Jumat, 22 September 2017 | 18.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Suami Inneke Koesherawati Resmi Ditahan KPK

Suami Inneke Koesherawati Resmi Ditahan KPK

Sabtu, 24 Desember 2016 - 00:44 WIB

IMG-19483

Fahmi Darmawansyah resmi ditahan KPK (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhirnya resmi menahan Fahmi Darmawansyah akhirnya terkait kasus dugaan suap proyek satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, penahanan Fahmi dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Suami dari artis Inneke Koesherawati tersebut ditahan untuk 20 hari kedepan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

“Saudara FD ditahan untuk 20 hari ke depan,” kata Febri, Jumat (23/12).

Fahmi diduga telah memberikan uang suap kepada Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla, Eko Susilo Hadi yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek satelit monitor di Bakamla agar proyek senilai Rp 200 miliar tersebut digarap PT MTI.

Fahmi datang ke gedung KPK ditemani pengacara Maqdir Ismail, sedianya ia diperiksa sebagai saksi namun setelah menjalani pemeriksaan ia keluar mengenakan rompi tahanan warna oranye.

Fahmi mengaku ia tidak pernah kabur seperti desas-desus yang selama ini tersebar. Ia sudah berada di Belanda sebelum operasi tangkap tangan terjadi untuk keperluan pribadi.

“Saya harusnya kembali ke Jakarta tanggal 29 Desember. Tapi karena ada berita seperti ini (penetapan sebagai tersangka), saya ke sini. Saya bukan buron,” kata Fahmi.

Ia juga mengelak memiliki hubungan dengan Eko Hadi Susilo, Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla yang memiliki kuasa penggunaan anggaran (KPA). Ia mengklaim tidak pernah mengenal Eko.

“Saya enggak kenal sama pejabat itu,” ujarnya.

Sementara itu, pengacara Fahmi, Maqdir Ismail juga mengklaim bahwa Fahmi bukanlah direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI).

“Yang saya tahu ini perusahaan orang lain yang dia mau ambil alih. Bagaimana proses tender, itu dilakukan oleh orang yang lama,” kata Maqdir.

Sebelumnya, pada hari Rabu (14/12) lalu KPK menangkap Eko serta dua karyawan PT MTI Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta di parkiran kantor Bakamla.

Hardy dan Adami memberikan sejumlah uang senilai Rp 2 milyar dalam mata uang dollar Amerika dan dollar Singapura. Uang tersebut diduga merupakan suap.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945
Tak Berkategori - Jumat, 22 September 2017 - 16:53 WIB

DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945

Ketua DPD RI Oesman Sapta mendukung pembahasan posisi Kejaksaan Agung dalam amandemen UUD 1945 agar posisinya tugas dan fungsinya jelas ...
Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 16:11 WIB

Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar akan membacakan putusan sela dalam perkara permohonan gugatan praperadilan yang diajukan oleh ...
YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 16:01 WIB

YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan Bank Indonesia tidak memaksakan perbankan menarik biaya isi ulang ...
Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:50 WIB

Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyatakan pemutaran film sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dinilai tepat. Karena ini ...
Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital
Ekonomi - Jumat, 22 September 2017 - 15:25 WIB

Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital

Pemerintah akan mendorong pengembangan ekonomi digital melalui basis industri dan perdagangan elektronik (e-commerce). Salah satu kunci sukses pelaksanaannya adalah perlu ...
Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:23 WIB

Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka lelang barang hasil rampasan dari koruptor. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung langkah itu ...