Rabu, 18 Januari 2017 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Hadiri Panggilan Polisi, Buni Yani Mengaku Tak Tahu Soal Kegiatan Makar

Hadiri Panggilan Polisi, Buni Yani Mengaku Tak Tahu Soal Kegiatan Makar

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 20 Desember 2016 - 12:08 WIB

IMG-19366

Buni Yani menjelaskan soal video Ahok. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pengunggah video pidato Basuki T Purnama terkait Surat Al Maidah 51, Buni Yani kini dipanggil dan diperiksa polisi untuk saksi atas tersangka makar, Sri Bintang hari ini, Selasa (20/12/2016).

Mengejutkan bagi Buni Yani dirinya dipanggil untuk urusan yang tidak diketahuinya. Buni merasa tak tahu menahu dengan pidato di kolong tol Jembatan Kalijodo tersebut.

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan kliennya terkejut bisa dipanggil terkait kasus makar.

“Jadi ya belum tau apa yang kemudian dipertanyakan, karena juga pak Buni kaget juga dimintai kesaksian atas konteks ini (makar). Tapi biarlah ini supaya lebih jelas, kami memenuhi dulu panggilan penyidik karena dalam surat itu sebagai saksi. Jadi apa yang pak Buni ketahui ya silakan,” ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Sementara, Buni Yani mengaku tidak tahu kenapa dirinya dipanggil polisi terkait hal ini.

“Itu saya enggak tahu menahu. (Dan) Saya enggak di sana (kolong tol jembatan Kalijodo), enggak tahu,” kata dia ketika tiba di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Buni Yani pernah datang dalam pertemuan bersama aktivis Sri Bintang Pamungkas.

“Tentunya penyidik sudah melihat ya. Kan ada pertemuan-pertemuan yang telah diagendakan kemudian ada kegiatan-kegiatan lain yang mungkin penyidik yang menilai, harus melihat, harus mendengar dari keterangan saksi,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/12).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...