Senin, 26 Juni 2017 | 00.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Ini 3 Penyebab Penyimpangan Buah Masih Terjadi di Indonesia

Ini 3 Penyebab Penyimpangan Buah Masih Terjadi di Indonesia

Reporter : Fadilah | Senin, 5 Desember 2016 - 12:40 WIB

IMG-18880

Talkshow 'Menyoal Tingkat Keamanan Pada Buah', di Jakarta, Senin, (5/12/2016). (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai masih banyak titik rawan atas penyimpangan dan pelanggaran terhadap produk beredar buah segar.

Peneliti YLKI Eva Rosita berujar, berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh YLKI, ditemukan tiga indikator penyebab produk buah segar yang beredar di pasaran Jakkarta masih rawan dan tidak aman dikonsumsi.

“Indikator yang dimaksud adalah minimnya aksea informasi produk buab segar, rantai distribusi yang masih bermasalah serta penggunaan bahan berbahaya dalam men-treatment buah segar,” tuturnya dalam talkshow ‘Menyoal Tingkat Keamanan Pada Buah’, di Jakarta, Senin, (5/12/2016).

Lebih lanjut Eva mengatakan, sejauh ini label dalam produk buah segar juga belum menyediakan informasi secara jelas, benar dan jujur seperti yang sibutuhkan oleh konsumen.

Informasi tersebut meliputi, tanggal panen, asal buah dan nutrisi yang terkandung didalamnya.

Sejauh ini, informasi buah segar hanya terdapat di peti kemasan yang berukuran sedang atau besar, dan tidak terakses oleh di peti konsumen.

“Mayoritas masyarakat itu mengonsumsi buah segar secara curah, jadi label informasi buah segar harusnya dipasang dalam kemasan-kemasan curah, bukan di peti kemasan besar seperti yang ada sekarang” katanya.

Selain akses informasi yang minim, permasalahan rantai distribusi juga menjadi masalah klasik dalam peredaran buah segar.

Bahkan untuk buah lokal membutuhkan sembilan rantai distribusi dari petani sampai ketangan konsumen.

“Akibatnya, proses distribusi yang tidak efektif ini menyebabkan produk buah, tak lagi segar ketika sampai ke konsumen,” ucap dia.

Panjangnya rantai distribusi ini menyebabkan buah lokal yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati harus dibuang akibat kondisinya yang sudah tidak layak konsumsi sedangkan sisanya sudah dalam kondisi yang kurang sehar dan sudah kehilangan banyak nutrisi.

“Alhasil untuk menghindari kerugiam dan tetap menarik minat konsumen, oknum pedagang eceran menggunakan segala cara untuk membuat buah nampak terlihat segar, termasuk dengan penggunaan berbagai macam bahan kimia berbahaya,” bebernya.

Menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian (2010), sebanyak 70% buah segar yang beredar di pedagang eceran mengandung formalin.

“Ini dilakukan untuk membuat buah tahan lama dan tetap terlihat segar,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...
Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:32 WIB

Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI

Tim GNPF-MUI menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/6). Pertemuan Presiden dengan GNPF MUI cukup mendadak ...
Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut
Nasional - Minggu, 25 Juni 2017 - 21:37 WIB

Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut

Paska insiden penyerangan yang dilakukan Hendra dan Sawaludin Pakhpahan, yang diduga merupakan pendukung Islamic State terhadap anggota polisi di ...
Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 20:59 WIB

Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut

Dua orang pelaku yang diduga merupakan pendukung Islamic State , melakukan penyerangan terhadap dua anggota Polda Sumatera Utara yang tengah ...
Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 11:01 WIB

Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir dalam khutbah Idul Fitri 1438 Hijriyah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (25/6) menyebutkan ...