Rabu, 27 September 2017 | 01.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Ini Penyebab Mangkraknya 34 Proyek Listrik Era SBY

Ini Penyebab Mangkraknya 34 Proyek Listrik Era SBY

Reporter : Fadilah | Kamis, 8 Desember 2016 - 17:07 WIB

IMG-19044

Proyek listrik. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Ada 34 proyek pembangkit listrik pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mangkrak. Padahal disatu sisi, negara telah mengeluarkan uang sebesar Rp 4,49 triliun.

Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Sofyan Basyir mengatakan salah satu penyebab proyek-proyek kelistrikan tersebut mangkrak karena perhitungan kontraktor atau peserta lelang yang terlalu rendah.

“Memang kealpaan mereka banyak yang harganya tidak sesuai, dalam arti kemurahan, karena mereka belum berpengalaman di awal,” tutur Sofyan.

Kata Sofyan 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak itu merupakan proyek di beberapa program yakni Fast Track Program I dan Fast Track Program II.

“Adapun pendanaannya dari berbagai macam sumber, swasta, PLN, dan juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ucapnya.

Meski demikian, Mantan Dirut BRI itu memastikan akan tetap melanjutkan beberapa proyek yang mangkrak tersebut demi kepentingan listrik nasional.

Bahkan dari 34 proyek yang mangkrak itu 17 diantaranya kini sudah kembali berjalan. Sedangkan sisanya, masih dalam evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan PLN.

“Evaluasi terhadap proyek-proyek mangkrak telah berjalan empat bulan ini,” ucap dia.

Dia menambahkan sebagian dari 17 proyek yang kembali berjalan ini, dikerjakan oleh kontraktor baru.

“Ada yang ganti (kontraktornya), karena kami tutup (kontraknya), dia bayar (denda). Kemudian ada juga kontraktor baru masuk,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya KPK telah menerima laporan mengenai 34 proyek pembangunan pembangkit listrik yang mangkrak. Laporan tersebut telah diterima KPK pada pekan lalu. Namun, Ketua KPK, Agus Rahardjo enggan mengungkap pihak yang melaporkan dugaan penyimpangan dalam 34 proyek pembangunan pembangkit listrik tersebut.

Adapun saat ini, lembaga antirasuah itu sudah mulai mengusut 6 dari 34 proyek pembangunan pembangkit listrik yang mangkrak. Hal ini ditandai dengan langkah lembaga antikorupsi meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit proyek-proyek tersebut.

Permintaan audit kepada BPKP itu untuk mendapatkan nilai kerugian negara akibat mangkraknya sejumlah proyek tersebut. Dengan adanya nilai kerugian negara, KPK dapat melanjutkan untuk mencari unsur-unsur tindak pidana korupsi dan menemukan pihak yang dinilai dapat dimintai pertanggungjawabannya secara hukum.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:21 WIB

Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka dengan luas 1,800 hektare yang digagas sejak tahun 2003, namun ...
Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:05 WIB

Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Juli 2018, Jawa Barat akan memberangkatkan Kloter I jemaah hajinya dari Bandar ...
Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka
Hukum - Selasa, 26 September 2017 - 21:49 WIB

Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka

Bupati Kutai Kertanegara (Kukar), Rita Widyasari diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya. Atas dugaan itu, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Pemberantasan ...
Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 18:52 WIB

Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, memutuskan untuk tidak meneruskan masa jabatannya di Indosat Ooredoo, operator telekomunikasi kedua ...
Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 18:12 WIB

Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku

Delapan pemuda Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat yang jadi terdakwa kasus bentrok geng motor, mengaku mendapat tekanan ketika diperiksa petugas kepolisian.Mereka ...
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...