Selasa, 17 Januari 2017 | 22.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Syarat Menhub Untuk Bus Yang Pakai Klakson Telolet

Syarat Menhub Untuk Bus Yang Pakai Klakson Telolet

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 23 Desember 2016 - 17:14 WIB

IMG-19478

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, tidak melarang sopir bus yang menggunakan klakson telolet. Namun ada syarat yang harus dipatuhi agar tidak dikenakan sanksi.

“Klakson telolet ‎dilarang digunakan jika tingkat kekerasan suaranya (desibel) melebihi dari yang ditentukan, karena akan mengganggu orang lain,” ungkap Budi, Jumat (23/12/2016)

Aturan tentang suara klakson tertera pada pasal 64 Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

Peraturan tersebut berbunyi “Suara klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf f paling rendah 83 (delapan puluh tiga) desibel atau dB (A) dan paling tinggi 118 (seratus delapan belas) desibel atau dB (A).”

Budi juga menghimbau kepada masyarakat yang mananti bus membunyak kelakson telolet agar tetap menjaga keselamatan, tidak berkerumun hingga tengah jalan agar hal tersebut tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Ditanya tentang pendapatnta terhadap fenomena telolet ini, Budi, mengungkapkan kalau telolet ini merupakan kreativitas baik dan harus dikembangkan dengan baik sebagai sarana penyaluran kreatifitas.

“Jadi saya pikir kreativitas yang bagus ini harus dikembangkan, ‎dengan bagus ya, kita kasih kesempatan mereka untuk mengembangkan,” tutup Budi.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...
Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 19:00 WIB

Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi

Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut), Rohadi yakni ...
Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:40 WIB

Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya

Tepat di teras warung milik Slamet, di Jalan Raya Siman, Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Ponorogo, geger karena penemuan sesosok mayat. ...
Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:12 WIB

Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan

Belakangan ini banyak organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan aksi arogan. Karena hal tersebut, banyak pihak yang mengusulkan agar pemerintah membubarkan ...