Sabtu, 29 April 2017 | 08.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Buah Lokal Kalah Saing, Ini Saran YLKI untuk Pemerintah

Buah Lokal Kalah Saing, Ini Saran YLKI untuk Pemerintah

Reporter : Fadilah | Senin, 5 Desember 2016 - 16:26 WIB

IMG-18895

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan masih terdapat masalah klasik dalam peredaran buah segar yang membuat buah lokal dalam negeri tak dapat bersaing dengan buah dari negara lain seperti China, Australia, dan Amerika Serikat.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan masalah tersebut adalah distribusi peredaran buah dalam negeri yang masih sangat panjang.

Bayangkan saja untuk buah lokal membutuhkan sembilan rantai distribusi dari petani hingga bisa sampai ketangan konsumen.

Proses distribusi yang tidak efektif itu selain menyebabkan harga buah dalam negeri menjadi mahal membuat produk buah juga tak lagi segar ketika sampai ke konsumen.

Panjangnya rantai distribusi menyebabkan buah lokal yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati harus dibuang akibat kondisinya yang sudah tidak layak konsumsi sedangkan sisanya sudah dalam kondisi yang kurang sehat dan sudah kehilangan banyak nutrisi.

“Alhasil untuk menghindari kerugiam dan tetap menarik minat konsumen, oknum pedagang eceran menggunakan segala cara untuk membuat buah nampak terlihat segar, termasuk dengan penggunaan berbagai macam bahan kimia berbahaya,” beber Tulus dalam talkshow ‘Menyoal Tingkat Keamanan Pada Buah’, di Jakarta, Senin, (5/12/2016).

Pernyataan tersebut pun didasari oleh hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian pada tahun 2010. Dimana sebanyak 70% buah segar yang beredar di pedagang eceran mengandung formalin.

“Ini dilakukan untuk membuat buah tahan lama dan tetap terlihat segar,” ucapnya.

Dari hasil kajian tersebut akhirnya, YLKI meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah strategis yang meliputi :

1. Memangkas rantai distribusi buah segar, khususnya lokal. Ini selain untuk menjamin kualitas buah yang dikonsumsi masyarakat tetap segar, juga memangkas biaya distribusi.

2. Menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara merata dalam produksi buah segar oleh petani-petani di Indonesia untuk menjamin kualitas buah lokal yang aman, bernutrisi dan mampu bersaing dengan buah impor.

3. Menyusun ketentuan atau regulasi yang mewajibkan importir atau distributor buah segar untuk menyantumkan label informasi di setiap kemasan buah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Terus Uber Keberadaan  Miryan S Haryani
Hukum - Sabtu, 29 April 2017 - 01:50 WIB

KPK Terus Uber Keberadaan Miryan S Haryani

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan terus melakukan pencarian secara intensif terhadap anggota DPR, Miryam S Haryani yang telah menghilang dan ...
Fadh El Fouz Huni Rutan Guntur
Hukum - Sabtu, 29 April 2017 - 01:42 WIB

Fadh El Fouz Huni Rutan Guntur

Tersangka kasus suap proyek pengadaan Al Quran dan Laboratorium Komputer MTS di Kementerian Agama, Fadh El Fouz alias Fadh A ...
Ketika Sirra Prayuna Bacakan Puisi Mengenang Chairil Anwar
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 20:41 WIB

Ketika Sirra Prayuna Bacakan Puisi Mengenang Chairil Anwar

Biasanya kita melihat kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnma alias Ahok, Sirra Prayuna serius saat mendampingi kliennya dalam sidang dugaan penistaan ...
Begini kata Pengamat soal Hacker Laman Telkomsel
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 20:23 WIB

Begini kata Pengamat soal Hacker Laman Telkomsel

Berhasil masuknya peretas alias hacker ke laman milik Telkomsel membuat Pakar keamanan siber Pratama Persadha kecewa dengan mahalnya tarif internet ...
Komnas HAM Didesak Bentuk TGPF Teror Aktivis dan Ulama
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 18:54 WIB

Komnas HAM Didesak Bentuk TGPF Teror Aktivis dan Ulama

Sejumlah aktivis nasional mulai dari mantan Ketua MPR Amien Rais, advokat Eggi Sudjana, Mahendratta, Ketua Progres 98 Faizal Assegat dan ...
Menag Keluarkan 9 Imbauan Ceramah di Tempat Ibadah
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 17:19 WIB

Menag Keluarkan 9 Imbauan Ceramah di Tempat Ibadah

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan imbauannya tentang ceramah di rumah ibadah. Seruan itu merupakan respons dari fenomena yang ...