Senin, 21 Agustus 2017 | 15.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Hadiri Panggilan Polisi, Buni Yani Mengaku Tak Tahu Soal Kegiatan Makar

Hadiri Panggilan Polisi, Buni Yani Mengaku Tak Tahu Soal Kegiatan Makar

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 20 Desember 2016 - 12:08 WIB

IMG-19366

Buni Yani menjelaskan soal video Ahok. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pengunggah video pidato Basuki T Purnama terkait Surat Al Maidah 51, Buni Yani kini dipanggil dan diperiksa polisi untuk saksi atas tersangka makar, Sri Bintang hari ini, Selasa (20/12/2016).

Mengejutkan bagi Buni Yani dirinya dipanggil untuk urusan yang tidak diketahuinya. Buni merasa tak tahu menahu dengan pidato di kolong tol Jembatan Kalijodo tersebut.

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan kliennya terkejut bisa dipanggil terkait kasus makar.

“Jadi ya belum tau apa yang kemudian dipertanyakan, karena juga pak Buni kaget juga dimintai kesaksian atas konteks ini (makar). Tapi biarlah ini supaya lebih jelas, kami memenuhi dulu panggilan penyidik karena dalam surat itu sebagai saksi. Jadi apa yang pak Buni ketahui ya silakan,” ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Sementara, Buni Yani mengaku tidak tahu kenapa dirinya dipanggil polisi terkait hal ini.

“Itu saya enggak tahu menahu. (Dan) Saya enggak di sana (kolong tol jembatan Kalijodo), enggak tahu,” kata dia ketika tiba di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Buni Yani pernah datang dalam pertemuan bersama aktivis Sri Bintang Pamungkas.

“Tentunya penyidik sudah melihat ya. Kan ada pertemuan-pertemuan yang telah diagendakan kemudian ada kegiatan-kegiatan lain yang mungkin penyidik yang menilai, harus melihat, harus mendengar dari keterangan saksi,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/12).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:41 WIB

BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, wacana pembangunan gedung baru DPR bukanlah wacana yang datang ...
Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:38 WIB

Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ...
Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:30 WIB

Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP

Pengacara Elza Syarief mengaku tidak pernah mengajarkan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa ...
JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 13:37 WIB

JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan ...
Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:55 WIB

Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu mempertanyakan reaksi lambat KPK soal informasi adanya penyidik ...
Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:48 WIB

Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan

Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan laporan kinerja, Senin (21/8/2017) sekitar Pukul 14.00 WIB.Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu ...