Minggu, 20 Agustus 2017 | 13.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Sebarkan Berita Bohong di Medsos, Ini Ancaman Pemerintah

Sebarkan Berita Bohong di Medsos, Ini Ancaman Pemerintah

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 30 Desember 2016 - 09:20 WIB

IMG-19597

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Kehadiran media sosial tadinya menguntungkan masyarakat sebab bisa terhubung dengan orang di mana saja.

Namun saat ini media sosial malah menjadi ancaman bukan hanya kepada masyarakat tapi kepada sebuah negara.

Tak jarang, medsos justru menjadi kendaraan oknum tertentu untuk menimbulkan keributan dengan menebar berita bohong, fitnah dan hoax.

Untuk itu pemerintah akan memberikan tindakan tegas terhadap penyebar berita bohong di medsos. Saat ini Polri juga sedang menguatkan tim cyber crime untuk menyelidiki orang-orang penyebar berita hoax.

“Kepada para pembuat berita-berita yang menyesatkan itu, ini kita peringatkan supaya menghentikan hal-hal seperti itu,” kata Menko Polhukam Wiranto, kemarin.

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang fokus terhadap pemberantasan terorisme dan radikalisme di segala sisi. Sehingga hal-hal yang berbau radikalisme, intoleransisme dan terorisme harus dihilangkan.

“Hentikan cara-cara yang tidak tepat, cara-cara yang membangkitkan intoleransi, cara-cara yang membangkitkan radikalisme, bahkan cara-cara yang justru mendorong terjadinya terorisme, ini harus dihentikan,” tegasnya.

Mengkritik kinerja pemerintah, kata Wiranto, memang sah-sah saja. Namun jangan sampai menghasut dan melakukan ujaran kebencian.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan berita yang bisa memancing adanya 3 hal tersebut.

“Karena nyata-nyata tiga hal itu, terorisme, radikalisme, intoleranisme, itu sangat merugikan persatuan kita, merugikan kepentingan bangsa, merugikan pembangunan nasional, merugikan kebersamaan kita sebagai bangsa,” lanjut mantan Menhankam Pangab itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi: Tak Usah Diperbesar
Politik - Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:31 WIB

Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi: Tak Usah Diperbesar

Presiden Jokowi mengaku menyesalkan atas insiden kesalahan cetak foto bendera Indonesia terbalik pada buku panduan resmi yang dibagikan secara gratis ...
Kapolda Papua Tegaskan Tak Ada Penambahan Pasukan ke Timika
Nasional - Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:52 WIB

Kapolda Papua Tegaskan Tak Ada Penambahan Pasukan ke Timika

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menegaskan tidak ada penambahan pasukan ke Timika pascaaksi anarkis yang dilakukan ...
Manajemen Freeport Himbau Karyawan Hindari Check Point 28
Nasional - Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:47 WIB

Manajemen Freeport Himbau Karyawan Hindari Check Point 28

Manajemen PT Freeport Indonesia mengimbau para karyawannya agar menghindari Check Point 28 samping Bandara Mozes Kilangin Timika yang sempat diserang ...
Cak Imin: Wujud Nyata PKB Bumikan Pancasila Lewat Sineas
Politik - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 23:48 WIB

Cak Imin: Wujud Nyata PKB Bumikan Pancasila Lewat Sineas

Gelaran PKB Movie Award 2017 yang diinisiasi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) akhirnya berhasil mendaptkan nama-nama nominator terbaik. Ajang yang ...
Demo Karyawan Freeport, Blokade Jalan Utama Timika-Tembagapura
Nasional - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 21:39 WIB

Demo Karyawan Freeport, Blokade Jalan Utama Timika-Tembagapura

Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya yang selama ini mogok kerja di Timika, Papua beserta istri mereka hingga ...
Tito Intruksikan Pengunggah Video Pungli Diberi Penghargaan
Hukum - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:23 WIB

Tito Intruksikan Pengunggah Video Pungli Diberi Penghargaan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Kalimantan Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rachmat Mulyana agar memberikan penghargaan kepada sopir yang mengunggah ...