Senin, 26 Juni 2017 | 17.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Adhie Massardi: Tuduhan Makar kepada Aktivis Tidak Tepat, Ini 100 Persen Politik

Adhie Massardi: Tuduhan Makar kepada Aktivis Tidak Tepat, Ini 100 Persen Politik

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 3 Desember 2016 - 15:17 WIB

IMG-18856

Koordinator Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), Adhie Massardi (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Koordinator Gerakan Indonesia Bersatu (GIB), Adhie Massardi menyatakan penetapan status tersangka terhadap beberapa aktivis dan tokoh yang hendak mendesak DPR melakukan sidang istimewa bukan merupakan suatu bentuk makar.

“Itu adalah bentuk mengutarakan pendapat, apalagi sebelumnya massa gagal menemui anggota DPR. Kalau polisi berdalih menyelamatkan kekuasaan itu salah, karena menyelamatkan kekuasaan adalah milik rakyat,” kata Adhie dalam sebuah diskusi ‘Dikejar Makar’, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12).

Dikatakannya gerakan-gerakan yang dituduh makar tersebu tidak lain karena dipicu oleh kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, dimana mereka hanya ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya.

“Mengkritisi bukanlah makar. Makar adalah perebutan kekuasaan sacara inkonstitusional dengan melibatkan kekuatan massa,” tegasnya.

Lanjutnya, mencegah makar itu bukan kewenangan polisi. Polisi hanya berwenang menjaga presiden, bukan kekuasannya.

Mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid ini menilia pasal-pasal yang termaktub dalam KUHP terkait gerakan makar sudah tidak relevan di era demokrasi. Kecuali memang upaya penggulingan itu sudah terjadi.

“Polisi jangan menyentuh ke soal itu, makar itu soal politik. Agak riskan kalau kita masuk ke makar, karana ini murni 100 persen politik,” tukasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyerangan Mapolda Sumut, IPW  Imbau Polri Lebih Siaga
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 17:00 WIB

Penyerangan Mapolda Sumut, IPW Imbau Polri Lebih Siaga

Jajaran Polri diminta agar lebih bersiaga menyusul serangan yang dilakukan oleh dua orang yang diduga pendukung Islamic State di ...
Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 14:25 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni

PT Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran 1438 Hijriah di gerbang tol (GT) Cikarang Utama terjadi pada H+4 atau ...
Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 12:47 WIB

Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen

Jumlah kendaraaan yang melintasi Tol Cikopo-Palimanan di Gerbang Tol Palimanan Utama hingga Senin (26/6) pagi mengalami kenaikan 20,5%. Kendaraan mudik ...
Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 10:13 WIB

Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus

Polisi menangkap lima orang yang diduga terkait penyerangan pos jaga Mapolda Sumut yang terjadi pada Minggu (25/6). Dari kelima pelaku, ...
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...