Selasa, 24 Januari 2017 | 06.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Buah Lokal Kalah Saing, Ini Saran YLKI untuk Pemerintah

Buah Lokal Kalah Saing, Ini Saran YLKI untuk Pemerintah

Reporter : Fadilah | Senin, 5 Desember 2016 - 16:26 WIB

IMG-18895

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan masih terdapat masalah klasik dalam peredaran buah segar yang membuat buah lokal dalam negeri tak dapat bersaing dengan buah dari negara lain seperti China, Australia, dan Amerika Serikat.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan masalah tersebut adalah distribusi peredaran buah dalam negeri yang masih sangat panjang.

Bayangkan saja untuk buah lokal membutuhkan sembilan rantai distribusi dari petani hingga bisa sampai ketangan konsumen.

Proses distribusi yang tidak efektif itu selain menyebabkan harga buah dalam negeri menjadi mahal membuat produk buah juga tak lagi segar ketika sampai ke konsumen.

Panjangnya rantai distribusi menyebabkan buah lokal yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati harus dibuang akibat kondisinya yang sudah tidak layak konsumsi sedangkan sisanya sudah dalam kondisi yang kurang sehat dan sudah kehilangan banyak nutrisi.

“Alhasil untuk menghindari kerugiam dan tetap menarik minat konsumen, oknum pedagang eceran menggunakan segala cara untuk membuat buah nampak terlihat segar, termasuk dengan penggunaan berbagai macam bahan kimia berbahaya,” beber Tulus dalam talkshow ‘Menyoal Tingkat Keamanan Pada Buah’, di Jakarta, Senin, (5/12/2016).

Pernyataan tersebut pun didasari oleh hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian pada tahun 2010. Dimana sebanyak 70% buah segar yang beredar di pedagang eceran mengandung formalin.

“Ini dilakukan untuk membuat buah tahan lama dan tetap terlihat segar,” ucapnya.

Dari hasil kajian tersebut akhirnya, YLKI meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah strategis yang meliputi :

1. Memangkas rantai distribusi buah segar, khususnya lokal. Ini selain untuk menjamin kualitas buah yang dikonsumsi masyarakat tetap segar, juga memangkas biaya distribusi.

2. Menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara merata dalam produksi buah segar oleh petani-petani di Indonesia untuk menjamin kualitas buah lokal yang aman, bernutrisi dan mampu bersaing dengan buah impor.

3. Menyusun ketentuan atau regulasi yang mewajibkan importir atau distributor buah segar untuk menyantumkan label informasi di setiap kemasan buah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan
Nasional - Selasa, 24 Januari 2017 - 00:08 WIB

Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan

Tujuh belas orang WNI yang diduga bergabung dengan ISIS dan di deportasi Pemerintah Turki ke Indonesia saat ini masih menjalani ...
Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 22:07 WIB

Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mempertanyakan simbol Palu-Arit yang terdapat pada uang pecahan baru Bank Indonesia. ...
Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 17:24 WIB

Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK); Febri Diansyah mengatakan penyidik bisa saja kembali memanggil istri mantan Direktur PT Garuda ...
Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:59 WIB

Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun

Wakil Direktur MAK, Virgo Sulianto Gohardi mengatakan modus jual beli jabatan seringkali dilakukan pada moment menjelang atau setelah Pilkada."Tujuannya adalah ...
Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:57 WIB

Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Virgo Sulianto Gohardi menduga sekitar 90% dari proses pengisian 21.000 jabatan kepala dinas di ...
Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan
Peristiwa - Senin, 23 Januari 2017 - 14:24 WIB

Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan

Dukungan terhadap imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengalir dari berbagai kalangan, termasuk selebritis.Pelawak Kiwil misalnya, yang ...