Kamis, 23 Maret 2017 | 11.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polisi Bantah Pembunuhan di Pulomas Karena Ada Dendam

Polisi Bantah Pembunuhan di Pulomas Karena Ada Dendam

Reporter : Yudi | Kamis, 29 Desember 2016 - 12:01 WIB

IMG-19580

Rumah tempat kejadian pembunuhan di Pulomas dipasangi garis polisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, membantah kabar kalau pembunuhan yang menewaskan enam orang tersebut ada unsur dendam atau dibunuh oleh pembunuh bayaran. Irawan menyakinkan kalau pembunuhan tersebut adalah murni perampokan disertai pembunuhan oleh kelompok Ramlan Butar-butar.

“Ini perampokan. Namun karena para korban disekap di WC itu sehingga terjadi meninggal dunia,” ujar Iriawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

Irawan juga menjelaskan, simpulan tersebut ditarik setelah melakukan olah tempat kejadia perkara (TKP), pemeriksaan korban selamat dan rekaman CCTV yang mendukung.

Hasil rekaman CCTV tersebut pun yang akhirnya menunjukkan kalau kejadian tersebut adalah murni perampokan oleh para tersangka yang belakangan diketahui memang kelompok perampok spesialisasi rumah mewah.

“Ini bukan pembunuh bayaran, ini perampokan disertai pembunuhan. Jangan berasumsi dulu kepada korban Dodi, apakah ada yang menyuruh pelaku atau dendam,” kata Iriawan.

Irawan juga menambahkan kalau kejadia ini merupakan perampokan disertai pembunuhan dengan penyekapan karena menurut kesaksian korban selamat, saat masuk para pelaku langsung menanyakan kepada mereka di mana kamar majikan mereka.

Diketahui, saat kejadian, korban Dodi masih dalam perjalanan pulang kerumah. Sesampainya di rumah, Dodi pun sempat ingin kabur namun dihadang oleh mobil pelaku di depan rumah.

Ramlan dan kelompok merupakan residivis kasus perampokan spesialis rumah mewah di sejumlah kota di Pulau Jawa dan mendapatkan julukan Kapten Pincang.

“Yang bersangkutan punya ciri kalau berjalan kakinya pincang, itu karena dia punya penyakit ginjal. Dan itu sesuai dengan rekaman di CCTV,” jelas Iriawan.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...