Kamis, 24 Agustus 2017 | 00.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>105.758 Penduduk Bima Terdampak Banjir, BPBD: Tak Ada Korban Jiwa

105.758 Penduduk Bima Terdampak Banjir, BPBD: Tak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 24 Desember 2016 - 17:14 WIB

IMG-19495

Banjir Bima (BNPB)

Mataram, kini.co.id – Banjir yang melanda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Rabu (21/12) dan Jumat (23/12) kemarin sebanyak 105.758 penduduk terkena dampak banjir bandang, namun demikian hingga saat ini belum ada korban jiwa.

Kepala BPBD NTB Mohammad Rum dalam keterangan tertulisnya menyebutkan banjir bandang yang melanda Kota Bima meliputi lima Kecamatan (33 kelurahan), dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 105.758 jiwa dan yang mengungsi sebanyak 104.378 jiwa.

“Kondisi ketinggian air sudah mulai surut akibat banjir yang menerjang di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Rasanae Timur (4 kelurahan) penduduk terdampak 3.581 jiwa, mengungsi 3.581 jiwa,” kata Mohammad Rum.

Selanjutnya, kata Mohammad Rum Kecamatan Mpuda (9 kelurahan) penduduk terdampak 30.078 jiwa, mengungsi 29.553 jiwa. Kecamatan Raba (10 kelurahan) peduduk terdampak 19.955 jiwa, mengunsgsi 19.705 jiwa. Kecamatan Rasanae Barat (6 kelurahan) penduduk terdampak 33.492 jiwa, mengungsi 32,892 jiwa, dan Kecamatan Asakota (4 kelurahan) peduduk terdampak 18.648 jiwa, mengungsi 18.648 jiwa.

“Sehingga, total keseluruhan, lima Kecamatan (33 kelurahan) terdampak 105.758 jiwa, Mengungsi 104.378 jiwa. Pengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing masing,” ujarnya.

Menurut dia, akibat banjir dua kali tersebut, sampai saat ini situasi kota Bima mulai perkantoran dan sekolah diliburkan. Tidak hanya itu, aktivitar pasar juga belum ada.

Disamping itu, hingga hari ini akibat banjir belum ada korban jiwa. Kalau pun luka-luka hanya terjadi satu orang.

Selain itu, akibat banjir sejumlah fasilitas kesehatan ikut rusak di antaranya empat puskesmas, 29 pustu, 29 polindes dan 1 kantor Labkesda.

Ia menambahkan, saat ini upaya yang dilakukan, Tim SAR membantu evakuasi warga, pendistribusian bantuan pangan melalui kelurahan, membuka dapur umum lapangan di empat lokasi (TNI, Dinsos dan BPBD) dan rencana akan di buka lagi dumlap 2 lokasi (PMI).

Kemudian, BPBD Provinsi bantuan pangan tiga truk dan satu paket obat untuk korban banjir, BPBD Kabupaten Dompu bantuan logistik satu truk, BPBD Kabupaten Sumbawa Barat bantuan logistik dua truk.

“Pemprov NTB juga menyiapkan dana tak terduga senilai Rp4,2 miliar yang difokuskan untuk pangan dan logistik. Begitu juga dengan BNPB telah menyiapkan dana siap pakai (DSP) senilai Rp200 juta.

Sementara itu berdasarkan data BNPB, jumlah kerusakan yang terjadi akibat banjir di Kota Bima meliputi 593 rumah rusak berat, 2.400 rumah rusak sedang dan sebanyak 16.226 rumah rusak ringan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK OTT Pejabat Eselon I Kemenhub di Jakarta
Hukum - Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:08 WIB

KPK OTT Pejabat Eselon I Kemenhub di Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali melakukan aksi operasi tangkap tangan, pada Rabu, (23/8) malam.Kabarnya yang diciduk dalam aksi kali ...
Breaking News! Kebakaran Melanda Slipi
Peristiwa - Rabu, 23 Agustus 2017 - 23:38 WIB

Breaking News! Kebakaran Melanda Slipi

Kebakaran melanda pemukiman Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu, (23/8/2017) malam.Kebakaran yang terjadi sekira pada pukul 22.30 WIB tersebut ...
KPK Telah Periksa 80 Saksi Kasus e-KTP
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 23:33 WIB

KPK Telah Periksa 80 Saksi Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 80 saksi kasus KTP-elektronik untuk tersangka Setya Novanto (SN)."Untuk tersangka SN sampai dengan saat ...
Libur Idul Adha, Operasional Truk Dibatasi
Peristiwa - Rabu, 23 Agustus 2017 - 22:15 WIB

Libur Idul Adha, Operasional Truk Dibatasi

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas terutama menjelang libur Idul Adha, operasional truk akan dibatasi mulai 31 Agustus pukul 12.00 ...
KPK Sudah Menduga Revisi UU Akan Mencuat Kembali
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 22:00 WIB

KPK Sudah Menduga Revisi UU Akan Mencuat Kembali

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengaku sudah menduga akan munculnya kembali wacan revisi Undang-undang KPK. Hal tersebut ...
Percepat Naik Kelas, Kemenkop Optimalkan Peran Pendamping UMKM
Ekonomi - Rabu, 23 Agustus 2017 - 21:49 WIB

Percepat Naik Kelas, Kemenkop Optimalkan Peran Pendamping UMKM

Kementerian Koperasi dan UKM mengoptimalisasikan peran pendamping usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan memberdayakan koperasi di Tanah Air. Hal ...