Rabu, 26 Juli 2017 | 13.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Menkopolhukam Cegah Ancaman Teror Perayaan Natal dan Tahun Baru

Menkopolhukam Cegah Ancaman Teror Perayaan Natal dan Tahun Baru

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 23 Desember 2016 - 15:18 WIB

IMG-19472

Banyak wanita yang kini menjadi 'calon pengantin' bom bunuh diri (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Penangkapan terduga teroris di sejumlah tempat di Indonesia membuat pemerintah harus lebih waspada. Lebih dari itu, pemerintah harus memberikan rasa aman kepada seluruh warga Indonesia terlebih saat menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru 2017.

Untuk itu Kementerian Koordinator Bidang Politikā€Ž Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menggelar rapat koordinasi khusus bersama sejumlah kementerian/lembaga negara terkait penanggulangan terorisme.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan aparat keamanan bertanggungjawab untuk melakukan perencanaan yang komprehensif dan terperinci agar Natal dan Tahun Baru berjalan lancar.

“Ada ancaman teror, maka itu ada penangkapan. Karena kalau tidak ditangkap rencana mereka itu akan terjadi. Kalau sudah terjadi maka akan merugikan negara kita,” ujar Wiranto, usai rapat, Jumat (23/12/2016).

Ia mengatakan ancaman teroris merupakan hal yang serius dan harus dilakukan pencegahan sejak dini.

“Kita mau tidak mau dan semaksimal mungkin harus mengerti, memahami perencanaan mereka dan menanggulangi dengan langkah-langkah. Mereka punya jaringan di seluruh negara. Kan tidak mungkin mereka menjelaskan, tanggal sekian rapat, tanggal sekian menyerang,” ujar Wiranto.

Turut hadir Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Pol Suhardi Aliyus, Kepala Seksi Umum TNI Laksmana Madya Didik Heriawan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta perwakilan dari kementerian/lembaga negara yang lain.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...