Senin, 24 April 2017 | 12.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Syarat Menhub Untuk Bus Yang Pakai Klakson Telolet

Syarat Menhub Untuk Bus Yang Pakai Klakson Telolet

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 23 Desember 2016 - 17:14 WIB

IMG-19478

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, tidak melarang sopir bus yang menggunakan klakson telolet. Namun ada syarat yang harus dipatuhi agar tidak dikenakan sanksi.

“Klakson telolet ‎dilarang digunakan jika tingkat kekerasan suaranya (desibel) melebihi dari yang ditentukan, karena akan mengganggu orang lain,” ungkap Budi, Jumat (23/12/2016)

Aturan tentang suara klakson tertera pada pasal 64 Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

Peraturan tersebut berbunyi “Suara klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf f paling rendah 83 (delapan puluh tiga) desibel atau dB (A) dan paling tinggi 118 (seratus delapan belas) desibel atau dB (A).”

Budi juga menghimbau kepada masyarakat yang mananti bus membunyak kelakson telolet agar tetap menjaga keselamatan, tidak berkerumun hingga tengah jalan agar hal tersebut tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Ditanya tentang pendapatnta terhadap fenomena telolet ini, Budi, mengungkapkan kalau telolet ini merupakan kreativitas baik dan harus dikembangkan dengan baik sebagai sarana penyaluran kreatifitas.

“Jadi saya pikir kreativitas yang bagus ini harus dikembangkan, ‎dengan bagus ya, kita kasih kesempatan mereka untuk mengembangkan,” tutup Budi.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...