Senin, 24 April 2017 | 12.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Atribut HMI Berkibar di Aksi 412, Mulyadi: Ada yang Mencatut !

Atribut HMI Berkibar di Aksi 412, Mulyadi: Ada yang Mencatut !

Minggu, 4 Desember 2016 - 18:10 WIB

IMG-18866

Ketua PB HMI Mulyadi P Tamsir memberikan klarifikasi soal atribut HMI yang berkibar di acara Parade Kita Indonesia (KiniNews/Ryan)

Jakarta, kini.co.id – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengklarifikasi terkait adanya pencatutan nama dan atribut HMI dalam aksi partai politik pendukung Ahok berbalut parade ‘Kita Indonesia’ pada CFD, di Bundaran HI, Minggu (4/12).

Ketua PB HMI Mulyadi P Tamsir menyayangkan pencatutan nama dan atribut-atribut HMI berukuran raksasa berkibar didepan panggung utama aksi parade ‘Kita Indonesia’, bahkan disebutkan dalam pemberitaan salah satu media ada sekitar 700 kader HMI yang terlibat kegiatan tersebut.

“HMI beserta jutaan umat Islam lainnya yang tergabung dalam GNPF-MUI menggelar aksi bela Islam III Super Damai untuk menuntut penegakan hukum dan keadilan atas kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok,” kata Mulyadi dalam keterangan persnya di PB HMI, Jakarta Selatan, Minggu (4/12) sore yang turut didampingi Jubir FPI Munarman.

Bahwa secara institusi PB HMI tidak ikut serta dan tidak pernah menginstruksikan kader untuk hadir dalam gelaran aksi Kita Indonesia tersebut.

Terkiat adanya pihak-pihak lain yang sengaja memanfaatkan HMI dengan cara mencatut simbol HMI maka pihaknya alan menyelidiki siapa yang terlibat.

“Jika terbukti mereka anggota HMI, kami alan memberikan sanksi organisasi secara tegas dan jika pihak lain tentu kami akan melaporkan pencatutan tersebut kepada polisi,” tegas Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, HMI sampai saat ini tetap konsisten dan istiqomah akan tetap bersama barisan umat Islam untuk menegakan hukum atas penistaan agama.

“Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya umat Islam apabila terganggu dengan adanya atribut-atribut HMI yang dicatut dan dibawa oleh oknum yang tidak bertanggungjawab terlibat dalam aksi parade ‘Kita Indonesia’, ” tuturnya.

Seperti diketahui hari ini partai politik pendukung cagub Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengerahkan massa di acara Car Free Daya (CFD) berbalut parade ‘Kita Indonesia’ bahkan massa yang hadir sengaja memamerkan atribut partai dan juga dihadiri Ketua Partai besar diacara tersebut.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...