Kamis, 19 Januari 2017 | 09.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Mayoritas Pekerja Indonesia Lulusan SD, Kadin Luncurkan Program Pelatihan

Mayoritas Pekerja Indonesia Lulusan SD, Kadin Luncurkan Program Pelatihan

Reporter : Fadilah | Rabu, 21 Desember 2016 - 16:08 WIB

IMG-19412

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P Roeslani menyebut kualitas tenaga kerja Indonesia untuk menunjang pertumbuhan perekonomian masih sangat kurang. Karena komposisi tenaga kerja di Indonesia masih didominasi oleh pekerja lulusan Sekolah Dasar (SD).

“122 jiwa tenaga kerja di Indonesia, 50% lebih masih didominasi SD hingga SMA, mayoritasnya adalah SMA ke bawah,” tutur Rosan di Jakarta, Rabu, (21/12/2016).

Menurutnya rendahnya kualitas tenaga kerja seperti ini hanya menjadi beban bagi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan. Untuk itu perlu ada program pelatihan agar kualitas tenaga kerja di Indonesia dapat meningkat.

“Pendidikan vokasi adalah hal yang penting untuk pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Adapun sejauh ini pihaknya telah menggandeng Apindo, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI untuk meluncurkan program tersebut. Peluncuran tersebut sekaligus menindaklanjuti penandatangan Nota Kesepahaman yang sudah pernah dilakukan pada tanggal 24 April 2016 lalu.

Rencananya tambah dia, program ini akan diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kawasan Industri Internasional Karawang (KIIC), Jawa Barat, Jumat, (23/12/2016) besok.

“Pada hari Jumat pemerintah akan launching program ini yang akan dihadiri oleh Presiden Jokowi,” ucapnya.

Pemilihan lokasi tersebut lantaran untuk tahap awal, program ini akan dimulai di kawasan Karawang. Selanjutnya barulah program tersebut dilanjutkan di kota-kota besar lainnya seperti Medan, dan Surabaya.

Rosan menambahkan sejauh ini sudah ada 2.648 perusahaan yang sudah siap untuk menjadi tempat pelatihan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...