Selasa, 28 Maret 2017 | 01.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Syarat Menhub Untuk Bus Yang Pakai Klakson Telolet

Syarat Menhub Untuk Bus Yang Pakai Klakson Telolet

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 23 Desember 2016 - 17:14 WIB

IMG-19478

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, tidak melarang sopir bus yang menggunakan klakson telolet. Namun ada syarat yang harus dipatuhi agar tidak dikenakan sanksi.

“Klakson telolet ‎dilarang digunakan jika tingkat kekerasan suaranya (desibel) melebihi dari yang ditentukan, karena akan mengganggu orang lain,” ungkap Budi, Jumat (23/12/2016)

Aturan tentang suara klakson tertera pada pasal 64 Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

Peraturan tersebut berbunyi “Suara klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf f paling rendah 83 (delapan puluh tiga) desibel atau dB (A) dan paling tinggi 118 (seratus delapan belas) desibel atau dB (A).”

Budi juga menghimbau kepada masyarakat yang mananti bus membunyak kelakson telolet agar tetap menjaga keselamatan, tidak berkerumun hingga tengah jalan agar hal tersebut tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Ditanya tentang pendapatnta terhadap fenomena telolet ini, Budi, mengungkapkan kalau telolet ini merupakan kreativitas baik dan harus dikembangkan dengan baik sebagai sarana penyaluran kreatifitas.

“Jadi saya pikir kreativitas yang bagus ini harus dikembangkan, ‎dengan bagus ya, kita kasih kesempatan mereka untuk mengembangkan,” tutup Budi.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...