Selasa, 17 Oktober 2017 | 16.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Akan Terjadi Kenaikan Penumpang di Seluruh Moda Transportasi, Ini Persiapan Kemenhub

Akan Terjadi Kenaikan Penumpang di Seluruh Moda Transportasi, Ini Persiapan Kemenhub

Reporter : Fadilah | Selasa, 6 Desember 2016 - 17:03 WIB

IMG-18937

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dalam Konferensi Pers, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa, (6/12/2016). (KiniNews/Fadilah)

Jakarta, kini.co.id – Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 akan segera tiba. Dilihat dari pengalaman Nataru tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Perhubungan RI memprediksi akan terjadi kenaikan penumpang pada seluruh moda transportasi umum baik darat, laut, maupun udara.

Kementerian Perhubungan RI memiliki tugas untuk mengurai kemacetan di jalan raya dan mengatur ledakan di penumpang moda transportasi, baik kereta api, kapal laut, maupun pesawat. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim pihaknya telah menyiapkan semuanya dengan cukup baik.

Untuk sarana angkutan darat kata dia, telah disiapkan sebanyak 44.871 bus yang terdiri dari AKAP, AKDP, dan bus pariwisata. Untuk terminalnya akan disiagakan 45 terminal di seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk angkutan penyeberangan, disediakan 181 kapak Ro-Ro dengan prasarananya berupa 8 perlintasan, 27 unit mobil Bridgestone (MB), 2 unit ponton, dan 12 unit plengsengan,” beber Budi, di Jakarta, Selasa, (6/12/2016).

Untuk angkutan Kereta Api (KAI) telah disiapkan 442 lokomotif yang siap beroperasi dan 28 cadangan dengan 1.547 kereta, 161 kereta cadangan. ‎Jumlah rangkai kereta api yang akan dipeoperasikan sebanyak 354 kereta dengan kapasitas angkut 212.348 tempat duduk.

‎Untuk angkutan laut, sarana yang disiapkan 26 kapal dari PT Pelni, 96 kapal perintis, 22 kapal Ro-Ro dan swasta, 906 kapal jarak dengan sehingga total mencapai 1.112 kapal. Kapasitas penumpang yang bisa terangkut sebesar 3.043.007 penumpang.

Sedangkan untuk angkutan udara, disiapkan 498 pesawat dengan kapasitas angkut 8,1 juta tempat duduk untuk penerbangan domestik dan 1,8 juta tempat duduk untuk penerbangan internasional. Sarana bandara yang disiapkan sebanyak 35 bandara.

Mantan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo itu menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap seluruh moda transportasi tersebut.

“Karena kita ingin angkutan lebih baik, dan keselamatan juga tetap terjaga,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu Minta KPU Perbaiki SIPOL
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:25 WIB

Bawaslu Minta KPU Perbaiki SIPOL

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki Sitem Informasi Partai Politik (SIPOL).Hal tersebut lantaran SIPOL ...
Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:56 WIB

Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai tercepat dalam melakukan proses pemberkasan."Partai Golkar ...
Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:51 WIB

Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport

Menteri Perdagangan AS menggelar jamuan makan malam dengan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan.Pada kesempatan itu, Mendag AS, ...
Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:20 WIB

Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun

Puluhan perusahaan industri baja, petrokimia dan pupuk saat ini tengah menanti kepastian penurunan harga gas industri yang sudah diajukan Kementerian ...
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...