Senin, 26 Juni 2017 | 17.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Aksi di depan Kantor Gubernur, Warga Rembang Minta Pabrik Semen Dilanjutkan

Aksi di depan Kantor Gubernur, Warga Rembang Minta Pabrik Semen Dilanjutkan

Selasa, 13 Desember 2016 - 14:33 WIB

IMG-19195

Ratusan warga rembang menggelar aksi di kantor Gubernur Jawa Tengah (Ist)

Semarang, kini.co.id – Warga ring satu di kawasan gunung Gendeng yang setuju dengan pembangunan pabrik semen rembang, menggelar aksi tandingan turun jalan di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah, Jl Pahlawan, Semarang, Selasa (13/12).

Aksi ini dilakukan menyusul adanya aksi jalan kaki empat hari yang dilakukan oleh sebagian warga yang menolak atau meminta ditutup pembangunan pabrik semen tersebut.

Dalam aksinya warga yang setuju adanya pabrik semen diwilayah mereka menggelar aksi teatrikal, kesenian reog dan budaya seni tari sebagai bentuk tuntutan agar pabrik Semen Indonesia di Rembang tetap beroperasional.

Mereka menuntut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tetap mengeluarkan izin perubahan lingkungan, paska putusan Peninjauan Kembali (PK) izin lingkungan Mahkamah Agung dikabulkan.

Massa berjumlah mencapai tiga ratusan menduduki jalan Pahlawan Semarang. Mereka sambil membawa tulisan dan berorasi dengan mengenakan caping sebagai penutup kepala saat terik matahari.

Massa juga menyerahkan spanduk sepanjang kurang lebih 9 meter yang berisi ribuan tandatangan warga sekitar Rembang sebagai bentuk dukungan mereka untuk tetap mempertahankan pabrik semen. Pabrik semen tersebut dibangun dengan dana sekitar Rp 54,7 miliar itu.

“Kami mendukung Pak Ganjar untuk tetap mempertahankan pabrik semen di Rembang hingga pabrik tersebut bisa beroperasi,” kata Dwi Joko Suprianto dalam orasinya.

Selain itu, Dwi minta masyarakat untuk tidak percaya kepada warga di luar Rembang yang mengaku-ngaku sebagai warga Rembang asli yang menuntut supaya pabrik semen di Rembang ditutup dengan alasan merusak lingkungan.

Jangan sampai dengan lewat sosmed hebat, kami warga Rembang kalah dengan orang kurang sepaham dengan kami. Walau ada warga kami yang mendukung tapi itu hanya 5 persen saja.

“Jangan sampai kepentingan warga kami yang bodo yang mayoritas asli warga Rembang ini terpinggirkan,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyerangan Mapolda Sumut, IPW  Imbau Polri Lebih Siaga
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 17:00 WIB

Penyerangan Mapolda Sumut, IPW Imbau Polri Lebih Siaga

Jajaran Polri diminta agar lebih bersiaga menyusul serangan yang dilakukan oleh dua orang yang diduga pendukung Islamic State di ...
Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 14:25 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni

PT Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran 1438 Hijriah di gerbang tol (GT) Cikarang Utama terjadi pada H+4 atau ...
Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 12:47 WIB

Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen

Jumlah kendaraaan yang melintasi Tol Cikopo-Palimanan di Gerbang Tol Palimanan Utama hingga Senin (26/6) pagi mengalami kenaikan 20,5%. Kendaraan mudik ...
Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 10:13 WIB

Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus

Polisi menangkap lima orang yang diduga terkait penyerangan pos jaga Mapolda Sumut yang terjadi pada Minggu (25/6). Dari kelima pelaku, ...
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...