Kamis, 19 Januari 2017 | 15.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polisi Bantah Pembunuhan di Pulomas Karena Ada Dendam

Polisi Bantah Pembunuhan di Pulomas Karena Ada Dendam

Reporter : Yudi | Kamis, 29 Desember 2016 - 12:01 WIB

IMG-19580

Rumah tempat kejadian pembunuhan di Pulomas dipasangi garis polisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, membantah kabar kalau pembunuhan yang menewaskan enam orang tersebut ada unsur dendam atau dibunuh oleh pembunuh bayaran. Irawan menyakinkan kalau pembunuhan tersebut adalah murni perampokan disertai pembunuhan oleh kelompok Ramlan Butar-butar.

“Ini perampokan. Namun karena para korban disekap di WC itu sehingga terjadi meninggal dunia,” ujar Iriawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

Irawan juga menjelaskan, simpulan tersebut ditarik setelah melakukan olah tempat kejadia perkara (TKP), pemeriksaan korban selamat dan rekaman CCTV yang mendukung.

Hasil rekaman CCTV tersebut pun yang akhirnya menunjukkan kalau kejadian tersebut adalah murni perampokan oleh para tersangka yang belakangan diketahui memang kelompok perampok spesialisasi rumah mewah.

“Ini bukan pembunuh bayaran, ini perampokan disertai pembunuhan. Jangan berasumsi dulu kepada korban Dodi, apakah ada yang menyuruh pelaku atau dendam,” kata Iriawan.

Irawan juga menambahkan kalau kejadia ini merupakan perampokan disertai pembunuhan dengan penyekapan karena menurut kesaksian korban selamat, saat masuk para pelaku langsung menanyakan kepada mereka di mana kamar majikan mereka.

Diketahui, saat kejadian, korban Dodi masih dalam perjalanan pulang kerumah. Sesampainya di rumah, Dodi pun sempat ingin kabur namun dihadang oleh mobil pelaku di depan rumah.

Ramlan dan kelompok merupakan residivis kasus perampokan spesialis rumah mewah di sejumlah kota di Pulau Jawa dan mendapatkan julukan Kapten Pincang.

“Yang bersangkutan punya ciri kalau berjalan kakinya pincang, itu karena dia punya penyakit ginjal. Dan itu sesuai dengan rekaman di CCTV,” jelas Iriawan.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...