Senin, 24 April 2017 | 12.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Korban Meninggal Gempa Aceh Bertambah, Kini 94 orang

Korban Meninggal Gempa Aceh Bertambah, Kini 94 orang

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 7 Desember 2016 - 22:30 WIB

IMG-19004

Anggota TNI Saat Mengevakuasi Korban Gempa Pidie Aceh (Ist)

PIDIE JAYA, kini.co.id – Jumlah korban jiwa yang meninggal maupun luka-luka dan kerusakan akibat gempa bumi di Aceh yang terjadi Rabu (7/12) pagi, terus bertambah.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) menyebutkan sebanyak 52 korban jiwa dan ratusan luka-luka. Namun data tersebut masih akan terus bertambah mengingat proses evakuasi yang dilakukan otoritas di Pidei Jaya, Aceh.

Dalam siaran pers terbaru, dari Data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD hingga pukul 15.00 WIB korban meninggal bertambah menjadi 94 jiwa, sebelumnya disebutkan 92 jiwa dengan rincian; Kabupaten Pidie Jaya 91 orang, Kabupaten Bireuen 2 dan Kabupaten Pidie 1 oraang.

Sedangkan luka berat berjumlah 128 jiwa (Kabupaten Pidie Jaya 125, Kabupaten Bireuen 3), luka ringan 489 jiwa (Kabupaten Pidie Jaya 411, Kabupaten Bireuen 78).

Sebagian korban luka-luka dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli. Posko dibuka di RSUD ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan korban yang dirawat.

Hasil kaji cepat kerusakan akibat dampak gempa ini menyebutkan 161 rumah rusak berat (Kabupaten Pidie Jaya 86, Kabupaten Bireuen 35, Kabupaten Pidie 40) dan 105 ruko di Pidie Jaya serta bangunan publik lain, seperti 14 masjid, 1 sekolah dan 1 kesehatan.

Humas BNPB menyebutkan sebanyak 3 eskavator dari tadi pagi telah dikerahkan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya mulai dari pagi tadi dan beberapa alat berat telah dikerahkan untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan.

Sampai saat ini BPBD setempat dibantu TNI, Polri, dinas-dinas terkait, relawan terus melakukan pencarian dan evakuasi. Sekitar 740 personel TNI berada di lokasi terdampak untuk membantu aktivitas tanggap darurat. BPBD sekitar memberikan dukungan personel untuk membantu tanggap darurat di Pidie Jaya.

Untuk membantu tenaga medis menangani korban gempa maka telah dikirim tenaga medis dan obat-obatan dari daerah-daerah sekitar Pidie Jaya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...