Senin, 27 Maret 2017 | 09.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>PAN Tak Izinkan Eko Patrio Dipanggil Bareskrim

PAN Tak Izinkan Eko Patrio Dipanggil Bareskrim

Reporter : Yudi | Kamis, 15 Desember 2016 - 16:17 WIB

IMG-19258

Eko Purnomo alias Eko Patrio (ist)

Jakarta, kini.co.id – Pemanggilan kepada anggota DPR, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio oleh Bareskrim Mabes Polri rupanya membuat geram Partai Amanat Nasional (PAN).

Mereka secara tegas tidak memberikan izin Mabes Polri memanggil begitu saja Ketua DPW PAN DKI Jakarta itu. Dan dinilai gegabah.

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai pemanggilan Eko Patrio yang juga sebagai anggota DPR RI harus melalui prosedur yang harus dilalui yaitu harus ada izin dari Presiden RI.

“Ada salah satu anggota Fraksi PAN dipanggil Bareskrim Polri diminta keterangan soal pernyataan di salah satu media online. Eko tidak pernah beri pernyataan seperti itu, ga pernah merasa diwawancarai. Mabes Polri terlalu gegabah terlalu terburu-buru panggil anggota DPR,” ujar Yandri di Komplek DPR, Senayan, Kamis (15/12).

Untuk itu ia meminta agar Eko Patrio tidak penuhi panggilan Bareskrim Polri karena tidak sesuai dengan prosedur. Yandri juga menelurusi pernyataan Eko di salah satu media untuk mengungkapkan fakta-fakta.

“Kami sudah bahas di fraksi supaya Eko ga penuhi panggilan itu, polisi harus taat aturan, ga sewenang-wenang panggil anggota DPR,” tandasnya.

Direktur Tindak Pidana Umum Dirtipidum Markas Besar (Dirtipidum Mabes) Polri, Brigadir Jenderal Polisi Agus Andriyanto membenarkan rencana pemanggilan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio.

Menurut Agus pemanggilan tersebut untuk mengklarifikasi peryataan Eko Patrio, mengenai pengungkapan kasus bom Bekasi sebagai pengalihan isu kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Kita sih sudah kasih surat ke dia (Eko). Hanya kan batasnya tiga hari. Kalau dia datang hari ini ya bagus,” ucapnya, Kamis (15/12/2016).

Sebelumnya beredar surat pemanggilan Eko Hendro Purnomo. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa ada laporan polisi bernomor LP/1233/XII/2016/Bareskrim tanggal 14 Desember 2016 atas nama pelapor Sofyan Armawan tentang dugaan tindak pidana Kejahatan terhadap Penguasa Umum dan atau UU ITE yang dilakukan oleh seorang anggota DPR.

Rujukan lain adalah surat perintah penyelidikan Nomor: Sp.Lidik/1959-Subdit IXII/2016/Dit Tipidum tanggal 14 Desember 2016.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Wah, Ini Rupanya Alasan Ridho Rhoma Konsumsi Sabu
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 21:58 WIB

Wah, Ini Rupanya Alasan Ridho Rhoma Konsumsi Sabu

Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Roycke Harry Langie menyebutkan alasan pedangdut Ridho Rhoma mengkonsumsi narkoba jenis sabu. "Itu kan ...
Iwan Bule Datangi Lokasi Pembangunan Gereja Santa Clara
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 20:45 WIB

Iwan Bule Datangi Lokasi Pembangunan Gereja Santa Clara

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan, menyambangi pembangunan Gereja Katolik Santa Clara yang berada di Jalan Lingkar Utara, Kelurahan ...
Pemuda 24 Tahun Tabrak Polisi Hingga Tewas
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:27 WIB

Pemuda 24 Tahun Tabrak Polisi Hingga Tewas

Pengemudi mobil Honda CRV bernomor polisi H 168 DL, Nicolas Dicky Lopaz menabrak seorang petugas kepolisian Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, ...
BNN : Bupati Saja bisa Terlibat Narkoba
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:16 WIB

BNN : Bupati Saja bisa Terlibat Narkoba

Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Ricky Yanuarfi menyebutkan penangkapan artis karena narkoba bukan hal aneh. ...
Ojek Pangkalan dan Online Jalin Silaturahmi
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:01 WIB

Ojek Pangkalan dan Online Jalin Silaturahmi

Kepolisian Resort Metro Bekasi Kota bersama Pemkot Kota Bekasi mengundang perwakilan pengemudi ojek pangkalan dan pengemudi ojek 'online'. Mereka dikumpulkan ...
Awas, Lelaki Lebih Mudah Bunuh Diri
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 18:47 WIB

Awas, Lelaki Lebih Mudah Bunuh Diri

Pengamat psikologi sosial dan budaya Universitas Indonesia Endang Mariani Rahayu menyebutkan stres adalah alasan yang membuat seseorang nekat mengakhiri hidup ...