Minggu, 28 Mei 2017 | 11.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Kenapa Wanita Dijadikan ‘Calon Pengantin’ Bom Bunuh Diri

Ini Kenapa Wanita Dijadikan ‘Calon Pengantin’ Bom Bunuh Diri

Reporter : Rakisa | Rabu, 21 Desember 2016 - 12:12 WIB

IMG-19391

Banyak wanita yang kini menjadi 'calon pengantin' bom bunuh diri (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Tertangkapnya Dian Yulia Novi yang merupakan calon pengantin bom bunuh diri yang akan mengebom Istana Negara beberapa waktu lalu cukup mengejutkan masyarakat. Ditambah lagi dengang Densus 88 yang Kamis pekan lalu menangkap Ika Puspitasari (34) juga merupakan seorang calon pengantin bom bunuh diri.

Ika menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, akan meledakkan bomnya di Bali pada malam pergantian tahun 2017 nanti.

Keterlibatan wanita menjadi pelaku, biasanya ditemui di negara-negara Timur Tengah. Menurut salah satu pengamat terorisme, SIdney Jones, keterlibatan perempuan menjadi pelaku merupakan hal yang baru di Indonesia.

Penggunaan perempuan sebagai pelaku teror dinilai menguntungkan kelompok teroris karena umumnya selama ini perempuan tidak dicurigai oleh polisi sehingga lebih mudah untuk mengelabui petugas.

“Mereka (juga bisa) mengunjungi tahanan teroris di penjara tanpa diperiksa terlalu ketat,” lanjut Sidney.

Hal ini juga ditambah dengan kelompok perempuan yang tergabung dengan ISIS ingin mengambil tempat dan berperan lebih aktif dalam kelompok tersebut.

“Sudah jelas bahwa mereka (kaum perempuan yang teradikalisasi) mau peranan lebih aktif, tidak puas menjadi istri atau ibu saja,” ungkap Sidney.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyad Mbai mengatakan, menggunakan kaum perempuan dalam aksi bom bunuh diri karena alasan ‘taktis’.

“Penyamarannya lebih bagus, apalagi berbusana seperti orang Arab. Gampang sekali menyembunyikan bom di dalam badannya,” kata Ansyad, dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (21/12/2016).

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, juga mengungkapkan pengamatannya.

“Ini perubahan strategi, ini ada semangat dari kaum perempuan untuk melakukan aksi teror. Apalagi jumlah mereka banyak dan deteksi susah. Ini harus diurai kepolisian,” tuturnya.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children
Pendidikan - Minggu, 28 Mei 2017 - 11:31 WIB

Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children

Mentri Sosial, Khofifah Indhar Parawansa dalam akhir kunjunganya ke lokasi korban kebakaran warga Baduy Luar, Sabtu (27/5) sempat berdialog cukup ...
Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 10:57 WIB

Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar

Ratusan korban kebakaran Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Baduy Luar, Lebak, Banten, pada Selasa (23/5) lalu mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui ...
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...