Rabu, 21 Februari 2018 | 12.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polisi Bantah Pembunuhan di Pulomas Karena Ada Dendam

Polisi Bantah Pembunuhan di Pulomas Karena Ada Dendam

Reporter : Yudi | Kamis, 29 Desember 2016 - 12:01 WIB

IMG-19580

Rumah tempat kejadian pembunuhan di Pulomas dipasangi garis polisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, membantah kabar kalau pembunuhan yang menewaskan enam orang tersebut ada unsur dendam atau dibunuh oleh pembunuh bayaran. Irawan menyakinkan kalau pembunuhan tersebut adalah murni perampokan disertai pembunuhan oleh kelompok Ramlan Butar-butar.

“Ini perampokan. Namun karena para korban disekap di WC itu sehingga terjadi meninggal dunia,” ujar Iriawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

Irawan juga menjelaskan, simpulan tersebut ditarik setelah melakukan olah tempat kejadia perkara (TKP), pemeriksaan korban selamat dan rekaman CCTV yang mendukung.

Hasil rekaman CCTV tersebut pun yang akhirnya menunjukkan kalau kejadian tersebut adalah murni perampokan oleh para tersangka yang belakangan diketahui memang kelompok perampok spesialisasi rumah mewah.

“Ini bukan pembunuh bayaran, ini perampokan disertai pembunuhan. Jangan berasumsi dulu kepada korban Dodi, apakah ada yang menyuruh pelaku atau dendam,” kata Iriawan.

Irawan juga menambahkan kalau kejadia ini merupakan perampokan disertai pembunuhan dengan penyekapan karena menurut kesaksian korban selamat, saat masuk para pelaku langsung menanyakan kepada mereka di mana kamar majikan mereka.

Diketahui, saat kejadian, korban Dodi masih dalam perjalanan pulang kerumah. Sesampainya di rumah, Dodi pun sempat ingin kabur namun dihadang oleh mobil pelaku di depan rumah.

Ramlan dan kelompok merupakan residivis kasus perampokan spesialis rumah mewah di sejumlah kota di Pulau Jawa dan mendapatkan julukan Kapten Pincang.

“Yang bersangkutan punya ciri kalau berjalan kakinya pincang, itu karena dia punya penyakit ginjal. Dan itu sesuai dengan rekaman di CCTV,” jelas Iriawan.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan
Ekonomi - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:19 WIB

Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan

Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Siti Kuwati mengatakan, Bulog ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan ...
Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:13 WIB

Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari mengaku telah membaca dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU ...
Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:47 WIB

Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).Agenda ...
10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:19 WIB

10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto

Selama 10 bulan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum juga tuntas.Pelaku teror penyiraman air ...
Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:48 WIB

Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (20/2/2018) malam ...
Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:17 WIB

Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

Penyambutan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Panitia yang menunggu kepastian akhirnya ...