Rabu, 18 Januari 2017 | 13.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Cakar dan Maki Polantas, Dora jadi Staf Biasa di Pekanbaru

Cakar dan Maki Polantas, Dora jadi Staf Biasa di Pekanbaru

Reporter : Fadilah | Rabu, 28 Desember 2016 - 14:57 WIB

IMG-19553

MA menggelar konferensi pers terkait Dora Natalia Singarimbun yang dimutasi setelah menyerang Polantas, Aiptu Sutisna. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali mengatakan pihaknya telah menjatuhkan sanksi kepada salah satu pegawainya yang bernama Dora Natalia Singarimbun. Sanksi yang diberikan adalah berupa pencopotan jabatan yang semula di eselon IV kini hanya menjadi Staff biasa di Pekanbaru.

“Pimpinan menjatuhkan sanksi pada Dora berupa pencopotan jabatan yang semula eselon IV kini menjadi tanpa jabatan,” tutur Hatta saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, (28/12/2016).

Sanksi tersebut masuk ke dalam sanksi berkategori berat. Pasalnya Dora bukan hanya dicopot melainkan dimutasi ke luar Pulau Jawa.

Padahal di satu sisi, Dora sudah meminta maaf dan dan sepakat dengan aparat kepolisian yang telah dicabik-cabik olehnya untuk tidak memperpanjang kasus tersebut.

Ditambah lagi, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas MA, Dora dinyatakan tidak bersalah. Dia hanya kesal dan meluapkan emosinya kepada polisi lantaran akses menuju lokasi kantornya macet, sedangkan pihak kepolisian tidak mengatur lalu lintas (lalin) di lokasi kemacetan.

Nama Dora Natalia Singarimbun mendadak menjadi perbincangan masyarakat Indonesia setelah video yang memperlihatkannya tengah bertengkar dengan polisi tersebar di dunia Maya. Dimana dalam video tersebut, Dora terlihat tengah mencabik-cabik polisi yang tengah bertugas.

Dora sendiri rupanya merupakan salah satu pegawai di MA yang sedang mengejar waktu pukul 08:00 WIB agar bisa sampai dengan tepat waktu ke Kantor.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...