Jumat, 20 Januari 2017 | 06.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Suami Inneke Koesherawati Resmi Ditahan KPK

Suami Inneke Koesherawati Resmi Ditahan KPK

Sabtu, 24 Desember 2016 - 00:44 WIB

IMG-19483

Fahmi Darmawansyah resmi ditahan KPK (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhirnya resmi menahan Fahmi Darmawansyah akhirnya terkait kasus dugaan suap proyek satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, penahanan Fahmi dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Suami dari artis Inneke Koesherawati tersebut ditahan untuk 20 hari kedepan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

“Saudara FD ditahan untuk 20 hari ke depan,” kata Febri, Jumat (23/12).

Fahmi diduga telah memberikan uang suap kepada Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla, Eko Susilo Hadi yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek satelit monitor di Bakamla agar proyek senilai Rp 200 miliar tersebut digarap PT MTI.

Fahmi datang ke gedung KPK ditemani pengacara Maqdir Ismail, sedianya ia diperiksa sebagai saksi namun setelah menjalani pemeriksaan ia keluar mengenakan rompi tahanan warna oranye.

Fahmi mengaku ia tidak pernah kabur seperti desas-desus yang selama ini tersebar. Ia sudah berada di Belanda sebelum operasi tangkap tangan terjadi untuk keperluan pribadi.

“Saya harusnya kembali ke Jakarta tanggal 29 Desember. Tapi karena ada berita seperti ini (penetapan sebagai tersangka), saya ke sini. Saya bukan buron,” kata Fahmi.

Ia juga mengelak memiliki hubungan dengan Eko Hadi Susilo, Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla yang memiliki kuasa penggunaan anggaran (KPA). Ia mengklaim tidak pernah mengenal Eko.

“Saya enggak kenal sama pejabat itu,” ujarnya.

Sementara itu, pengacara Fahmi, Maqdir Ismail juga mengklaim bahwa Fahmi bukanlah direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI).

“Yang saya tahu ini perusahaan orang lain yang dia mau ambil alih. Bagaimana proses tender, itu dilakukan oleh orang yang lama,” kata Maqdir.

Sebelumnya, pada hari Rabu (14/12) lalu KPK menangkap Eko serta dua karyawan PT MTI Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta di parkiran kantor Bakamla.

Hardy dan Adami memberikan sejumlah uang senilai Rp 2 milyar dalam mata uang dollar Amerika dan dollar Singapura. Uang tersebut diduga merupakan suap.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siswa SMA di Bekasi Terlibat Prostitusi Online
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 23:17 WIB

Siswa SMA di Bekasi Terlibat Prostitusi Online

Empat orang pelaku berhasil diamankan Polres Metropolitan Bekasi Kota terkait dugaan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di usia dini ...
Ini Modus Operandi Skandal Emirsyah Satar dengan Rolls Royce
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 21:17 WIB

Ini Modus Operandi Skandal Emirsyah Satar dengan Rolls Royce

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar praktik suap antara petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan perusahaan terkemuka Rolls ...
KPK : Skandal Emirsyah Satar Tergolong Korupsi Lintas Negara
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 20:47 WIB

KPK : Skandal Emirsyah Satar Tergolong Korupsi Lintas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjadi tersangka kasus dugaan suap ...
Pasar Senen Terbakar, Ahok Salahkan Pedagang
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 19:29 WIB

Pasar Senen Terbakar, Ahok Salahkan Pedagang

Ribuan kios di Pasar Senen, Jakarta Pusat yang ludes terbakar, Kamis (19/1) pagi tadi, disayangkan Gubernur DKI Jakarta non aktif ...
KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda jadi Tersangka
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 18:14 WIB

KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda jadi Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjadi tersangka. Ia diduga menerima ...
Ditetapkan Menjadi Tersangka oleh KPK, Garuda : Kami Akan Kooperatif
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 16:06 WIB

Ditetapkan Menjadi Tersangka oleh KPK, Garuda : Kami Akan Kooperatif

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KPK dalam penuntasan kasus dugaan ...