Kamis, 30 Maret 2017 | 15.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Cakar dan Maki Polantas, Dora jadi Staf Biasa di Pekanbaru

Cakar dan Maki Polantas, Dora jadi Staf Biasa di Pekanbaru

Reporter : Fadilah | Rabu, 28 Desember 2016 - 14:57 WIB

IMG-19553

MA menggelar konferensi pers terkait Dora Natalia Singarimbun yang dimutasi setelah menyerang Polantas, Aiptu Sutisna. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali mengatakan pihaknya telah menjatuhkan sanksi kepada salah satu pegawainya yang bernama Dora Natalia Singarimbun. Sanksi yang diberikan adalah berupa pencopotan jabatan yang semula di eselon IV kini hanya menjadi Staff biasa di Pekanbaru.

“Pimpinan menjatuhkan sanksi pada Dora berupa pencopotan jabatan yang semula eselon IV kini menjadi tanpa jabatan,” tutur Hatta saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, (28/12/2016).

Sanksi tersebut masuk ke dalam sanksi berkategori berat. Pasalnya Dora bukan hanya dicopot melainkan dimutasi ke luar Pulau Jawa.

Padahal di satu sisi, Dora sudah meminta maaf dan dan sepakat dengan aparat kepolisian yang telah dicabik-cabik olehnya untuk tidak memperpanjang kasus tersebut.

Ditambah lagi, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas MA, Dora dinyatakan tidak bersalah. Dia hanya kesal dan meluapkan emosinya kepada polisi lantaran akses menuju lokasi kantornya macet, sedangkan pihak kepolisian tidak mengatur lalu lintas (lalin) di lokasi kemacetan.

Nama Dora Natalia Singarimbun mendadak menjadi perbincangan masyarakat Indonesia setelah video yang memperlihatkannya tengah bertengkar dengan polisi tersebar di dunia Maya. Dimana dalam video tersebut, Dora terlihat tengah mencabik-cabik polisi yang tengah bertugas.

Dora sendiri rupanya merupakan salah satu pegawai di MA yang sedang mengejar waktu pukul 08:00 WIB agar bisa sampai dengan tepat waktu ke Kantor.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 15:11 WIB

Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka

Majelis Hakim kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) TA 2011-2012 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ...
Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:55 WIB

Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka

Sidang konfrontir antara Politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan ...
Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:40 WIB

Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan bahwa dia pernah menyarankan kepada Politisi Miryam S Haryani untuk mengembalikan uang ...
Aksi 313 Ibarat Perang Badar
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:15 WIB

Aksi 313 Ibarat Perang Badar

Forum Umat Islam (FUI) menyebutkan momentum aksi 313 yang menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, ...
Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:12 WIB

Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo rupanya mengetahui perihal bagi-bagi uang hasil dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP APBN TA 2011-2012.Demikian ...
Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 12:54 WIB

Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak menampik terkait pengakuan Politisi Hanura, Miryam S Haryani yang merasa terganggu olehnya ...