Rabu, 27 September 2017 | 01.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Kenapa Wanita Dijadikan ‘Calon Pengantin’ Bom Bunuh Diri

Ini Kenapa Wanita Dijadikan ‘Calon Pengantin’ Bom Bunuh Diri

Reporter : Rakisa | Rabu, 21 Desember 2016 - 12:12 WIB

IMG-19391

Banyak wanita yang kini menjadi 'calon pengantin' bom bunuh diri (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Tertangkapnya Dian Yulia Novi yang merupakan calon pengantin bom bunuh diri yang akan mengebom Istana Negara beberapa waktu lalu cukup mengejutkan masyarakat. Ditambah lagi dengang Densus 88 yang Kamis pekan lalu menangkap Ika Puspitasari (34) juga merupakan seorang calon pengantin bom bunuh diri.

Ika menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, akan meledakkan bomnya di Bali pada malam pergantian tahun 2017 nanti.

Keterlibatan wanita menjadi pelaku, biasanya ditemui di negara-negara Timur Tengah. Menurut salah satu pengamat terorisme, SIdney Jones, keterlibatan perempuan menjadi pelaku merupakan hal yang baru di Indonesia.

Penggunaan perempuan sebagai pelaku teror dinilai menguntungkan kelompok teroris karena umumnya selama ini perempuan tidak dicurigai oleh polisi sehingga lebih mudah untuk mengelabui petugas.

“Mereka (juga bisa) mengunjungi tahanan teroris di penjara tanpa diperiksa terlalu ketat,” lanjut Sidney.

Hal ini juga ditambah dengan kelompok perempuan yang tergabung dengan ISIS ingin mengambil tempat dan berperan lebih aktif dalam kelompok tersebut.

“Sudah jelas bahwa mereka (kaum perempuan yang teradikalisasi) mau peranan lebih aktif, tidak puas menjadi istri atau ibu saja,” ungkap Sidney.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyad Mbai mengatakan, menggunakan kaum perempuan dalam aksi bom bunuh diri karena alasan ‘taktis’.

“Penyamarannya lebih bagus, apalagi berbusana seperti orang Arab. Gampang sekali menyembunyikan bom di dalam badannya,” kata Ansyad, dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (21/12/2016).

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, juga mengungkapkan pengamatannya.

“Ini perubahan strategi, ini ada semangat dari kaum perempuan untuk melakukan aksi teror. Apalagi jumlah mereka banyak dan deteksi susah. Ini harus diurai kepolisian,” tuturnya.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:21 WIB

Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka dengan luas 1,800 hektare yang digagas sejak tahun 2003, namun ...
Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:05 WIB

Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Juli 2018, Jawa Barat akan memberangkatkan Kloter I jemaah hajinya dari Bandar ...
Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka
Hukum - Selasa, 26 September 2017 - 21:49 WIB

Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka

Bupati Kutai Kertanegara (Kukar), Rita Widyasari diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya. Atas dugaan itu, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Pemberantasan ...
Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 18:52 WIB

Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, memutuskan untuk tidak meneruskan masa jabatannya di Indosat Ooredoo, operator telekomunikasi kedua ...
Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 18:12 WIB

Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku

Delapan pemuda Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat yang jadi terdakwa kasus bentrok geng motor, mengaku mendapat tekanan ketika diperiksa petugas kepolisian.Mereka ...
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...