Kamis, 23 Februari 2017 | 05.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Senin, 26 Desember 2016 - 01:17 WIB

IMG-19503

Jenazah salah satu Terduga Teroris yang ditembak di Jatiluhur, Purwakarta (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Rentetan penangkapan para terduga teroris yang dilakukan Tim Denus Anti teror Polri pada Desember 2016 mulai dari kelompok Bekasi, kelompok Tangerang Selatan dan terbaru kelompok Purwakarta.

Jika menilik nama-nama terduga yang diamankan, hampir semuanya merupakan sel putus atau setidaknya salah satu dari pentolan ketiga kelompok tersebut pernah bersinggungan dengan Rohman alias Aman Abdurrahman, terpidana terorisme yang kini mendekam di LP Nusakambangan.

Seperti Omen, satu dari terduga yang ditembak mati di Tangerang Selatan diduga merupakan didikan Achmad Taufik alias Ovi, napiter yang juga masih berada di LP Nusakambangan.

Kemudian kelompok Purwakarta yang terbaru, ke empat terduga dua diantaranya tewas yakni Abdul Faiz alia Abu Sodi alias Abu Azis alias Mas Bro. Dua lainnya ditangkap hidup, Rijal alias Abu Arham dan Ivan Rahmat Syarif.

Ivan diduga sempat mengaji pada Aman Abdurrahman, ia juga diduga bersinggungan dengan pelaku bom bunu diri Thamrin, Jakarta, Sunakim alias Afif alias Nakim asal Purwakarta.

Nama-nama tersebut di indikasikan berbaiat atau berafiliasai dengan ISIS atau biasa disebut para pendukung ISIS adalah Anshar Daulah.

Berbeda dengan tim densus anti teror yang mengaitkannya dengan kelompok Bahrum Naim, pendukung ISIS yang kini hijrah ke Suriah.

Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) Ustadz Harits Abu Ulya memiliki pandangan bahwa sejumlah penangkapan terduga teroris tidak ada kaitannya dengan situasi global, terutama di Suriah.

Ustadz Harits menilai penindakan yang dilakukan tim densus 88 tidak lain karena asumsi dugaan adanya ancaman teror yang meningkat pada akhir dan menjelang awal tahun.

Ia menyebutkan sama sekali tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah, dimana polisi mengkaitan beberapa penangkapan dengan sosok Bahrum Naim, yang tidak lain adalah pendukung ISIS yang memilih hijrah ke Suriah bahkan bisa saja Bahrum Naim lebih memilih mati atau syahid di Suriah.

“Kalau saya nilai, tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah. Penindakan tidak lain adalah sebagai upaya preventif adanya asumsi ancaman awal dan akhir tahun,” kata Ustadz Harits kemarin.

Dijelaskan Ustadz Harits, beberapa terduga yang ditangkap memang sudah lama dipantau tim densus anti teror karena mendukung atau berafiliasi kepada ISIS.

“Tindakan ini baru dilakukan, karena para pendukung ISIS tersebut berpotensi akan akan melakukan aksi. Satu persoalan jika memang polisi mengkaitan otaknya di Indonesia adalah Bahrum Naim, tangkap yang bersangkutan, saya yakin mampu menangkap ke Suriah,” tegasnya.

“Selama biang kerok (Bahrum Naim,red) ada, cerita ini akan panjang dan banyak segmen,” sindirnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat
Hukum - Rabu, 22 Februari 2017 - 22:29 WIB

Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar membantah ada keterlibatan hakim lain dalam kasus yang menjeratnya.Menurutnya, kasus penerimaan suap atas Undang-undang ...
Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur
Ekonomi - Rabu, 22 Februari 2017 - 19:07 WIB

Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur

Maskapai Penerbangan Lion Air akan membuka dua rute baru dari Solo ke Kuala Lumpur, Malaysia dengan frekuensi terbang sebanyak satu ...
Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 17:40 WIB

Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi meminta aparatur keamanan segera mengambil sikap atas aksi intimidasi Fredy Tahuney alias Iwan ...
Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 16:28 WIB

Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengklaim tak pernah melakukan kriminalisasi para ulama. Berbeda dengan tuduhan pimpinan Front ...
Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR
Politik - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:52 WIB

Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo yang tidak menggubris status hukum Ahok sebagai tersangka penistaan agama menuai komentar dari ...
Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada
Peristiwa - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:10 WIB

Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada

Gunung-gunung api di Indonesia hingga saat ini masih menggeliat. Bahkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini ada ...