Jumat, 21 Juli 2017 | 13.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Habib Rizieq Dilaporkan, FPI: Apa Mau Pendeta Dilaporkan Rame-Rame oleh Umat Islam?

Habib Rizieq Dilaporkan, FPI: Apa Mau Pendeta Dilaporkan Rame-Rame oleh Umat Islam?

Selasa, 27 Desember 2016 - 12:03 WIB

IMG-19527

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab (KiniNews/Yudi Permana)

Jakarta, kini.co.id – Laporan Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) kepada Polisi terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab disikapi serius oleh jajaran FPI.

Dalam akun twitter resmi DPP FPI menjelaskan, apa yang dilakukan Habib Rizieq tidak bisa dikategorikan sebagai penistaan agama karena Habib Rizieq mendakwahkan ajaran tauhid kepada umat Islam di forum yang hanya dihadiri oleh umat Islam.

“Konteks ceramah Habib Rizieq tersebut adalah menjelaskan soal keharaman Muslim mengucapkan selamat Natal. Karena ucapan ini punya konsekuensi pada akidah. Menurut Habib Rizieq, walaupun Natal secara bahasa artinya Hari Kelahiran. Tapi secara Terminologi artinya Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan. Sehingga ucapan “Selamat Natal” berarti “Selamat Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan.” Ini haram diucapkan oleh Umat Islam,” tulisnya, Selasa (27/12).

“Dalam tabligh itu pula, Habib Rizieq menjelaskan kepada Umat Islam yang hadir, bagaimana cara menjawab jika dapat ucapan “Selamat Natal” dari Umat Kristiani,” tambahnya.

Jawabannya, menurut Habib Rizieq, adalah Surat Al Ikhlas ayat 3: lam yalid wa lam yuulad (Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan).

DPP FPI menambahkan, penjelasan Habib Rizieq tersebut disampaikannya dalam kapasitas sebagai ulama Islam, dalam forum pengajian yang dihadiri oleh umat Islam pula.

“Lantas kenapa Mahasiswa Katholik tetiba menuduh Ulama Islam yang dakwahkan ajaran agama kepada umatnya sendiri sebagai penistaan?! Jika begitu, nanti Pendeta yang ajarkan tentang dogma Anak Tuhan kepada Umat Kristiani, bisa juga dianggap penistaan oleh Umat Islam. Kacau tidak?!” tandasnya.

“Apa mau pendeta-pendeta dilaporkan rame-rame oleh Umat Islam, karena dituduh ajarannya menista Islam?! Tentu itu tidak kita inginkan. Bisa kacau semua,” tegas DPP FPI.

Terpisah pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman mengatakan, pihaknya telah melakukan konsolidasi untuk membahas laporan terhadap Rizieq. Hasilnya, ACTA akan mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk membela sang Imam Besar.

“ACTA akan fight habis-habisan bela Habib Rizieq, apapun upaya kriminalisasi terhadap Habib Rizieq, ACTA lahir batin siap bela Habib Rizieq. Ada 100 advokat yang akan bela Habib,” ujar Habiburokhman.

Habiburokhman menyangsikan laporan PMKRI. Sebab, selama ini ia memperhatikan tutur Rizieq dan tak bisa menemukan satu pun pernyataan yang menistakan agama.

“Jadi menurut saya, jauh sekali dari unsur menistakan agama dan laporan itu terkesan dipaksakan,” katanya. Selain ACTA yang siap membela, FPI berniat melapor balik PMKRI atas pencemaran nama baik. Apa yang dilaporkan PMKRI dianggap fitnah oleh FPI.

Sekjen DPW FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin menyebutkan, sangat tidak mungkin seorang Rizieq menistakan agama. Sebab, menurut Novel, dalam perjuangan mereka, menistakan agama merupakan suatu hal yang dilarang.

Ia juga menyebut Habib Rizieq selalu berdialog dan berkoordinasi dengan tokoh lintas agama. Apalagi, kata dia, beberapa waktu lalu, Rizieq dinobatkan sebagai “Man of the Year” oleh dua organisasi masyarakat, yakni Muslim Tionghoa Indonesia (MusTi) besutan Jusuf Hamka dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTAK) yang diketuai Lieus Sungkharisma.

Novel juga menegaskan akan mendampingi Rizieq dalam kasus ini.“Itu hanya fitnah, tuduhan yang mengada-ada,” ujarnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...
DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:05 WIB

DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan melakukan uji materi terkait Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu yang baru saja disetujui ...