Selasa, 24 April 2018 | 00.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pembunuh Pulomas Dimakamkan, Kerabat: Saya Sudah Sering Ajak Tobat

Pembunuh Pulomas Dimakamkan, Kerabat: Saya Sudah Sering Ajak Tobat

Reporter : Yudi | Sabtu, 31 Desember 2016 - 11:37 WIB

IMG-19636

Prosesi pemakaman salah satu tersangaka pembunuhan di Pulomas yang tewas saat penangkapan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pelaku perampokan dengan pembunuhan, Ramlan Butarbutar, dimakamkan, Jumat (30/12/2016), di TPU Kalimulya 3, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, setelah dirinya tewas tertembak timah panas saat ditangkap oleh kepolisian.

Prosesi pemakaman tersebut hanya didatangi oleh sembilan pelayat yang merupakan kerabatnya. Bahkan doa yang dipimpin oleh pendeta hanya dilakukan melalui fasilitas videocall dikarenak pendetanya berhalangan hadir.

Salah satu kerabat Ramlan, Abter Sitorus (63), mengatakan kalo dirinya sudah sering mengajaknya bertobat dan meninggalkan dunia hitam yang telah dilakukannya sejak 2001 ini, namun tidak pernah digubris oleh almarhum.

“Kalau sudah ada peluang, pasti nekat. Tidak bisa kalau tidak begitu (merampok),” tutur Abter seusai pemakaman.

Almarhum juga kerap mengajak saudaranya untuk melakukan kejahatan bersama seakan tidak pernah kapok dengan hukuman kurungan yang selalu didapatnya.

Ramlan diduga menjadi otak dibalik perampokan dengan pembunuhan di sebuah rumah mewah di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, pada 26 Desember 2016 lalu yang menewaskan enam orang.

Tiga dari empat pelaku pembunuhan tersebut sudah tertangkap, salah satunya Ramlan Butarbutar yang tewas ditempat, Erwin Sinaga yang mendapatkan tembakan dikaki karena mencoba kabur, dan Alfins Sinaga yang tertangkap sorenya di daerah Bekasi.

Satu pelaku yaitu Ridwan Sitorus alias Yus Pane yang kini masih buron sedang dalam pengejaran polisi.

Abter bahkan meminta Ridwan Sitorus alias Yus Pane menyerahkan diri agar tidak bernasib sama dengan Ramlan. Menurutnya, melarikan diri bukan solusi yang tepat karena, cepat atau lambat, dia pasti akan ditemukan.

“Daripada ditembak lebih baik menyerahkan diri,” pungkasnya.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...