Selasa, 16 Januari 2018 | 23.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Majelis Hakim Bantah Sidang Ahok Terpengaruh Desakan Massa

Majelis Hakim Bantah Sidang Ahok Terpengaruh Desakan Massa

Selasa, 27 Desember 2016 - 12:38 WIB

IMG-19528

Aksi massa Umat Islam di sidang Ahok (KiniNews/Doc)

Jakarta, kini.co.id – Majelis hakim yang menangani perkara dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah jika persidangan terpengaruh desakan massa.

Pernyataan majlis hakim tersebut menanggapi nota keberatan Ahok dan penasihat hukumnya yang menilai majlis hakim terpengaruh desakan masa serta proses penyidikan dan penuntutan terlalu cepat serta penetapan tersangka tak sesuai prosedur.

“Menimbang terhadap keberatan tersebut, pengadilan berpendapat bahwa pengadilan menyidangkan suatu perkara bukan atas desakan massa atau apapun,” tegas Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto di PN Jakarta Utara, Selasa (27/12).

Majelis hakim melanjutkan, persidangan Ahok digelar berdasarkan pelimpahan berkas perkara dari jaksa penuntut umum (JPU). Dalam pelimpahan itu, jaksa meminta hakim untuk menyidangkan perkara Ahok.

Sebelumnya, majelis hakim juga mengatakan nota keberatan terdakwa Ahok soal tak berniat menodakan agama bukanlah eksepsi.

Keberatan Ahok lainnya yang tak dikategorikan eksepsi seperti kegiatan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, membantu guru ngaji memberangkatkan haji dan pembangunan masjid dan keberatan Ahok soal asal usul Surat Al Maidah ayat 51 dengan mengutip buku yang ditulisnya.

Ahok didakwa dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Jaksa menilai Ahok telah melakukaan penodaan terhadap agama serta menghina para ulama dan umat Islam.

Dalam sidang putusan sela tersebut, Majlis Hakim menolak eksepsi terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan penasehat hukumnua sehingga persidangan kasus penodaan agama yang menjerat terdakwa Ahok tetap berlanjut.

“Mengadili, satu, menolak eksepsi terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dan penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya,” tutur Hakim Dwiyarso dalam persidangan, Selasa (27/12).

Majelis hakim PN Jakarta Utara menyatakan berkas perkara atas nama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dilanjutkan pada sidang berikutnya, 3 Januari 2017 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari
Hukum - Selasa, 16 Januari 2018 - 21:39 WIB

KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari yang diduga berasal dari hasil ...
Oso: Kalau Wiranto mau jadi ketua lagi saya kasihkan
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 19:43 WIB

Oso: Kalau Wiranto mau jadi ketua lagi saya kasihkan

Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) mengaku tidak masalah jika Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto ingin ...
Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak
Hukum - Selasa, 16 Januari 2018 - 17:36 WIB

Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak

Mabes Polri menegaskan jika 10 orang anggota Polri yang ikut maju dalam Pilkada serentak masih berstatus polisi hingga penetapan pasangan ...
JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 16:14 WIB

JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan

Pernyataan La Nyalla terkait mahar politik yang diminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto menuai banyak reaksi di masyarakat.Sebagaian masyarakat tak menyangka ...
Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani
Ekonomi - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:16 WIB

Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani

Zulkifli Hasan Selaku Ketua MPR RI mengkritisi rencana pemerintah yang akan mengimport beras dari Vietnam dan Thailand. Ia juga menyapaikan ...
12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS
Peristiwa - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:13 WIB

12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS

Dua belas pasien korban ambruknya selasar Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit (RS)."Kedua belas ...