Senin, 26 Juni 2017 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Rupiah Baru Dibilang Mirip Yuan, Menko Darmin Tertawa

Rupiah Baru Dibilang Mirip Yuan, Menko Darmin Tertawa

Reporter : Fadilah | Rabu, 21 Desember 2016 - 14:36 WIB

IMG-19401

Uang rupiah baru. (KiniNews/RAKISA)

Jakarta, kini.co.id – Saat ini memang sedang banyak dibicarakan di media sosial (medsos) tentang kemiripan uang Rupiah Indonesia baru dengan Yuan China. Sepertinya semua hal yang berkaitan dengan negara banyak diplesetkan di medsos termasuk peluncuran uang resmi emisi 2016 yang dilakukan dua hari yang lalu.

Publik medsos memberikan bermacam komentar termasuk menyebut rupiah akan diganti dengan Yuan, yang notabene mata uang negara China Bahkan banyak yang menilai uang baru tersebut mirip dengan uang negara tirai bambu tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tertawa terbahak-bahak dan menyangkalnya.

“Hahaha, kalian jangan nyari-nyarilah mirip apa, malah mirip Yuan,” kata Darmin, di Jakarta, Rabu, (21/12/2016).

Mantan Gubernur BI itu mengaku tidak apa-apa jika mata uang rupiah itu mirip dengan mata uang negara mana pun, sekalipun itu mirip dengan mata uang negara China. Karena yang terpenting adalah nilai tukar rupiah terhadap semua mata uang asik tetap stabil dan baik.

“Sudahlah mirip apa tidak apa, yang penting kursnya baik,” pungkasnya.

Pada Senin, (19/12/2016) Bank Indonesia (BI) telah meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 (sebelas) pecahan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016. Peresmian sekaligus menandai bahwa sebelas pecahan uang tersebut mulai berlaku, dikeluarkan, dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kesebelas uang Rupiah TE 2016 terdiri dari 7 (tujuh) pecahan uang Rupiah kertas dan dan 4 (empat) pecahan uang Rupiah logam. Uang Rupiah kertas terdiri dari pecahan Rp 100.000 TE 2016, Rp 50.000 TE 2016, Rp 20.000 TE 2016, Rp 10.000 TE 2016, Rp 5.000 TE 2016, Rp 2.000 TE 2016 dan Rp 1.000 TE 2016. Sementara itu, untuk uang Rupiah logam terdiri dari pecahan Rp q.000 TE 2016, Rp 500 TE 2016, Rp 200 TE 2016 dan Rp100 TE 2016.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...
Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:32 WIB

Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI

Tim GNPF-MUI menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/6). Pertemuan Presiden dengan GNPF MUI cukup mendadak ...
Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut
Nasional - Minggu, 25 Juni 2017 - 21:37 WIB

Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut

Paska insiden penyerangan yang dilakukan Hendra dan Sawaludin Pakhpahan, yang diduga merupakan pendukung Islamic State terhadap anggota polisi di ...
Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 20:59 WIB

Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut

Dua orang pelaku yang diduga merupakan pendukung Islamic State , melakukan penyerangan terhadap dua anggota Polda Sumatera Utara yang tengah ...
Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 11:01 WIB

Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir dalam khutbah Idul Fitri 1438 Hijriyah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (25/6) menyebutkan ...