Sabtu, 18 November 2017 | 17.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Korban Meninggal Gempa Aceh Bertambah, Kini 94 orang

Korban Meninggal Gempa Aceh Bertambah, Kini 94 orang

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 7 Desember 2016 - 22:30 WIB

IMG-19004

Anggota TNI Saat Mengevakuasi Korban Gempa Pidie Aceh (Ist)

PIDIE JAYA, kini.co.id – Jumlah korban jiwa yang meninggal maupun luka-luka dan kerusakan akibat gempa bumi di Aceh yang terjadi Rabu (7/12) pagi, terus bertambah.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) menyebutkan sebanyak 52 korban jiwa dan ratusan luka-luka. Namun data tersebut masih akan terus bertambah mengingat proses evakuasi yang dilakukan otoritas di Pidei Jaya, Aceh.

Dalam siaran pers terbaru, dari Data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD hingga pukul 15.00 WIB korban meninggal bertambah menjadi 94 jiwa, sebelumnya disebutkan 92 jiwa dengan rincian; Kabupaten Pidie Jaya 91 orang, Kabupaten Bireuen 2 dan Kabupaten Pidie 1 oraang.

Sedangkan luka berat berjumlah 128 jiwa (Kabupaten Pidie Jaya 125, Kabupaten Bireuen 3), luka ringan 489 jiwa (Kabupaten Pidie Jaya 411, Kabupaten Bireuen 78).

Sebagian korban luka-luka dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli. Posko dibuka di RSUD ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan korban yang dirawat.

Hasil kaji cepat kerusakan akibat dampak gempa ini menyebutkan 161 rumah rusak berat (Kabupaten Pidie Jaya 86, Kabupaten Bireuen 35, Kabupaten Pidie 40) dan 105 ruko di Pidie Jaya serta bangunan publik lain, seperti 14 masjid, 1 sekolah dan 1 kesehatan.

Humas BNPB menyebutkan sebanyak 3 eskavator dari tadi pagi telah dikerahkan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya mulai dari pagi tadi dan beberapa alat berat telah dikerahkan untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan.

Sampai saat ini BPBD setempat dibantu TNI, Polri, dinas-dinas terkait, relawan terus melakukan pencarian dan evakuasi. Sekitar 740 personel TNI berada di lokasi terdampak untuk membantu aktivitas tanggap darurat. BPBD sekitar memberikan dukungan personel untuk membantu tanggap darurat di Pidie Jaya.

Untuk membantu tenaga medis menangani korban gempa maka telah dikirim tenaga medis dan obat-obatan dari daerah-daerah sekitar Pidie Jaya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...