Selasa, 28 Februari 2017 | 21.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Tito Ungkap Alasan Tak Tahan Ahok, Takut Timbulkan Kegaduhan

Tito Ungkap Alasan Tak Tahan Ahok, Takut Timbulkan Kegaduhan

Reporter : Rakisa | Senin, 5 Desember 2016 - 16:31 WIB

IMG-18896

Kapolri, Komjen Tito Karnavian. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Dicecar pertanyaan Komisi III DPR terkait alasan Polri tidak melakukan penahanan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Kapolri Jenderal Tito Karnavian nampaknya benar-benar terpojok dalam rapat yang berlansgung di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (5/12).

Jendral Tito Karnavian hanya bisa menjelaskan, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap Ahok karena pertimbangan obyektif dan subyektif. Tito seperti mengulang pernyataannya kepada wartawan saat kepolisian menetapkan Ahok sebagai tersangka.

Ia mengungkapkan alasan yang sesungguhnya. Bahwa pihaknya tidak melakukan menahan terhadap Ahok karena khawatir menimbulkan kegaduhan.

“Penahanan dilakukan apabila ada faktor obyektif dan subyektif. Sebaliknya kalau belum bulat maka kita tidak ingin mengambil risiko untuk melakukan penahanan,” kata Tito dihadapan anggota Komisi III DPR.

Tito menjelaskan faktor obyektif adalah ketika, penyidik bulat, mutlak dan telak mereka menyatakan yakin. Sebaliknya kalau belum bulat maka kita tidak ingin mengambil resiko untuk melakukan penahanan.

“Jadi fakta hukum menjadi masalah bukan karena tekanan publik,” tambahnya.

Masih kata Tito dalam kasus penistaan agama sebelumnya, seperti Arswendo Atmowiloto, Ahmad Musadeq, dan Lia Aminudin atau Lia Eden, mereka dilakukan penahanan karena ketika itu penyidik menganggap kasus ini telak dan mutlak. ‎ Dalam kasus Lia Eden misalnya, pembuktiannya juga mudah karena yang bersangkutan menganggap titisan Nabi Muhammad SAW.

“Itu juga pembuktiannya sangat mudah karena bagi umat Islam Nabi muhammad adalah satu,” kata Tito.

Namun berbeda dengan kasus Ahok, yang isinya adalah ungkapan perkataan dan hal itu memerlukan memerlukan keterangan ahli berbeda.

“Ini berbeda, karena pembicaraannya adalah ungkapan perkataan yang butuh keterangan ahli. Maka kami sampaikan ke banyak pihak bahwa langkah penahanan tidak dilakukan,” tuturnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 17:41 WIB

Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Dicky Irawan menyebutkan pihanya ...
TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:44 WIB

TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Gabungan Pengamanan Very-Very Important Person (VVIP) kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul ...
TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:24 WIB

TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Walikota Madiun, Bambang Irianto. Dalam mengusut ...
Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:22 WIB

Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara

Pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, (28/2/2017).Soetikno yang diperiksa sejak ...
Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…
Ekonomi - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:18 WIB

Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…

Polemik perusahaan tambang di Papua, Freeport masih terus berlangsung.Masalah semakin melebar ketika Freeport berkeras ingin menentang peraturan pemerintah Indonesia. Dan ...
Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 15:32 WIB

Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab hadir di sidang ke-12 dugaan penistaan agama sebagai ahli agama, Selasa (28/2/2017).Rizieq pun mengaku ...