Kamis, 23 Maret 2017 | 09.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Waow, Polri Habiskan 76 Miliar untuk Pengamanan Aksi Bela Islam II dan III Super Damai

Waow, Polri Habiskan 76 Miliar untuk Pengamanan Aksi Bela Islam II dan III Super Damai

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 5 Desember 2016 - 21:22 WIB

IMG-18901

Jutaan umat Islam melakukan sholat Jumat di Monas dalam aksi bela Islam III Super Damai (KiniNews/Reuter)

Jakarta, kini.co.id – Anggaran pengamanan yang dikeluarkan Polri untuk pengamanan Aksi Bela Islam II pada 4 November dan Aksi Bela Islam III Super Damai pada 2 Desember rupanya tak sedikit bahkan terbilang super mahal dalam sepanjang pengamanan aksi demonstrasi, total anggaran yang dikeluar korps coklat tersebut mencapai puluhan miliar. Anggaran tersebut dikeluarkan untuk persiapan satu minggu sebelum hari H dan sesudahnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan anggaran yang dikeluarkan untuk pengamanan demonstrasi 4 November dan 2 Desember, total mencapai Rp76 miliar.

“Biaya 4 November hampir Rp33 miliar, untuk 2 Desember itu Rp43 miliar. Kenapa? Karena melibatkan jumlah personil yang cukup banyak,” kata Tito dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Senayan, Senin (5/12).

Tito menjelaskan, jumlah pasukan pengamanan yang dikerahkan adalah sebanyak 20 ribu lebih pada 4 November dan pada 2 Desember hampir mencapai 27 ribu.

Lanjutnya, besarnya anggaran yang dikeluarkan dalam pengamanan aksi tersebut meliputi untuk persiapan satu minggu sebelum dan satu minggu setelah hari H.

Selain untuk pengamanan dua momen aksi yang melibatkan jutaan peseta tersebut, kata Tito pihaknya juga telah mengajukan anggaran untuk pengamanan hingga akhir tahun seperti untuk kegiatan persiapan natal, dan menjelang akhir tahun yang mencapai Rp95 miliar kepada Kementrian Keuangan.

“Kita juga sudah ajukan anggaran Rp95 miliar ke Menkeu untuk kontingensi demo dan lain-lain sampai akhir tahun, dan alhamdulillah sudah didukung,” bebernya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...