Selasa, 28 Maret 2017 | 03.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Senin, 26 Desember 2016 - 01:17 WIB

IMG-19503

Jenazah salah satu Terduga Teroris yang ditembak di Jatiluhur, Purwakarta (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Rentetan penangkapan para terduga teroris yang dilakukan Tim Denus Anti teror Polri pada Desember 2016 mulai dari kelompok Bekasi, kelompok Tangerang Selatan dan terbaru kelompok Purwakarta.

Jika menilik nama-nama terduga yang diamankan, hampir semuanya merupakan sel putus atau setidaknya salah satu dari pentolan ketiga kelompok tersebut pernah bersinggungan dengan Rohman alias Aman Abdurrahman, terpidana terorisme yang kini mendekam di LP Nusakambangan.

Seperti Omen, satu dari terduga yang ditembak mati di Tangerang Selatan diduga merupakan didikan Achmad Taufik alias Ovi, napiter yang juga masih berada di LP Nusakambangan.

Kemudian kelompok Purwakarta yang terbaru, ke empat terduga dua diantaranya tewas yakni Abdul Faiz alia Abu Sodi alias Abu Azis alias Mas Bro. Dua lainnya ditangkap hidup, Rijal alias Abu Arham dan Ivan Rahmat Syarif.

Ivan diduga sempat mengaji pada Aman Abdurrahman, ia juga diduga bersinggungan dengan pelaku bom bunu diri Thamrin, Jakarta, Sunakim alias Afif alias Nakim asal Purwakarta.

Nama-nama tersebut di indikasikan berbaiat atau berafiliasai dengan ISIS atau biasa disebut para pendukung ISIS adalah Anshar Daulah.

Berbeda dengan tim densus anti teror yang mengaitkannya dengan kelompok Bahrum Naim, pendukung ISIS yang kini hijrah ke Suriah.

Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) Ustadz Harits Abu Ulya memiliki pandangan bahwa sejumlah penangkapan terduga teroris tidak ada kaitannya dengan situasi global, terutama di Suriah.

Ustadz Harits menilai penindakan yang dilakukan tim densus 88 tidak lain karena asumsi dugaan adanya ancaman teror yang meningkat pada akhir dan menjelang awal tahun.

Ia menyebutkan sama sekali tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah, dimana polisi mengkaitan beberapa penangkapan dengan sosok Bahrum Naim, yang tidak lain adalah pendukung ISIS yang memilih hijrah ke Suriah bahkan bisa saja Bahrum Naim lebih memilih mati atau syahid di Suriah.

“Kalau saya nilai, tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah. Penindakan tidak lain adalah sebagai upaya preventif adanya asumsi ancaman awal dan akhir tahun,” kata Ustadz Harits kemarin.

Dijelaskan Ustadz Harits, beberapa terduga yang ditangkap memang sudah lama dipantau tim densus anti teror karena mendukung atau berafiliasi kepada ISIS.

“Tindakan ini baru dilakukan, karena para pendukung ISIS tersebut berpotensi akan akan melakukan aksi. Satu persoalan jika memang polisi mengkaitan otaknya di Indonesia adalah Bahrum Naim, tangkap yang bersangkutan, saya yakin mampu menangkap ke Suriah,” tegasnya.

“Selama biang kerok (Bahrum Naim,red) ada, cerita ini akan panjang dan banyak segmen,” sindirnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...