Rabu, 18 Januari 2017 | 00.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Densus 88 Ringkus Terduga Teroris di Payakumbuh dan Deli Serdang Sumut

Densus 88 Ringkus Terduga Teroris di Payakumbuh dan Deli Serdang Sumut

Reporter : Yudi | Rabu, 21 Desember 2016 - 16:53 WIB

IMG-19414

Densus 88 di Tangerang Selatan (KiniNews/Dok)

Jakarta, kini.co.id – Beberapa jam usai melakukan penggrebakan terduga teroris dan menembak mati tiga terduga serta menangkap hidup satu lainnya di Tangerang Selatan, Detasemen Khusus 88 Mabes Polri juga menangkap satu terduga di Payakumbuh, Sumatra Barat, dan satu terduga di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, satu terduga teroris yang ditangkap di Payakumbuh, Sumbar bernama John Tanamal alias Hamzah yang merupakan warga asli Payakumbuh.

“Yang bersangkutan merupakan bagian dari kelompok jaringan teroris di Solo atas nama Said,” ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/12).

John Tanamal alias Hamzah dibawa ke Markas Brimob Padang Panjang untuk dilakukan pemeriksaan intensif.

Martinus menyebutkan John Tanamal alias Hamzah berperan sebagai orang yang membeli bahan-bahan peledak untuk meracik bom. Ia juga merupakan sumber pendanaan pembuatan bom oleh kelompok tersebut.

“Yang bersangkutan juga melakukan percobaan pembuatan bom. Artinya mereka melakukan bersama Said ini dan melakukan percobaan-percobaan pembuatan bom,” kata Martinus.

Sementara itu, satu terduga teroris yang ditangkap di Deli Serdang bernama Syafii. Dia berperan sebagai perekrut warga negara Indonesia untuk berangkat ke Suriah. Ia masuk daftar pencarian orang (DPO) setelah penangkapan anggota kelompok Katibah Gonggong Rebus di Batam pada Agustus lalu.

“Ini adalah salah satu orang yang melarikan diri. Yang bersangkutan akan dilakukan penegakan hukum terkait kasus yang ada di Batam,” papar Martinus.

Namun, saat dilakukan penyitaan, tak ditemukan bom dari Syafii. Hanya ada sejumlah dokumen dan buku-buku petunjuk perakitan bom. Diketahui belakangan bahwa Syafii sedang belajar merakit bom secara otodidak.

“Kemudian ada bahan lain yang memang belum bisa dijadikan suatu rakit bom,” kata Martinus.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...