Kamis, 19 Januari 2017 | 09.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Aksi di depan Kantor Gubernur, Warga Rembang Minta Pabrik Semen Dilanjutkan

Aksi di depan Kantor Gubernur, Warga Rembang Minta Pabrik Semen Dilanjutkan

Selasa, 13 Desember 2016 - 14:33 WIB

IMG-19195

Ratusan warga rembang menggelar aksi di kantor Gubernur Jawa Tengah (Ist)

Semarang, kini.co.id – Warga ring satu di kawasan gunung Gendeng yang setuju dengan pembangunan pabrik semen rembang, menggelar aksi tandingan turun jalan di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah, Jl Pahlawan, Semarang, Selasa (13/12).

Aksi ini dilakukan menyusul adanya aksi jalan kaki empat hari yang dilakukan oleh sebagian warga yang menolak atau meminta ditutup pembangunan pabrik semen tersebut.

Dalam aksinya warga yang setuju adanya pabrik semen diwilayah mereka menggelar aksi teatrikal, kesenian reog dan budaya seni tari sebagai bentuk tuntutan agar pabrik Semen Indonesia di Rembang tetap beroperasional.

Mereka menuntut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tetap mengeluarkan izin perubahan lingkungan, paska putusan Peninjauan Kembali (PK) izin lingkungan Mahkamah Agung dikabulkan.

Massa berjumlah mencapai tiga ratusan menduduki jalan Pahlawan Semarang. Mereka sambil membawa tulisan dan berorasi dengan mengenakan caping sebagai penutup kepala saat terik matahari.

Massa juga menyerahkan spanduk sepanjang kurang lebih 9 meter yang berisi ribuan tandatangan warga sekitar Rembang sebagai bentuk dukungan mereka untuk tetap mempertahankan pabrik semen. Pabrik semen tersebut dibangun dengan dana sekitar Rp 54,7 miliar itu.

“Kami mendukung Pak Ganjar untuk tetap mempertahankan pabrik semen di Rembang hingga pabrik tersebut bisa beroperasi,” kata Dwi Joko Suprianto dalam orasinya.

Selain itu, Dwi minta masyarakat untuk tidak percaya kepada warga di luar Rembang yang mengaku-ngaku sebagai warga Rembang asli yang menuntut supaya pabrik semen di Rembang ditutup dengan alasan merusak lingkungan.

Jangan sampai dengan lewat sosmed hebat, kami warga Rembang kalah dengan orang kurang sepaham dengan kami. Walau ada warga kami yang mendukung tapi itu hanya 5 persen saja.

“Jangan sampai kepentingan warga kami yang bodo yang mayoritas asli warga Rembang ini terpinggirkan,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...