Kamis, 19 Januari 2017 | 09.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Jadi Tersangka, Bos Lippo Grup Eddy Sindoro Diminta Menyerahkan Diri

Jadi Tersangka, Bos Lippo Grup Eddy Sindoro Diminta Menyerahkan Diri

Sabtu, 24 Desember 2016 - 01:01 WIB

IMG-19486

Gedung KPK (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bos Lippo Group, Eddy Sindoro sebagai tersangka pemberi suap terkait pengurusan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara milik PT Across Asia Limited dan PT First Media (Lippo Group) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, saat ini Eddy Sindoro tengah berada di luar negeri dan diminta agar menyerahkan diri.

“Belajar dari apa yang dilakukan tersangka FD (Fahmi Darmawansyah) datang ke KPK tanpa mekanisme red notice atau mekanisme internasional lain. Kami imbau agar tersangka (Eddy Sindoro, red) segera ke Indonesia dan menyerahkan diri ke KPK,” kata Febri dalam keterangan pers di KPK, Jumat (23/12).

Febri mengatakan, menyerahkan diri akan lebih baik bagi Eddy Sindoro selaku tersangka dan penanganan kasusnya.

“Kami tegaskan KPK telah berulangkali melakukan proses maksimal hasilnya terkait ada buron yang kabur di luar negeri. KPK punya pengalaman itu dan sebagai warning agar hal tersebut tidak perlu terjadi dalam pengungakapan perkara,” pungkasnya.

Eddy Sindoro diduga menyuap Panitera PN Jakpus Edy Nasution dengan uang sebesar USD 50.000. Dengan tujuan agar Edy Nasution membantu pengajuan PK PT AAL meski telah melewati batas waktu yang ditentukan undang-undang.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...