Sabtu, 18 November 2017 | 17.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Senin, 26 Desember 2016 - 01:17 WIB

IMG-19503

Jenazah salah satu Terduga Teroris yang ditembak di Jatiluhur, Purwakarta (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Rentetan penangkapan para terduga teroris yang dilakukan Tim Denus Anti teror Polri pada Desember 2016 mulai dari kelompok Bekasi, kelompok Tangerang Selatan dan terbaru kelompok Purwakarta.

Jika menilik nama-nama terduga yang diamankan, hampir semuanya merupakan sel putus atau setidaknya salah satu dari pentolan ketiga kelompok tersebut pernah bersinggungan dengan Rohman alias Aman Abdurrahman, terpidana terorisme yang kini mendekam di LP Nusakambangan.

Seperti Omen, satu dari terduga yang ditembak mati di Tangerang Selatan diduga merupakan didikan Achmad Taufik alias Ovi, napiter yang juga masih berada di LP Nusakambangan.

Kemudian kelompok Purwakarta yang terbaru, ke empat terduga dua diantaranya tewas yakni Abdul Faiz alia Abu Sodi alias Abu Azis alias Mas Bro. Dua lainnya ditangkap hidup, Rijal alias Abu Arham dan Ivan Rahmat Syarif.

Ivan diduga sempat mengaji pada Aman Abdurrahman, ia juga diduga bersinggungan dengan pelaku bom bunu diri Thamrin, Jakarta, Sunakim alias Afif alias Nakim asal Purwakarta.

Nama-nama tersebut di indikasikan berbaiat atau berafiliasai dengan ISIS atau biasa disebut para pendukung ISIS adalah Anshar Daulah.

Berbeda dengan tim densus anti teror yang mengaitkannya dengan kelompok Bahrum Naim, pendukung ISIS yang kini hijrah ke Suriah.

Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) Ustadz Harits Abu Ulya memiliki pandangan bahwa sejumlah penangkapan terduga teroris tidak ada kaitannya dengan situasi global, terutama di Suriah.

Ustadz Harits menilai penindakan yang dilakukan tim densus 88 tidak lain karena asumsi dugaan adanya ancaman teror yang meningkat pada akhir dan menjelang awal tahun.

Ia menyebutkan sama sekali tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah, dimana polisi mengkaitan beberapa penangkapan dengan sosok Bahrum Naim, yang tidak lain adalah pendukung ISIS yang memilih hijrah ke Suriah bahkan bisa saja Bahrum Naim lebih memilih mati atau syahid di Suriah.

“Kalau saya nilai, tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah. Penindakan tidak lain adalah sebagai upaya preventif adanya asumsi ancaman awal dan akhir tahun,” kata Ustadz Harits kemarin.

Dijelaskan Ustadz Harits, beberapa terduga yang ditangkap memang sudah lama dipantau tim densus anti teror karena mendukung atau berafiliasi kepada ISIS.

“Tindakan ini baru dilakukan, karena para pendukung ISIS tersebut berpotensi akan akan melakukan aksi. Satu persoalan jika memang polisi mengkaitan otaknya di Indonesia adalah Bahrum Naim, tangkap yang bersangkutan, saya yakin mampu menangkap ke Suriah,” tegasnya.

“Selama biang kerok (Bahrum Naim,red) ada, cerita ini akan panjang dan banyak segmen,” sindirnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...