Senin, 29 Mei 2017 | 01.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Rencana Aksi Teror di Indonesia Meningkat, Tak Ada Relevansi dengan Situasi Suriah

Senin, 26 Desember 2016 - 01:17 WIB

IMG-19503

Jenazah salah satu Terduga Teroris yang ditembak di Jatiluhur, Purwakarta (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Rentetan penangkapan para terduga teroris yang dilakukan Tim Denus Anti teror Polri pada Desember 2016 mulai dari kelompok Bekasi, kelompok Tangerang Selatan dan terbaru kelompok Purwakarta.

Jika menilik nama-nama terduga yang diamankan, hampir semuanya merupakan sel putus atau setidaknya salah satu dari pentolan ketiga kelompok tersebut pernah bersinggungan dengan Rohman alias Aman Abdurrahman, terpidana terorisme yang kini mendekam di LP Nusakambangan.

Seperti Omen, satu dari terduga yang ditembak mati di Tangerang Selatan diduga merupakan didikan Achmad Taufik alias Ovi, napiter yang juga masih berada di LP Nusakambangan.

Kemudian kelompok Purwakarta yang terbaru, ke empat terduga dua diantaranya tewas yakni Abdul Faiz alia Abu Sodi alias Abu Azis alias Mas Bro. Dua lainnya ditangkap hidup, Rijal alias Abu Arham dan Ivan Rahmat Syarif.

Ivan diduga sempat mengaji pada Aman Abdurrahman, ia juga diduga bersinggungan dengan pelaku bom bunu diri Thamrin, Jakarta, Sunakim alias Afif alias Nakim asal Purwakarta.

Nama-nama tersebut di indikasikan berbaiat atau berafiliasai dengan ISIS atau biasa disebut para pendukung ISIS adalah Anshar Daulah.

Berbeda dengan tim densus anti teror yang mengaitkannya dengan kelompok Bahrum Naim, pendukung ISIS yang kini hijrah ke Suriah.

Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) Ustadz Harits Abu Ulya memiliki pandangan bahwa sejumlah penangkapan terduga teroris tidak ada kaitannya dengan situasi global, terutama di Suriah.

Ustadz Harits menilai penindakan yang dilakukan tim densus 88 tidak lain karena asumsi dugaan adanya ancaman teror yang meningkat pada akhir dan menjelang awal tahun.

Ia menyebutkan sama sekali tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah, dimana polisi mengkaitan beberapa penangkapan dengan sosok Bahrum Naim, yang tidak lain adalah pendukung ISIS yang memilih hijrah ke Suriah bahkan bisa saja Bahrum Naim lebih memilih mati atau syahid di Suriah.

“Kalau saya nilai, tidak ada relevansi dengan situasi di Suriah. Penindakan tidak lain adalah sebagai upaya preventif adanya asumsi ancaman awal dan akhir tahun,” kata Ustadz Harits kemarin.

Dijelaskan Ustadz Harits, beberapa terduga yang ditangkap memang sudah lama dipantau tim densus anti teror karena mendukung atau berafiliasi kepada ISIS.

“Tindakan ini baru dilakukan, karena para pendukung ISIS tersebut berpotensi akan akan melakukan aksi. Satu persoalan jika memang polisi mengkaitan otaknya di Indonesia adalah Bahrum Naim, tangkap yang bersangkutan, saya yakin mampu menangkap ke Suriah,” tegasnya.

“Selama biang kerok (Bahrum Naim,red) ada, cerita ini akan panjang dan banyak segmen,” sindirnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 13:54 WIB

Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi

Paska ledakan yang terjadi di kawasan Terminal Kampung Melayu, aktivitas Halte Transjakarta yang sempat terhenti beberapa hari akibat terkena ledakan ...
Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children
Pendidikan - Minggu, 28 Mei 2017 - 11:31 WIB

Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children

Mentri Sosial, Khofifah Indhar Parawansa dalam akhir kunjunganya ke lokasi korban kebakaran warga Baduy Luar, Sabtu (27/5) sempat berdialog cukup ...
Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 10:57 WIB

Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar

Ratusan korban kebakaran Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Baduy Luar, Lebak, Banten, pada Selasa (23/5) lalu mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui ...
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...