Selasa, 28 Maret 2017 | 03.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Buah Lokal Kalah Saing, Ini Saran YLKI untuk Pemerintah

Buah Lokal Kalah Saing, Ini Saran YLKI untuk Pemerintah

Reporter : Fadilah | Senin, 5 Desember 2016 - 16:26 WIB

IMG-18895

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan masih terdapat masalah klasik dalam peredaran buah segar yang membuat buah lokal dalam negeri tak dapat bersaing dengan buah dari negara lain seperti China, Australia, dan Amerika Serikat.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan masalah tersebut adalah distribusi peredaran buah dalam negeri yang masih sangat panjang.

Bayangkan saja untuk buah lokal membutuhkan sembilan rantai distribusi dari petani hingga bisa sampai ketangan konsumen.

Proses distribusi yang tidak efektif itu selain menyebabkan harga buah dalam negeri menjadi mahal membuat produk buah juga tak lagi segar ketika sampai ke konsumen.

Panjangnya rantai distribusi menyebabkan buah lokal yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati harus dibuang akibat kondisinya yang sudah tidak layak konsumsi sedangkan sisanya sudah dalam kondisi yang kurang sehat dan sudah kehilangan banyak nutrisi.

“Alhasil untuk menghindari kerugiam dan tetap menarik minat konsumen, oknum pedagang eceran menggunakan segala cara untuk membuat buah nampak terlihat segar, termasuk dengan penggunaan berbagai macam bahan kimia berbahaya,” beber Tulus dalam talkshow ‘Menyoal Tingkat Keamanan Pada Buah’, di Jakarta, Senin, (5/12/2016).

Pernyataan tersebut pun didasari oleh hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian pada tahun 2010. Dimana sebanyak 70% buah segar yang beredar di pedagang eceran mengandung formalin.

“Ini dilakukan untuk membuat buah tahan lama dan tetap terlihat segar,” ucapnya.

Dari hasil kajian tersebut akhirnya, YLKI meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah strategis yang meliputi :

1. Memangkas rantai distribusi buah segar, khususnya lokal. Ini selain untuk menjamin kualitas buah yang dikonsumsi masyarakat tetap segar, juga memangkas biaya distribusi.

2. Menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara merata dalam produksi buah segar oleh petani-petani di Indonesia untuk menjamin kualitas buah lokal yang aman, bernutrisi dan mampu bersaing dengan buah impor.

3. Menyusun ketentuan atau regulasi yang mewajibkan importir atau distributor buah segar untuk menyantumkan label informasi di setiap kemasan buah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...