Kamis, 26 April 2018 | 14.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Buah Lokal Kalah Saing, Ini Saran YLKI untuk Pemerintah

Buah Lokal Kalah Saing, Ini Saran YLKI untuk Pemerintah

Reporter : Fadilah | Senin, 5 Desember 2016 - 16:26 WIB

IMG-18895

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan masih terdapat masalah klasik dalam peredaran buah segar yang membuat buah lokal dalam negeri tak dapat bersaing dengan buah dari negara lain seperti China, Australia, dan Amerika Serikat.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan masalah tersebut adalah distribusi peredaran buah dalam negeri yang masih sangat panjang.

Bayangkan saja untuk buah lokal membutuhkan sembilan rantai distribusi dari petani hingga bisa sampai ketangan konsumen.

Proses distribusi yang tidak efektif itu selain menyebabkan harga buah dalam negeri menjadi mahal membuat produk buah juga tak lagi segar ketika sampai ke konsumen.

Panjangnya rantai distribusi menyebabkan buah lokal yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati harus dibuang akibat kondisinya yang sudah tidak layak konsumsi sedangkan sisanya sudah dalam kondisi yang kurang sehat dan sudah kehilangan banyak nutrisi.

“Alhasil untuk menghindari kerugiam dan tetap menarik minat konsumen, oknum pedagang eceran menggunakan segala cara untuk membuat buah nampak terlihat segar, termasuk dengan penggunaan berbagai macam bahan kimia berbahaya,” beber Tulus dalam talkshow ‘Menyoal Tingkat Keamanan Pada Buah’, di Jakarta, Senin, (5/12/2016).

Pernyataan tersebut pun didasari oleh hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian pada tahun 2010. Dimana sebanyak 70% buah segar yang beredar di pedagang eceran mengandung formalin.

“Ini dilakukan untuk membuat buah tahan lama dan tetap terlihat segar,” ucapnya.

Dari hasil kajian tersebut akhirnya, YLKI meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah strategis yang meliputi :

1. Memangkas rantai distribusi buah segar, khususnya lokal. Ini selain untuk menjamin kualitas buah yang dikonsumsi masyarakat tetap segar, juga memangkas biaya distribusi.

2. Menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara merata dalam produksi buah segar oleh petani-petani di Indonesia untuk menjamin kualitas buah lokal yang aman, bernutrisi dan mampu bersaing dengan buah impor.

3. Menyusun ketentuan atau regulasi yang mewajibkan importir atau distributor buah segar untuk menyantumkan label informasi di setiap kemasan buah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...