Kamis, 23 Maret 2017 | 09.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Jumlah Massa yang Kawal Sidang Lanjutan Ahok Besok

Ini Jumlah Massa yang Kawal Sidang Lanjutan Ahok Besok

Reporter : Yudi | Senin, 2 Januari 2017 - 22:38 WIB

IMG-19648

Aksi massa Umat Islam di sidang Ahok (KiniNews/Doc)

Jakarta, kini.co.id – Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki T Purnama atau Ahok akan kembali digelar besok.

Sidang itu akan digelar di Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jaksel.

Mengawal sidang tersebut, ribuan massa dilaporkan akan turun ke jalan. Baik dari FPI, Ormas kontra Ahok maupun ormas pro Ahok.

Berdasarkan informasi yang diterima Kini.co.id, Senin (2/1/2017), ada ribuan massa kontra Ahok yang akan mengawal sidang.

Sementara ada seratusan massa yang akan hadir mendukung Ahok.

Adapun massa yang dilaporkan akan turun mengawal sidang Ahok ialah:

Massa Kontra Ahok

- Massa FPI : 500 – 750 orang

- Massa FSI : 50 orang

- GMJ (Gerakan Masyarakat Jakarta) : 60 orang Pimp Uzt Hasanudin di Pondok Gede

- GPIP (Gerakan Pemuda Islam pademangan) : 30 orang Pimp Uzt Heru, Jak- Utara

- Suara Islam Kebayoran, jak-selatan : 30 orang.

- KAMMI : 40 orang.

- Gema keadilan (Bandung) : 40 orang.

- GARIS (Bandung) : 20 orang.

- FSI (Forum Syuhada Indonesia) Pimp Diko Menteng 58 Jak-Pusat : 15 orang.

- Pok Ambon Islam Pimp Lesy Condet : 20 orang.

- Taruna Muslim, Pimp Alfian tanjung : 30 orang.

- Majelis Azzikra, Pimp Uzt hadi kurbih : 30 orang, An- Nahl Pimp Edo : 80 orang

- AMJU : 30 orang, Pimp Yayat. Titik kumpul Marlina Muara Baru Penjaringan, Jak Utara.

- Gerakan Tangkap Ahok ( GTA ) pimp. Mat Peci

Massa kontra Ahok akan berkumpul di Tugu Proklamasi Jakarta.

Massa Pro Ahok

- Relawan Laskar Cinta Ahok : 20 orang.

- Relawan Ahok Salam Dua Jari : 30 orang.

- Barisan Relawan Basuki Djarot : 50 orang, Pimp Rendi idan Ibu thedora

- FBB (Front Betawi Bersatu) Pimp. H Amirullah : 60 orang

- LBH Eksosia : 20 orang Pimp Ki Sabdho Jagat

Titik Kumpul di rumah Lembang, Menteng, Jakpus

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...