Jumat, 21 Juli 2017 | 13.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sakit Kepala Sering Dikeluhkan Masyarakat Saat Mengawal Sidang Ahok

Sakit Kepala Sering Dikeluhkan Masyarakat Saat Mengawal Sidang Ahok

Reporter : Fauzan | Selasa, 27 Desember 2016 - 12:50 WIB

IMG-19530

Layanan medis gratis disediakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menyediakan layanan medis gratis untuk para peserta yang ikut mengawal berlangsungnya proses persidangan dugaan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 27 Desember 2016 ini.

Layanan medis gratis tersebut sengaja disediakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) untuk memberikan pertolongan jika ada peserta yang kelelahan usai melakukan orasi menuntut agar Ahok segera dipenjara.

“Kita kawal saja untuk memberikan pertolongan kalau yang orasi itu pada kelelahan,” ujar salah satu anggota tim medis, Yati (25) saat berbincang-bincang dengan Kini.co.id, di Jakarta.

Lebih lanjut Yati mengatakan sakit kepala dan sesak nafas paling banyak dikeluhkan dan dipersoalkan oleh masyarakat saat bertandang ke posko.

“Yang paling banyak dikeluhkan itu sakit kepala dan sesak nafas. Bagaimana pertolongannya, itu tergantung kondisi tubuh dari si pendemo, tidak semua pasien sama cara penanganannya. Kita harus cek dulu,” jelasnya.

Sejauh ini lanjutnya, sudah ada sekitar 100 orang yang datang untuk mendapatkan pelayanan dari tim medis. Mayoritas mereka yang datang ke posko adalah kaum pria berusia diatas 40 tahunan.

“Sejauh ini banyaknya kaum akhwat yang datang usianya diatas 40 tahunan,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...
DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:05 WIB

DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan melakukan uji materi terkait Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu yang baru saja disetujui ...