Rabu, 17 Januari 2018 | 21.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Dora Cium Tangan Sutisna, Proses Hukum Tetap Berjalan

Dora Cium Tangan Sutisna, Proses Hukum Tetap Berjalan

Reporter : Yudi Andriansyah | Sabtu, 17 Desember 2016 - 13:45 WIB

IMG-19294

Dora cium tangan Sutisna. (ISt)

Jakarta, kini.co.id – Setelah sempat menjadi bulan-bulanan di media sosial, wanita pencakar Polantas, Dora Natalia Singarimbun akhirnya meminta maaf.

Bukan hanya itu, dalam sebuah foto yang tersebar di Facebook, pegawai Mahkamah Agung itu pun mencium tangan Aiptu Sutisna sambil menangis.

“Ini menjelaskan segalanya. Alhamdulillah, Allah Maha Besar, Allah Maha Mengampuni. #stopkebencian,” tulis akun Irvan Prawira dalam caption foto yang diunggahnya.

Namun begitu, proses hukum yang menjerat wanita lulusan Universitas HKBP Nomensen Medan itu tetap berjalan.

“Kalau misalnya ada hal-hal lain mungkin mereka perempuan merasa meminta maaf its oke-oke saja tapi proses penyidikan akan berlakukan sesuai aturan,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana, kemarin.

Menurutnya saat ini pun proses hukum terhadap Dora masih berjalan. Pihaknya telah memanggil beberapa saksi dan akan memanggil Dora dalam waktu dekat ini.

“Proses hukum berjalan seperti biasa. Seperti proses penyidikan, laporan, kami panggil beberapa saksi. Yang bersangkutan juga akan kita panggil, proses penyidikan dilakukan seperti biasa,” tambahnya.

Sebelumnya, Aiptu Sutisna telah melaporkan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pegawai Mahkamah Agung bernama Dora Natalia Singarimbun. Bukan hanya itu, video Dora mengamuk, memaki dan mencakar Sutisna karena diduga tak terima ditilang itu dengan cepat di berbagai media termasuk media sosial.

Akibatnya, Dora banjir hujatan sementara Sutisna mendapat penghargaan dari Kapolda Metro Jaya karena sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...