Minggu, 23 Juli 2017 | 17.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Cakar dan Maki Polantas, Dora jadi Staf Biasa di Pekanbaru

Cakar dan Maki Polantas, Dora jadi Staf Biasa di Pekanbaru

Reporter : Fadilah | Rabu, 28 Desember 2016 - 14:57 WIB

IMG-19553

MA menggelar konferensi pers terkait Dora Natalia Singarimbun yang dimutasi setelah menyerang Polantas, Aiptu Sutisna. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali mengatakan pihaknya telah menjatuhkan sanksi kepada salah satu pegawainya yang bernama Dora Natalia Singarimbun. Sanksi yang diberikan adalah berupa pencopotan jabatan yang semula di eselon IV kini hanya menjadi Staff biasa di Pekanbaru.

“Pimpinan menjatuhkan sanksi pada Dora berupa pencopotan jabatan yang semula eselon IV kini menjadi tanpa jabatan,” tutur Hatta saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, (28/12/2016).

Sanksi tersebut masuk ke dalam sanksi berkategori berat. Pasalnya Dora bukan hanya dicopot melainkan dimutasi ke luar Pulau Jawa.

Padahal di satu sisi, Dora sudah meminta maaf dan dan sepakat dengan aparat kepolisian yang telah dicabik-cabik olehnya untuk tidak memperpanjang kasus tersebut.

Ditambah lagi, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas MA, Dora dinyatakan tidak bersalah. Dia hanya kesal dan meluapkan emosinya kepada polisi lantaran akses menuju lokasi kantornya macet, sedangkan pihak kepolisian tidak mengatur lalu lintas (lalin) di lokasi kemacetan.

Nama Dora Natalia Singarimbun mendadak menjadi perbincangan masyarakat Indonesia setelah video yang memperlihatkannya tengah bertengkar dengan polisi tersebar di dunia Maya. Dimana dalam video tersebut, Dora terlihat tengah mencabik-cabik polisi yang tengah bertugas.

Dora sendiri rupanya merupakan salah satu pegawai di MA yang sedang mengejar waktu pukul 08:00 WIB agar bisa sampai dengan tepat waktu ke Kantor.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen
Peristiwa - Minggu, 23 Juli 2017 - 17:00 WIB

Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemilik bus pesta bisa dipidana apabila memang terbukti memalsukan perizinan. “Tindaklanjutnya apabila benar ada ...
PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:34 WIB

PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan selalu menjaga komitmen kebangsaan dan keumatan di Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua DPW ...
Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:16 WIB

Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan menjadi berkah jika tanpa ...
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...