Minggu, 22 Oktober 2017 | 00.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Rupiah Baru Dibilang Mirip Yuan, Menko Darmin Tertawa

Rupiah Baru Dibilang Mirip Yuan, Menko Darmin Tertawa

Reporter : Fadilah | Rabu, 21 Desember 2016 - 14:36 WIB

IMG-19401

Uang rupiah baru. (KiniNews/RAKISA)

Jakarta, kini.co.id – Saat ini memang sedang banyak dibicarakan di media sosial (medsos) tentang kemiripan uang Rupiah Indonesia baru dengan Yuan China. Sepertinya semua hal yang berkaitan dengan negara banyak diplesetkan di medsos termasuk peluncuran uang resmi emisi 2016 yang dilakukan dua hari yang lalu.

Publik medsos memberikan bermacam komentar termasuk menyebut rupiah akan diganti dengan Yuan, yang notabene mata uang negara China Bahkan banyak yang menilai uang baru tersebut mirip dengan uang negara tirai bambu tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tertawa terbahak-bahak dan menyangkalnya.

“Hahaha, kalian jangan nyari-nyarilah mirip apa, malah mirip Yuan,” kata Darmin, di Jakarta, Rabu, (21/12/2016).

Mantan Gubernur BI itu mengaku tidak apa-apa jika mata uang rupiah itu mirip dengan mata uang negara mana pun, sekalipun itu mirip dengan mata uang negara China. Karena yang terpenting adalah nilai tukar rupiah terhadap semua mata uang asik tetap stabil dan baik.

“Sudahlah mirip apa tidak apa, yang penting kursnya baik,” pungkasnya.

Pada Senin, (19/12/2016) Bank Indonesia (BI) telah meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 (sebelas) pecahan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016. Peresmian sekaligus menandai bahwa sebelas pecahan uang tersebut mulai berlaku, dikeluarkan, dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kesebelas uang Rupiah TE 2016 terdiri dari 7 (tujuh) pecahan uang Rupiah kertas dan dan 4 (empat) pecahan uang Rupiah logam. Uang Rupiah kertas terdiri dari pecahan Rp 100.000 TE 2016, Rp 50.000 TE 2016, Rp 20.000 TE 2016, Rp 10.000 TE 2016, Rp 5.000 TE 2016, Rp 2.000 TE 2016 dan Rp 1.000 TE 2016. Sementara itu, untuk uang Rupiah logam terdiri dari pecahan Rp q.000 TE 2016, Rp 500 TE 2016, Rp 200 TE 2016 dan Rp100 TE 2016.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon

Mangkir sidang perkara kasus dugaan KTP elektronik (e-KTP), Ketua DPR RI Setya Novanto diketahui pergi ke Cirebon untuk menghadiri Haul ...
Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih terus dibahas DPR. Kini, tersisa dua hal yang masih menjadi perdebatan. Pertama, perdebatan mengenai ...
Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK
Peristiwa - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK

Aksi unjukrasa mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang kemarin, hingga larut ...
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...