politik

Adhie Massardi: Tuduhan Makar kepada Aktivis Tidak Tepat, Ini 100 Persen Politik

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 3 Desember 2016 - 15:17 WIB

IMG-18856

Koordinator Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), Adhie Massardi (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Koordinator Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), Adhie Massardi menyatakan penetapan status tersangka terhadap beberapa aktivis dan tokoh yang hendak mendesak DPR melakukan sidang istimewa bukan merupakan suatu bentuk makar.

“Itu adalah bentuk mengutarakan pendapat, apalagi sebelumnya massa gagal menemui anggota DPR. Kalau polisi berdalih menyelamatkan kekuasaan itu salah, karena menyelamatkan kekuasaan adalah milik rakyat,” kata Adhie dalam sebuah diskusi ‘Dikejar Makar’, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12).

Dikatakannya gerakan-gerakan yang dituduh makar tersebu tidak lain karena dipicu oleh kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, dimana mereka hanya ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya.

“Mengkritisi bukanlah makar. Makar adalah perebutan kekuasaan sacara inkonstitusional dengan melibatkan kekuatan massa,” tegasnya.

Lanjutnya, mencegah makar itu bukan kewenangan polisi. Polisi hanya berwenang menjaga presiden, bukan kekuasannya.

Mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid ini menilia pasal-pasal yang termaktub dalam KUHP terkait gerakan makar sudah tidak relevan di era demokrasi. Kecuali memang upaya penggulingan itu sudah terjadi.

“Polisi jangan menyentuh ke soal itu, makar itu soal politik. Agak riskan kalau kita masuk ke makar, karana ini murni 100 persen politik,” tukasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi: Tak Usah Diperbesar
Politik - Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:31 WIB

Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi: Tak Usah Diperbesar

Presiden Jokowi mengaku menyesalkan atas insiden kesalahan cetak foto bendera Indonesia terbalik pada buku panduan resmi yang dibagikan secara gratis ...
Kapolda Papua Tegaskan Tak Ada Penambahan Pasukan ke Timika
Nasional - Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:52 WIB

Kapolda Papua Tegaskan Tak Ada Penambahan Pasukan ke Timika

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menegaskan tidak ada penambahan pasukan ke Timika pascaaksi anarkis yang dilakukan ...
Manajemen Freeport Himbau Karyawan Hindari Check Point 28
Nasional - Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:47 WIB

Manajemen Freeport Himbau Karyawan Hindari Check Point 28

Manajemen PT Freeport Indonesia mengimbau para karyawannya agar menghindari Check Point 28 samping Bandara Mozes Kilangin Timika yang sempat diserang ...
Cak Imin: Wujud Nyata PKB Bumikan Pancasila Lewat Sineas
Politik - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 23:48 WIB

Cak Imin: Wujud Nyata PKB Bumikan Pancasila Lewat Sineas

Gelaran PKB Movie Award 2017 yang diinisiasi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) akhirnya berhasil mendaptkan nama-nama nominator terbaik. Ajang yang ...
Demo Karyawan Freeport, Blokade Jalan Utama Timika-Tembagapura
Nasional - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 21:39 WIB

Demo Karyawan Freeport, Blokade Jalan Utama Timika-Tembagapura

Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya yang selama ini mogok kerja di Timika, Papua beserta istri mereka hingga ...
Tito Intruksikan Pengunggah Video Pungli Diberi Penghargaan
Hukum - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:23 WIB

Tito Intruksikan Pengunggah Video Pungli Diberi Penghargaan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Kalimantan Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rachmat Mulyana agar memberikan penghargaan kepada sopir yang mengunggah ...