Kamis, 23 Maret 2017 | 09.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Presiden Kembali Nyatakan Perang Besar Terhadap Narkoba

Presiden Kembali Nyatakan Perang Besar Terhadap Narkoba

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 6 Desember 2016 - 12:50 WIB

IMG-18918

Kepala BNN Budi Waseso menunjukkan barang bukti narkoba yang akan dimusnahkan kepada Presiden Jokowi, di lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (3/12). (KiniNews/Wahyu)

JAKARTA, kini.co.id – Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa pemerintah menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba. Ia tak bosan-bosan mengulang hal itu mengingat banyaknya kasus penyalagunaan narkoba.

“Kalau melihat barang seperti ini, kita harus sekali lagi menyatakan perang besar terhadap narkoba,” kata Presiden saat hadir dalam pemusanahan barang bukti berbagai narkoba di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (6/12).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso, dalam laporannya menyebutkan sebanyak 445 kilogram sabu, 190.840 butir ekstasi, 422 kilogram ganja kering, dan 323 ribu butir erimin five.

“Semua itu merupakan barang bukti narkoba hasil penindakan kejahatan narkoba sejak dua bulan terakhir yang didapatkan dari 29 tersangka,” kata Buwas.

Mendengar laporan Buwas, Jokowi sekali mengingatkan betapa banyak korban yang berjatuhan, terutama generasi muda akibat penyalagunaan narkoba.

“Ini jumlah yang sangat besar sekali,” ujar Presiden menanggapi laporan tersebut.

“Sekali lagi saya sampaikan, 15 ribu generasi muda kita mati setiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar dan bandar yang mati setiap tahunnya? Ini pertanyaan untuk Kepala BNN. Tolong ini diberikan garis bawah,” tambah Jokowi.

Dalam pemusnahan barang bukti narkotika tersebut sejumlah pejabat tinggi negara tampak hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso, dan Plt. Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...