Kamis, 25 Mei 2017 | 02.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Ini 3 Penyebab Penyimpangan Buah Masih Terjadi di Indonesia

Ini 3 Penyebab Penyimpangan Buah Masih Terjadi di Indonesia

Reporter : Fadilah | Senin, 5 Desember 2016 - 12:40 WIB

IMG-18880

Talkshow 'Menyoal Tingkat Keamanan Pada Buah', di Jakarta, Senin, (5/12/2016). (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai masih banyak titik rawan atas penyimpangan dan pelanggaran terhadap produk beredar buah segar.

Peneliti YLKI Eva Rosita berujar, berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh YLKI, ditemukan tiga indikator penyebab produk buah segar yang beredar di pasaran Jakkarta masih rawan dan tidak aman dikonsumsi.

“Indikator yang dimaksud adalah minimnya aksea informasi produk buab segar, rantai distribusi yang masih bermasalah serta penggunaan bahan berbahaya dalam men-treatment buah segar,” tuturnya dalam talkshow ‘Menyoal Tingkat Keamanan Pada Buah’, di Jakarta, Senin, (5/12/2016).

Lebih lanjut Eva mengatakan, sejauh ini label dalam produk buah segar juga belum menyediakan informasi secara jelas, benar dan jujur seperti yang sibutuhkan oleh konsumen.

Informasi tersebut meliputi, tanggal panen, asal buah dan nutrisi yang terkandung didalamnya.

Sejauh ini, informasi buah segar hanya terdapat di peti kemasan yang berukuran sedang atau besar, dan tidak terakses oleh di peti konsumen.

“Mayoritas masyarakat itu mengonsumsi buah segar secara curah, jadi label informasi buah segar harusnya dipasang dalam kemasan-kemasan curah, bukan di peti kemasan besar seperti yang ada sekarang” katanya.

Selain akses informasi yang minim, permasalahan rantai distribusi juga menjadi masalah klasik dalam peredaran buah segar.

Bahkan untuk buah lokal membutuhkan sembilan rantai distribusi dari petani sampai ketangan konsumen.

“Akibatnya, proses distribusi yang tidak efektif ini menyebabkan produk buah, tak lagi segar ketika sampai ke konsumen,” ucap dia.

Panjangnya rantai distribusi ini menyebabkan buah lokal yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati harus dibuang akibat kondisinya yang sudah tidak layak konsumsi sedangkan sisanya sudah dalam kondisi yang kurang sehar dan sudah kehilangan banyak nutrisi.

“Alhasil untuk menghindari kerugiam dan tetap menarik minat konsumen, oknum pedagang eceran menggunakan segala cara untuk membuat buah nampak terlihat segar, termasuk dengan penggunaan berbagai macam bahan kimia berbahaya,” bebernya.

Menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian (2010), sebanyak 70% buah segar yang beredar di pedagang eceran mengandung formalin.

“Ini dilakukan untuk membuat buah tahan lama dan tetap terlihat segar,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:06 WIB

Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci

Aparat kepolisian memastikan bom bunuh diri di Halte Busway Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) yang menewaskan 2 pelaku dan ...
Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:01 WIB

Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas

Dua pelaku bom bunuh diri di Halte Busway Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) dinyatakan tewas sedangkan 3 ...
Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:11 WIB

Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri

Aparat Kepolisian saat ini masih melakukan proses olah TKP di depan Halte Bus Way, Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, lokasi ...
Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat
Nasional - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:07 WIB

Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat

Dinas Sosial Kota Bekasi, mengungkapkan wilayahnya menjadi sasaran pengiriman gelandangan dan pengemis (gepeng) dari tiga wilayah provinsi di Indonesia menjelang ...
Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 23:28 WIB

Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri

Aroma pascaledakan dugaan bom bunuh diri di Halte Busway Trans Jakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur tercium jelas, Rabu (24/5) malam. ...
Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 22:58 WIB

Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu

Sekitar pukul 21.30 WIB terdengar ledakan keras di Halte Busway Kampung Melayu, Rabu (24/5). Informasi yang dikumpulkan, tiga petugas kepolisian ...