Senin, 20 November 2017 | 22.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Kenapa Wanita Dijadikan ‘Calon Pengantin’ Bom Bunuh Diri

Ini Kenapa Wanita Dijadikan ‘Calon Pengantin’ Bom Bunuh Diri

Reporter : Rakisa | Rabu, 21 Desember 2016 - 12:12 WIB

IMG-19391

Banyak wanita yang kini menjadi 'calon pengantin' bom bunuh diri (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Tertangkapnya Dian Yulia Novi yang merupakan calon pengantin bom bunuh diri yang akan mengebom Istana Negara beberapa waktu lalu cukup mengejutkan masyarakat. Ditambah lagi dengang Densus 88 yang Kamis pekan lalu menangkap Ika Puspitasari (34) juga merupakan seorang calon pengantin bom bunuh diri.

Ika menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, akan meledakkan bomnya di Bali pada malam pergantian tahun 2017 nanti.

Keterlibatan wanita menjadi pelaku, biasanya ditemui di negara-negara Timur Tengah. Menurut salah satu pengamat terorisme, SIdney Jones, keterlibatan perempuan menjadi pelaku merupakan hal yang baru di Indonesia.

Penggunaan perempuan sebagai pelaku teror dinilai menguntungkan kelompok teroris karena umumnya selama ini perempuan tidak dicurigai oleh polisi sehingga lebih mudah untuk mengelabui petugas.

“Mereka (juga bisa) mengunjungi tahanan teroris di penjara tanpa diperiksa terlalu ketat,” lanjut Sidney.

Hal ini juga ditambah dengan kelompok perempuan yang tergabung dengan ISIS ingin mengambil tempat dan berperan lebih aktif dalam kelompok tersebut.

“Sudah jelas bahwa mereka (kaum perempuan yang teradikalisasi) mau peranan lebih aktif, tidak puas menjadi istri atau ibu saja,” ungkap Sidney.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyad Mbai mengatakan, menggunakan kaum perempuan dalam aksi bom bunuh diri karena alasan ‘taktis’.

“Penyamarannya lebih bagus, apalagi berbusana seperti orang Arab. Gampang sekali menyembunyikan bom di dalam badannya,” kata Ansyad, dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (21/12/2016).

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, juga mengungkapkan pengamatannya.

“Ini perubahan strategi, ini ada semangat dari kaum perempuan untuk melakukan aksi teror. Apalagi jumlah mereka banyak dan deteksi susah. Ini harus diurai kepolisian,” tuturnya.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...