Jumat, 18 Agustus 2017 | 21.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polisi Bantah Pembunuhan di Pulomas Karena Ada Dendam

Polisi Bantah Pembunuhan di Pulomas Karena Ada Dendam

Reporter : Yudi | Kamis, 29 Desember 2016 - 12:01 WIB

IMG-19580

Rumah tempat kejadian pembunuhan di Pulomas dipasangi garis polisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, membantah kabar kalau pembunuhan yang menewaskan enam orang tersebut ada unsur dendam atau dibunuh oleh pembunuh bayaran. Irawan menyakinkan kalau pembunuhan tersebut adalah murni perampokan disertai pembunuhan oleh kelompok Ramlan Butar-butar.

“Ini perampokan. Namun karena para korban disekap di WC itu sehingga terjadi meninggal dunia,” ujar Iriawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

Irawan juga menjelaskan, simpulan tersebut ditarik setelah melakukan olah tempat kejadia perkara (TKP), pemeriksaan korban selamat dan rekaman CCTV yang mendukung.

Hasil rekaman CCTV tersebut pun yang akhirnya menunjukkan kalau kejadian tersebut adalah murni perampokan oleh para tersangka yang belakangan diketahui memang kelompok perampok spesialisasi rumah mewah.

“Ini bukan pembunuh bayaran, ini perampokan disertai pembunuhan. Jangan berasumsi dulu kepada korban Dodi, apakah ada yang menyuruh pelaku atau dendam,” kata Iriawan.

Irawan juga menambahkan kalau kejadia ini merupakan perampokan disertai pembunuhan dengan penyekapan karena menurut kesaksian korban selamat, saat masuk para pelaku langsung menanyakan kepada mereka di mana kamar majikan mereka.

Diketahui, saat kejadian, korban Dodi masih dalam perjalanan pulang kerumah. Sesampainya di rumah, Dodi pun sempat ingin kabur namun dihadang oleh mobil pelaku di depan rumah.

Ramlan dan kelompok merupakan residivis kasus perampokan spesialis rumah mewah di sejumlah kota di Pulau Jawa dan mendapatkan julukan Kapten Pincang.

“Yang bersangkutan punya ciri kalau berjalan kakinya pincang, itu karena dia punya penyakit ginjal. Dan itu sesuai dengan rekaman di CCTV,” jelas Iriawan.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...
Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:58 WIB

Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya

Kebijakan fiskal Indonesia yang ingin membangun ekonomi tumbuh berkeadilan, namun hal tersebut tanpa dibarengi dengan kemampuan peneriman pajak yang dapat ...
Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:05 WIB

Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa

Terpidana kasus terorisme pelatihan militer Pegunungan Jalin Jantho, Aceh, Oman Rachman alias Abu Sulaiman Aman Abdurrahman kembali menjalani pemeriksaan di ...
Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:49 WIB

Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kedatangan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke peringatan HUT RI di Istana Kepresidenan memberikan ...
Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:16 WIB

Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak bangsa Indonesia menjadikan momen peringatan Hari Konstitusi untuk senantiasa mengingat dan meneruskan visi para pendiri ...