Rabu, 24 Mei 2017 | 09.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Angkutan Barang Dilarang Melintas, Kemenhub Minta Pengusaha Logistik Mengerti

Angkutan Barang Dilarang Melintas, Kemenhub Minta Pengusaha Logistik Mengerti

Reporter : Fadilah | Selasa, 6 Desember 2016 - 17:06 WIB

IMG-18938

Kendaraan padat di tol Palimanan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kementerian Perhubungan RI telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait larangan angkutan barang bersumbu 3 selama libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pudji Hartanto berharap kebijakan tersebut dapat dimengerti dan diterima dengan bijak oleh para pengusaha.

“Karena kebijakan tersebut untuk mengantisipasi kemacetan panjang pada libur panjang kali ini,” tuturnya di Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jakarta Pusat, Selasa, (16/12/2016).

Kebijakan pembatasan ini tidak secara tiba dikeluarkan oleh pemerintah, melainkan telah melalui kajian dan rapat dengan berbagai pihak yang berkepentingan.

Kendati demikian agar tidak terjadi penolakan dari para pengusaha, khususnya pengusaha yang bergerak dibidang logistik, pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih awal.

“Kami sosialisasi lebih awal supaya tidak ada penolakan,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengatakan kebijakan ini nantinya akan dievaluasi kembali. Evaluasi didasarkan pada kondisi lalu lintas (lalin) pada masing-masing ruas.

“Jadi kalau nanti jalan tol tidak macet maka kita akan tetap memperbolehkan truk 3 sumbu melaluinya,” imbuh Budi.

Sebagai informasi, wktu pelaksanaan pembatasan hanya berlaku diwaktu tertentu yakni dimulai pada tanggal 23 Desember 2016 pukul 00:00 hingga tanggal 26 Desember 2016 pukul 24:00.

Pembatasan hanya dilakukan di ruas jalan tertentu saja yakni di ruas jalan Merak-Kembangan Jakarta (Merak-Cikupa-Kembangan-JORR W2), Kembangan Jakarta-JORR W2-Cikunir, Cawang Jakarta-Cileunyi (Cawang-Dawuan-Purbaleunyi), Cawang Jakarta-Brebes Timur (Cawang-Cikarang Utama-Cikopo-Palimanan-Pejagan-Brebes Timur), dan Cawang Jakarta-Bogor-Ciawi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...