Rabu, 18 Januari 2017 | 12.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Kenapa Wanita Dijadikan ‘Calon Pengantin’ Bom Bunuh Diri

Ini Kenapa Wanita Dijadikan ‘Calon Pengantin’ Bom Bunuh Diri

Reporter : Rakisa | Rabu, 21 Desember 2016 - 12:12 WIB

IMG-19391

Banyak wanita yang kini menjadi 'calon pengantin' bom bunuh diri (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Tertangkapnya Dian Yulia Novi yang merupakan calon pengantin bom bunuh diri yang akan mengebom Istana Negara beberapa waktu lalu cukup mengejutkan masyarakat. Ditambah lagi dengang Densus 88 yang Kamis pekan lalu menangkap Ika Puspitasari (34) juga merupakan seorang calon pengantin bom bunuh diri.

Ika menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, akan meledakkan bomnya di Bali pada malam pergantian tahun 2017 nanti.

Keterlibatan wanita menjadi pelaku, biasanya ditemui di negara-negara Timur Tengah. Menurut salah satu pengamat terorisme, SIdney Jones, keterlibatan perempuan menjadi pelaku merupakan hal yang baru di Indonesia.

Penggunaan perempuan sebagai pelaku teror dinilai menguntungkan kelompok teroris karena umumnya selama ini perempuan tidak dicurigai oleh polisi sehingga lebih mudah untuk mengelabui petugas.

“Mereka (juga bisa) mengunjungi tahanan teroris di penjara tanpa diperiksa terlalu ketat,” lanjut Sidney.

Hal ini juga ditambah dengan kelompok perempuan yang tergabung dengan ISIS ingin mengambil tempat dan berperan lebih aktif dalam kelompok tersebut.

“Sudah jelas bahwa mereka (kaum perempuan yang teradikalisasi) mau peranan lebih aktif, tidak puas menjadi istri atau ibu saja,” ungkap Sidney.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyad Mbai mengatakan, menggunakan kaum perempuan dalam aksi bom bunuh diri karena alasan ‘taktis’.

“Penyamarannya lebih bagus, apalagi berbusana seperti orang Arab. Gampang sekali menyembunyikan bom di dalam badannya,” kata Ansyad, dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (21/12/2016).

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, juga mengungkapkan pengamatannya.

“Ini perubahan strategi, ini ada semangat dari kaum perempuan untuk melakukan aksi teror. Apalagi jumlah mereka banyak dan deteksi susah. Ini harus diurai kepolisian,” tuturnya.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...