Minggu, 25 Februari 2018 | 22.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Rupiah Baru Dibilang Mirip Yuan, Menko Darmin Tertawa

Rupiah Baru Dibilang Mirip Yuan, Menko Darmin Tertawa

Reporter : Fadilah | Rabu, 21 Desember 2016 - 14:36 WIB

IMG-19401

Uang rupiah baru. (KiniNews/RAKISA)

Jakarta, kini.co.id – Saat ini memang sedang banyak dibicarakan di media sosial (medsos) tentang kemiripan uang Rupiah Indonesia baru dengan Yuan China. Sepertinya semua hal yang berkaitan dengan negara banyak diplesetkan di medsos termasuk peluncuran uang resmi emisi 2016 yang dilakukan dua hari yang lalu.

Publik medsos memberikan bermacam komentar termasuk menyebut rupiah akan diganti dengan Yuan, yang notabene mata uang negara China Bahkan banyak yang menilai uang baru tersebut mirip dengan uang negara tirai bambu tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tertawa terbahak-bahak dan menyangkalnya.

“Hahaha, kalian jangan nyari-nyarilah mirip apa, malah mirip Yuan,” kata Darmin, di Jakarta, Rabu, (21/12/2016).

Mantan Gubernur BI itu mengaku tidak apa-apa jika mata uang rupiah itu mirip dengan mata uang negara mana pun, sekalipun itu mirip dengan mata uang negara China. Karena yang terpenting adalah nilai tukar rupiah terhadap semua mata uang asik tetap stabil dan baik.

“Sudahlah mirip apa tidak apa, yang penting kursnya baik,” pungkasnya.

Pada Senin, (19/12/2016) Bank Indonesia (BI) telah meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 (sebelas) pecahan uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016. Peresmian sekaligus menandai bahwa sebelas pecahan uang tersebut mulai berlaku, dikeluarkan, dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kesebelas uang Rupiah TE 2016 terdiri dari 7 (tujuh) pecahan uang Rupiah kertas dan dan 4 (empat) pecahan uang Rupiah logam. Uang Rupiah kertas terdiri dari pecahan Rp 100.000 TE 2016, Rp 50.000 TE 2016, Rp 20.000 TE 2016, Rp 10.000 TE 2016, Rp 5.000 TE 2016, Rp 2.000 TE 2016 dan Rp 1.000 TE 2016. Sementara itu, untuk uang Rupiah logam terdiri dari pecahan Rp q.000 TE 2016, Rp 500 TE 2016, Rp 200 TE 2016 dan Rp100 TE 2016.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...