Rabu, 24 Mei 2017 | 09.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Jadi Tersangka, Bos Lippo Grup Eddy Sindoro Diminta Menyerahkan Diri

Jadi Tersangka, Bos Lippo Grup Eddy Sindoro Diminta Menyerahkan Diri

Sabtu, 24 Desember 2016 - 01:01 WIB

IMG-19486

Gedung KPK (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bos Lippo Group, Eddy Sindoro sebagai tersangka pemberi suap terkait pengurusan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara milik PT Across Asia Limited dan PT First Media (Lippo Group) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, saat ini Eddy Sindoro tengah berada di luar negeri dan diminta agar menyerahkan diri.

“Belajar dari apa yang dilakukan tersangka FD (Fahmi Darmawansyah) datang ke KPK tanpa mekanisme red notice atau mekanisme internasional lain. Kami imbau agar tersangka (Eddy Sindoro, red) segera ke Indonesia dan menyerahkan diri ke KPK,” kata Febri dalam keterangan pers di KPK, Jumat (23/12).

Febri mengatakan, menyerahkan diri akan lebih baik bagi Eddy Sindoro selaku tersangka dan penanganan kasusnya.

“Kami tegaskan KPK telah berulangkali melakukan proses maksimal hasilnya terkait ada buron yang kabur di luar negeri. KPK punya pengalaman itu dan sebagai warning agar hal tersebut tidak perlu terjadi dalam pengungakapan perkara,” pungkasnya.

Eddy Sindoro diduga menyuap Panitera PN Jakpus Edy Nasution dengan uang sebesar USD 50.000. Dengan tujuan agar Edy Nasution membantu pengajuan PK PT AAL meski telah melewati batas waktu yang ditentukan undang-undang.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...