Senin, 11 Desember 2017 | 09.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Hadiri Panggilan Polisi, Buni Yani Mengaku Tak Tahu Soal Kegiatan Makar

Hadiri Panggilan Polisi, Buni Yani Mengaku Tak Tahu Soal Kegiatan Makar

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 20 Desember 2016 - 12:08 WIB

IMG-19366

Buni Yani menjelaskan soal video Ahok. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pengunggah video pidato Basuki T Purnama terkait Surat Al Maidah 51, Buni Yani kini dipanggil dan diperiksa polisi untuk saksi atas tersangka makar, Sri Bintang hari ini, Selasa (20/12/2016).

Mengejutkan bagi Buni Yani dirinya dipanggil untuk urusan yang tidak diketahuinya. Buni merasa tak tahu menahu dengan pidato di kolong tol Jembatan Kalijodo tersebut.

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan kliennya terkejut bisa dipanggil terkait kasus makar.

“Jadi ya belum tau apa yang kemudian dipertanyakan, karena juga pak Buni kaget juga dimintai kesaksian atas konteks ini (makar). Tapi biarlah ini supaya lebih jelas, kami memenuhi dulu panggilan penyidik karena dalam surat itu sebagai saksi. Jadi apa yang pak Buni ketahui ya silakan,” ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Sementara, Buni Yani mengaku tidak tahu kenapa dirinya dipanggil polisi terkait hal ini.

“Itu saya enggak tahu menahu. (Dan) Saya enggak di sana (kolong tol jembatan Kalijodo), enggak tahu,” kata dia ketika tiba di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Buni Yani pernah datang dalam pertemuan bersama aktivis Sri Bintang Pamungkas.

“Tentunya penyidik sudah melihat ya. Kan ada pertemuan-pertemuan yang telah diagendakan kemudian ada kegiatan-kegiatan lain yang mungkin penyidik yang menilai, harus melihat, harus mendengar dari keterangan saksi,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/12).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia emas, siapa tahu?
Secangkir Kopi - Senin, 11 Desember 2017 - 08:47 WIB

Indonesia emas, siapa tahu?

Tolonglah saya. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Indonesia Emas 2045'? Kalau lembaga, lembaga yang ...
Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara
Peristiwa - Senin, 11 Desember 2017 - 06:52 WIB

Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mengajak media massa baik televisi, cetak maupun online agar bersama-sama ikut menjaga kedaulatan dan ...
Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan
Politik - Minggu, 10 Desember 2017 - 23:25 WIB

Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan munculnya fenomena "kesalahpahaman" yang dapat dikhawatirkan merusak persatuan bangsa saat ini.Demikian hal ...
YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi
Ekonomi - Minggu, 10 Desember 2017 - 22:49 WIB

YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menduga kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi di beberapa ...
Ngopi bareng Panglima TNI di udara
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:20 WIB

Ngopi bareng Panglima TNI di udara

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto punya cara tersendiri mengawali masa jabatan bersama awak media. Melalui kegiatan bertajuk 'Ngopi Bareng di ...
Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:00 WIB

Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan bertekadnya untuk meneruskan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan membangun angkatan perang yang ...