Rabu, 18 Januari 2017 | 12.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Menkopolhukam Cegah Ancaman Teror Perayaan Natal dan Tahun Baru

Menkopolhukam Cegah Ancaman Teror Perayaan Natal dan Tahun Baru

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 23 Desember 2016 - 15:18 WIB

IMG-19472

Banyak wanita yang kini menjadi 'calon pengantin' bom bunuh diri (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Penangkapan terduga teroris di sejumlah tempat di Indonesia membuat pemerintah harus lebih waspada. Lebih dari itu, pemerintah harus memberikan rasa aman kepada seluruh warga Indonesia terlebih saat menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru 2017.

Untuk itu Kementerian Koordinator Bidang Politikā€Ž Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) menggelar rapat koordinasi khusus bersama sejumlah kementerian/lembaga negara terkait penanggulangan terorisme.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan aparat keamanan bertanggungjawab untuk melakukan perencanaan yang komprehensif dan terperinci agar Natal dan Tahun Baru berjalan lancar.

“Ada ancaman teror, maka itu ada penangkapan. Karena kalau tidak ditangkap rencana mereka itu akan terjadi. Kalau sudah terjadi maka akan merugikan negara kita,” ujar Wiranto, usai rapat, Jumat (23/12/2016).

Ia mengatakan ancaman teroris merupakan hal yang serius dan harus dilakukan pencegahan sejak dini.

“Kita mau tidak mau dan semaksimal mungkin harus mengerti, memahami perencanaan mereka dan menanggulangi dengan langkah-langkah. Mereka punya jaringan di seluruh negara. Kan tidak mungkin mereka menjelaskan, tanggal sekian rapat, tanggal sekian menyerang,” ujar Wiranto.

Turut hadir Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Pol Suhardi Aliyus, Kepala Seksi Umum TNI Laksmana Madya Didik Heriawan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta perwakilan dari kementerian/lembaga negara yang lain.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...