Senin, 19 Februari 2018 | 10.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Sebarkan Berita Bohong di Medsos, Ini Ancaman Pemerintah

Sebarkan Berita Bohong di Medsos, Ini Ancaman Pemerintah

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 30 Desember 2016 - 09:20 WIB

IMG-19597

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Kehadiran media sosial tadinya menguntungkan masyarakat sebab bisa terhubung dengan orang di mana saja.

Namun saat ini media sosial malah menjadi ancaman bukan hanya kepada masyarakat tapi kepada sebuah negara.

Tak jarang, medsos justru menjadi kendaraan oknum tertentu untuk menimbulkan keributan dengan menebar berita bohong, fitnah dan hoax.

Untuk itu pemerintah akan memberikan tindakan tegas terhadap penyebar berita bohong di medsos. Saat ini Polri juga sedang menguatkan tim cyber crime untuk menyelidiki orang-orang penyebar berita hoax.

“Kepada para pembuat berita-berita yang menyesatkan itu, ini kita peringatkan supaya menghentikan hal-hal seperti itu,” kata Menko Polhukam Wiranto, kemarin.

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang fokus terhadap pemberantasan terorisme dan radikalisme di segala sisi. Sehingga hal-hal yang berbau radikalisme, intoleransisme dan terorisme harus dihilangkan.

“Hentikan cara-cara yang tidak tepat, cara-cara yang membangkitkan intoleransi, cara-cara yang membangkitkan radikalisme, bahkan cara-cara yang justru mendorong terjadinya terorisme, ini harus dihentikan,” tegasnya.

Mengkritik kinerja pemerintah, kata Wiranto, memang sah-sah saja. Namun jangan sampai menghasut dan melakukan ujaran kebencian.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan berita yang bisa memancing adanya 3 hal tersebut.

“Karena nyata-nyata tiga hal itu, terorisme, radikalisme, intoleranisme, itu sangat merugikan persatuan kita, merugikan kepentingan bangsa, merugikan pembangunan nasional, merugikan kebersamaan kita sebagai bangsa,” lanjut mantan Menhankam Pangab itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 10:26 WIB

Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini

Sidang perkara korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar.Agendanya adalah pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut ...
Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres
Politik - Senin, 19 Februari 2018 - 10:05 WIB

Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyayangkan insiden pencegahan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ...
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...