Senin, 11 Desember 2017 | 09.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Sebarkan Berita Bohong di Medsos, Ini Ancaman Pemerintah

Sebarkan Berita Bohong di Medsos, Ini Ancaman Pemerintah

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 30 Desember 2016 - 09:20 WIB

IMG-19597

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Kehadiran media sosial tadinya menguntungkan masyarakat sebab bisa terhubung dengan orang di mana saja.

Namun saat ini media sosial malah menjadi ancaman bukan hanya kepada masyarakat tapi kepada sebuah negara.

Tak jarang, medsos justru menjadi kendaraan oknum tertentu untuk menimbulkan keributan dengan menebar berita bohong, fitnah dan hoax.

Untuk itu pemerintah akan memberikan tindakan tegas terhadap penyebar berita bohong di medsos. Saat ini Polri juga sedang menguatkan tim cyber crime untuk menyelidiki orang-orang penyebar berita hoax.

“Kepada para pembuat berita-berita yang menyesatkan itu, ini kita peringatkan supaya menghentikan hal-hal seperti itu,” kata Menko Polhukam Wiranto, kemarin.

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang fokus terhadap pemberantasan terorisme dan radikalisme di segala sisi. Sehingga hal-hal yang berbau radikalisme, intoleransisme dan terorisme harus dihilangkan.

“Hentikan cara-cara yang tidak tepat, cara-cara yang membangkitkan intoleransi, cara-cara yang membangkitkan radikalisme, bahkan cara-cara yang justru mendorong terjadinya terorisme, ini harus dihentikan,” tegasnya.

Mengkritik kinerja pemerintah, kata Wiranto, memang sah-sah saja. Namun jangan sampai menghasut dan melakukan ujaran kebencian.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan berita yang bisa memancing adanya 3 hal tersebut.

“Karena nyata-nyata tiga hal itu, terorisme, radikalisme, intoleranisme, itu sangat merugikan persatuan kita, merugikan kepentingan bangsa, merugikan pembangunan nasional, merugikan kebersamaan kita sebagai bangsa,” lanjut mantan Menhankam Pangab itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia emas, siapa tahu?
Secangkir Kopi - Senin, 11 Desember 2017 - 08:47 WIB

Indonesia emas, siapa tahu?

Tolonglah saya. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Indonesia Emas 2045'? Kalau lembaga, lembaga yang ...
Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara
Peristiwa - Senin, 11 Desember 2017 - 06:52 WIB

Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mengajak media massa baik televisi, cetak maupun online agar bersama-sama ikut menjaga kedaulatan dan ...
Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan
Politik - Minggu, 10 Desember 2017 - 23:25 WIB

Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan munculnya fenomena "kesalahpahaman" yang dapat dikhawatirkan merusak persatuan bangsa saat ini.Demikian hal ...
YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi
Ekonomi - Minggu, 10 Desember 2017 - 22:49 WIB

YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menduga kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi di beberapa ...
Ngopi bareng Panglima TNI di udara
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:20 WIB

Ngopi bareng Panglima TNI di udara

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto punya cara tersendiri mengawali masa jabatan bersama awak media. Melalui kegiatan bertajuk 'Ngopi Bareng di ...
Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:00 WIB

Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan bertekadnya untuk meneruskan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan membangun angkatan perang yang ...