Kamis, 26 April 2018 | 14.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Impor Beras Masih Tinggi 110,7 Persen

Impor Beras Masih Tinggi 110,7 Persen

Reporter : Rakisa | Jumat, 30 Desember 2016 - 09:46 WIB

IMG-19599

Beras Impor. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Jumlah impor produk pangan terutama beras di tahun 2016 tercatat masih tinggi, beradasarkan data BPS, dari bulan Januari-November 2016, volume impor beras mencapai 1,2 juta ton dengan nilai US$ 495,12 juta.

Angka ini meningkat 110,66% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 569.620 ton.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo menyebutkan tingginya volume impor beras tahun ini sejatinya merupakan izin impor tahun 2015 lalu.

Seharusnya beras tersebut sudah masuk seluruhnya pada Desember 2015. Namun, realisasi baru masuk pada Januari sampai Maret 2016.

“Jadi, izin impor beras itu dilakukan pada tahun 2015, tetapi baru direalisasikan pada semester pertama 2016,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/12).

Sasmito menjelaskan hal itu menjadi penyebab jika dibandingkan realisasi impor beras pada tahun 2015, realisasi impor beras di tahun ini menjadi jauh lebih tinggi.

Seperti diketahui sepanjang tahun 2015, beras impor yang masuk hanya sebesar 900.000 ton, dan tahun 2014 yang hanya sebanyak 800.000 ton.

Seiring kenaikan impor beras, kata Sasmito, ekspor beras juga naik tinggi, yakni 138% menjadi menjadi 1.000 ton dari 420 ton. Hanya nilainya tak besar yakni hanya US$ 820.000. Harga beras internasional yang stabil jadi alasan.

Jika beras naik, impor jagung justru turun. BPS mencatat, impor jagung tahun ini sebanyak 900.000 ton. Jumlah ini di luar impor jagung yang dilakukan oleh Perum Bulog. Jika ditotal, impor jagung sepanjang 2016 adalah sebanyak 1,2 juta ton.

Jumlah impor jagung lebih rendah dibandingkan impor tahun 2015 yang mencapai 3,27 juta ton. Impor jagung tahun ini dapat ditekan lantaran Kementerian Pertanian (Kemtan) tidak mengeluarkan lagi rekomendasi impor jagung untuk industri pakan. Industri pakan wajib menyerap jagung lokal.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...