Selasa, 28 Februari 2017 | 21.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Rupiah Baru Dibilang Mirip Yuan, Menko Darmin Tertawa

Rupiah Baru Dibilang Mirip Yuan, Menko Darmin Tertawa

Reporter : Fadilah | Rabu, 21 Desember 2016 - 14:36 WIB

IMG-19401

Uang rupiah baru. (KiniNews/RAKISA)

Jakarta, kini.co.id – Saat ini memang sedang banyak dibicarakan di media sosial (medsos) tentang kemiripan uang Rupiah Indonesia baru dengan Yuan China. Sepertinya semua hal yang berkaitan dengan negara banyak diplesetkan di medsos termasuk peluncuran uang resmi emisi 2016 yang dilakukan dua hari yang lalu.

Publik medsos memberikan bermacam komentar termasuk menyebut rupiah akan diganti dengan Yuan, yang notabene mata uang negara China Bahkan banyak yang menilai uang baru tersebut mirip dengan uang negara tirai bambu tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tertawa terbahak-bahak dan menyangkalnya.

“Hahaha, kalian jangan nyari-nyarilah mirip apa, malah mirip Yuan,” kata Darmin, di Jakarta, Rabu, (21/12/2016).

Mantan Gubernur BI itu mengaku tidak apa-apa jika mata uang rupiah itu mirip dengan mata uang negara mana pun, sekalipun itu mirip dengan mata uang negara China. Karena yang terpenting adalah nilai tukar rupiah terhadap semua mata uang asik tetap stabil dan baik.

“Sudahlah mirip apa tidak apa, yang penting kursnya baik,” pungkasnya.

Pada Senin, (19/12/2016) Bank Indonesia (BI) telah meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 (sebelas) pecahan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016. Peresmian sekaligus menandai bahwa sebelas pecahan uang tersebut mulai berlaku, dikeluarkan, dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kesebelas uang Rupiah TE 2016 terdiri dari 7 (tujuh) pecahan uang Rupiah kertas dan dan 4 (empat) pecahan uang Rupiah logam. Uang Rupiah kertas terdiri dari pecahan Rp 100.000 TE 2016, Rp 50.000 TE 2016, Rp 20.000 TE 2016, Rp 10.000 TE 2016, Rp 5.000 TE 2016, Rp 2.000 TE 2016 dan Rp 1.000 TE 2016. Sementara itu, untuk uang Rupiah logam terdiri dari pecahan Rp q.000 TE 2016, Rp 500 TE 2016, Rp 200 TE 2016 dan Rp100 TE 2016.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 17:41 WIB

Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Dicky Irawan menyebutkan pihanya ...
TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:44 WIB

TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Gabungan Pengamanan Very-Very Important Person (VVIP) kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul ...
TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:24 WIB

TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Walikota Madiun, Bambang Irianto. Dalam mengusut ...
Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:22 WIB

Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara

Pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, (28/2/2017).Soetikno yang diperiksa sejak ...
Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…
Ekonomi - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:18 WIB

Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…

Polemik perusahaan tambang di Papua, Freeport masih terus berlangsung.Masalah semakin melebar ketika Freeport berkeras ingin menentang peraturan pemerintah Indonesia. Dan ...
Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 15:32 WIB

Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab hadir di sidang ke-12 dugaan penistaan agama sebagai ahli agama, Selasa (28/2/2017).Rizieq pun mengaku ...