Rabu, 21 Februari 2018 | 12.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Siarkan Sidang Ahok, AJI Ingatkan Tanggung Jawab Besar Media

Siarkan Sidang Ahok, AJI Ingatkan Tanggung Jawab Besar Media

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 13 Desember 2016 - 10:59 WIB

IMG-19176

Live sidang Ahok di televisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Perkembangan kasus dugaan penistaan agama memang menjadi perhatian publik. Sehingga, sidang kasus ini sangat ditunggu masyarakat untuk tayang di televisi.

Namun, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengingatkan, penayangan sidang kasus yang melibatkan Basuki T Purnama (Ahok) ini jangan sampai hanya mengejar rating. Media harus memperhatikan tanggung jawab pers lainnya.

Ketua Umum AJI, Suwarjono mengatakan karena yang akan disiarkan adalah isu SARA, sehingga media harus bijak dalam menyiarkan sidang kasus Ahok secara live ini.

“AJI meminta media untuk bijak dalam menyiarkan sidang kasus bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan) mengingat dampak kasus ini sangat besar,” katanya dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Mwnurutnya, penting bagi media untuk mempertimbangkan dampak positif atau negatif suatu isu.

“Untuk isu SARA, saya berharap media tidak mengejar rating atau jumlah penonton, bisnis atau untuk memenuhi keinginan politik yang berperkara. Namun juga mempertimbangkan efek yang muncul akibat pemberitaan itu,” ucapnya.

Suwarjono mengatakan preambule Kode Etik Jurnalistik (KEJ) tak hanya menyatakan secara eksplisit soal kebebasan pers, tapi juga soal kewajiban pers yang lebih besar.

Dalam preambule tersebut, kata dia, disebutkan dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.

Selain itu, Ketua Bidang Penyiaran AJI Indonesia Revolusi Riza kasus Ahok ini tergolong sensitif dan bisa membahayakan kebhinekaan bangsa ini jika tak dikelola dengan tepat.

Sehingga peran media sangat penting dalam menyalurkan informasi yang proporsional sesuai KEJ dan tanpa mengorbankan kebhinekaan bangsa ini.

AJI meminta media berkaca pada siaran live sidang kasus Jessica Kemala Wongso, yang diadili karena diduga menjadi pembunuh Mirna Salihin dengan racun sianida.

Dia menambahkan, siaran live sejumlah media penyiaran dalam kasus itu tak semata berisi siaran jalannya sidang, tapi juga diimbuhi dengan pandangan atau komentar dari pengamat dan pihak luar.

Ada persidangan di luar pengadilan yang pengaruh ke publik sangat besar. Pemberitaan soal itu membuat media dikritik berat sebelah dan malah ada yang menudingnya sebagai trial by the press.

“Kita harus berkaca dan introspeksi dari kritik publik itu,” tambahnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan
Ekonomi - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:19 WIB

Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan

Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Siti Kuwati mengatakan, Bulog ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan ...
Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:13 WIB

Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari mengaku telah membaca dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU ...
Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:47 WIB

Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).Agenda ...
10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:19 WIB

10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto

Selama 10 bulan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum juga tuntas.Pelaku teror penyiraman air ...
Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:48 WIB

Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (20/2/2018) malam ...
Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:17 WIB

Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

Penyambutan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Panitia yang menunggu kepastian akhirnya ...