Senin, 21 Agustus 2017 | 15.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Integrasi Pusat dan Daerah Kurang Baik, Alasan Kepala BKPM Kunker ke Bali

Integrasi Pusat dan Daerah Kurang Baik, Alasan Kepala BKPM Kunker ke Bali

Reporter : Fadilah | Jumat, 30 Desember 2016 - 17:12 WIB

IMG-19617

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Bali. (KiniNews/Fadillah)

Bali, kini.co.id – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Bali, Jumat (30/12/2016) ini. Dia melakukan peninjauan ke Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Denpasar dan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali, Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Thom mengatakan bahwa dirinya akan mulai “merapat” ke daerah maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meningkatkan integrasi antara Pusat dan daerah khususnya yang terkait dengan Investasi. Sebab integrasi dan koordinasi antara pusat dan daerah saat ini masih kurang.

“Saya menerima beberapa keluhan dari daerah terkait kesulitan mereka mengakses data dari BKPM. Ini akan segera dibenahi,” ujarnya.

Tom menyampaikan bahwa kunjungannya ke daerah juga dimanfaatkan untuk mendengarkan aspirasi dari daerah terkait kendala dan tantangan untuk menarik investasi.

“Sekaligus kalau ada yang bagus. Saya nanti tinggal menyuruh untuk ‘nyontek’ saja ke Bali,” paparnya.

Lebih lanjut Tom menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh BKPM adalah untuk menindaklanjuti hasil rapat dengan Presiden RI untuk mengembangkan daerah.

“Saya akan memprioritaskan untuk mengunjungi 10 provinsi yang berkontribusi dalam menyumbang 90% realisasi investasi nasional,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:41 WIB

BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, wacana pembangunan gedung baru DPR bukanlah wacana yang datang ...
Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:38 WIB

Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ...
Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:30 WIB

Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP

Pengacara Elza Syarief mengaku tidak pernah mengajarkan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa ...
JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 13:37 WIB

JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan ...
Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:55 WIB

Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu mempertanyakan reaksi lambat KPK soal informasi adanya penyidik ...
Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:48 WIB

Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan

Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan laporan kinerja, Senin (21/8/2017) sekitar Pukul 14.00 WIB.Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu ...