Selasa, 24 Januari 2017 | 06.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Senin, 26 Desember 2016 - 01:17 WIB

IMG-19503

Jenazah salah satu Terduga Teroris yang ditembak di Jatiluhur, Purwakarta (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Rentetan penangkapan para terduga teroris yang dilakukan Tim Denus Anti teror Polri pada Desember 2016 mulai dari kelompok Bekasi, kelompok Tangerang Selatan dan terbaru kelompok Purwakarta.

Jika menilik nama-nama terduga yang diamankan, hampir semuanya merupakan sel putus atau setidaknya salah satu dari pentolan ketiga kelompok tersebut pernah bersinggungan dengan Rohman alias Aman Abdurrahman, terpidana terorisme yang kini mendekam di LP Nusakambangan.

Seperti Omen, satu dari terduga yang ditembak mati di Tangerang Selatan diduga merupakan didikan Achmad Taufik alias Ovi, napiter yang juga masih berada di LP Nusakambangan.

Kemudian kelompok Purwakarta yang terbaru, ke empat terduga dua diantaranya tewas yakni Abdul Faiz alia Abu Sodi alias Abu Azis alias Mas Bro. Dua lainnya ditangkap hidup, Rijal alias Abu Arham dan Ivan Rahmat Syarif.

Ivan diduga sempat mengaji pada Aman Abdurrahman, ia juga diduga bersinggungan dengan pelaku bom bunu diri Thamrin, Jakarta, Sunakim alias Afif alias Nakim asal Purwakarta.

Nama-nama tersebut di indikasikan berbaiat atau berafiliasai dengan ISIS atau biasa disebut para pendukung ISIS adalah Anshar Daulah.

Berbeda dengan tim densus anti teror yang mengaitkannya dengan kelompok Bahrum Naim, pendukung ISIS yang kini hijrah ke Suriah.

Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) Ustadz Harits Abu Ulya memiliki pandangan bahwa sejumlah penangkapan terduga teroris tidak ada kaitannya dengan situasi global, terutama di Suriah.

Ustadz Harits menilai penindakan yang dilakukan tim densus 88 tidak lain karena asumsi dugaan adanya ancaman teror yang meningkat pada akhir dan menjelang awal tahun.

Ia menyebutkan sama sekali tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah, dimana polisi mengkaitan beberapa penangkapan dengan sosok Bahrum Naim, yang tidak lain adalah pendukung ISIS yang memilih hijrah ke Suriah bahkan bisa saja Bahrum Naim lebih memilih mati atau syahid di Suriah.

“Kalau saya nilai, tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah. Penindakan tidak lain adalah sebagai upaya preventif adanya asumsi ancaman awal dan akhir tahun,” kata Ustadz Harits kemarin.

Dijelaskan Ustadz Harits, beberapa terduga yang ditangkap memang sudah lama dipantau tim densus anti teror karena mendukung atau berafiliasi kepada ISIS.

“Tindakan ini baru dilakukan, karena para pendukung ISIS tersebut berpotensi akan akan melakukan aksi. Satu persoalan jika memang polisi mengkaitan otaknya di Indonesia adalah Bahrum Naim, tangkap yang bersangkutan, saya yakin mampu menangkap ke Suriah,” tegasnya.

“Selama biang kerok (Bahrum Naim,red) ada, cerita ini akan panjang dan banyak segmen,” sindirnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan
Nasional - Selasa, 24 Januari 2017 - 00:08 WIB

Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan

Tujuh belas orang WNI yang diduga bergabung dengan ISIS dan di deportasi Pemerintah Turki ke Indonesia saat ini masih menjalani ...
Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 22:07 WIB

Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mempertanyakan simbol Palu-Arit yang terdapat pada uang pecahan baru Bank Indonesia. ...
Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 17:24 WIB

Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK); Febri Diansyah mengatakan penyidik bisa saja kembali memanggil istri mantan Direktur PT Garuda ...
Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:59 WIB

Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun

Wakil Direktur MAK, Virgo Sulianto Gohardi mengatakan modus jual beli jabatan seringkali dilakukan pada moment menjelang atau setelah Pilkada."Tujuannya adalah ...
Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:57 WIB

Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Virgo Sulianto Gohardi menduga sekitar 90% dari proses pengisian 21.000 jabatan kepala dinas di ...
Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan
Peristiwa - Senin, 23 Januari 2017 - 14:24 WIB

Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan

Dukungan terhadap imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengalir dari berbagai kalangan, termasuk selebritis.Pelawak Kiwil misalnya, yang ...