Senin, 19 Februari 2018 | 10.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Hadiri Panggilan Polisi, Buni Yani Mengaku Tak Tahu Soal Kegiatan Makar

Hadiri Panggilan Polisi, Buni Yani Mengaku Tak Tahu Soal Kegiatan Makar

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 20 Desember 2016 - 12:08 WIB

IMG-19366

Buni Yani menjelaskan soal video Ahok. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pengunggah video pidato Basuki T Purnama terkait Surat Al Maidah 51, Buni Yani kini dipanggil dan diperiksa polisi untuk saksi atas tersangka makar, Sri Bintang hari ini, Selasa (20/12/2016).

Mengejutkan bagi Buni Yani dirinya dipanggil untuk urusan yang tidak diketahuinya. Buni merasa tak tahu menahu dengan pidato di kolong tol Jembatan Kalijodo tersebut.

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan kliennya terkejut bisa dipanggil terkait kasus makar.

“Jadi ya belum tau apa yang kemudian dipertanyakan, karena juga pak Buni kaget juga dimintai kesaksian atas konteks ini (makar). Tapi biarlah ini supaya lebih jelas, kami memenuhi dulu panggilan penyidik karena dalam surat itu sebagai saksi. Jadi apa yang pak Buni ketahui ya silakan,” ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Sementara, Buni Yani mengaku tidak tahu kenapa dirinya dipanggil polisi terkait hal ini.

“Itu saya enggak tahu menahu. (Dan) Saya enggak di sana (kolong tol jembatan Kalijodo), enggak tahu,” kata dia ketika tiba di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Buni Yani pernah datang dalam pertemuan bersama aktivis Sri Bintang Pamungkas.

“Tentunya penyidik sudah melihat ya. Kan ada pertemuan-pertemuan yang telah diagendakan kemudian ada kegiatan-kegiatan lain yang mungkin penyidik yang menilai, harus melihat, harus mendengar dari keterangan saksi,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/12).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 10:26 WIB

Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini

Sidang perkara korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar.Agendanya adalah pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut ...
Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres
Politik - Senin, 19 Februari 2018 - 10:05 WIB

Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyayangkan insiden pencegahan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ...
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...