Rabu, 24 Mei 2017 | 09.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Mayoritas Pekerja Indonesia Lulusan SD, Kadin Luncurkan Program Pelatihan

Mayoritas Pekerja Indonesia Lulusan SD, Kadin Luncurkan Program Pelatihan

Reporter : Fadilah | Rabu, 21 Desember 2016 - 16:08 WIB

IMG-19412

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani menyebut kualitas tenaga kerja Indonesia untuk menunjang pertumbuhan perekonomian masih sangat kurang. Karena komposisi tenaga kerja di Indonesia masih didominasi oleh pekerja lulusan Sekolah Dasar (SD).

“122 jiwa tenaga kerja di Indonesia, 50% lebih masih didominasi SD hingga SMA, mayoritasnya adalah SMA ke bawah,” tutur Rosan di Jakarta, Rabu, (21/12/2016).

Menurutnya rendahnya kualitas tenaga kerja seperti ini hanya menjadi beban bagi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan. Untuk itu perlu ada program pelatihan agar kualitas tenaga kerja di Indonesia dapat meningkat.

“Pendidikan vokasi adalah hal yang penting untuk pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Adapun sejauh ini pihaknya telah menggandeng Apindo, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI untuk meluncurkan program tersebut. Peluncuran tersebut sekaligus menindaklanjuti penandatangan Nota Kesepahaman yang sudah pernah dilakukan pada tanggal 24 April 2016 lalu.

Rencananya tambah dia, program ini akan diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kawasan Industri Internasional Karawang (KIIC), Jawa Barat, Jumat, (23/12/2016) besok.

“Pada hari Jumat pemerintah akan launching program ini yang akan dihadiri oleh Presiden Jokowi,” ucapnya.

Pemilihan lokasi tersebut lantaran untuk tahap awal, program ini akan dimulai di kawasan Karawang. Selanjutnya barulah program tersebut dilanjutkan di kota-kota besar lainnya seperti Medan, dan Surabaya.

Rosan menambahkan sejauh ini sudah ada 2.648 perusahaan yang sudah siap untuk menjadi tempat pelatihan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...